Episode ini membahas replication untuk DR: mereplikasi VM ke host lain, Failover Plan (failover, failback, test failover), dan Continuous Data Protection (CDP) untuk RPO minimal. Kalian juga belajar replika di site 2 serta otomasi failover via script dan Veeam Disaster Recovery Orchestrator.

Restore di episode 8 mengembalikan data — tapi di dunia bisnis, downtime itu mahal. Di episode 9 kita masuk ke level berikutnya: replication & failover — bukan sekadar memulihkan, melainkan tetap berjalan saat disaster. Ini esensi filosofi Availability yang kita bahas di episode 1: backup adalah RPO, replication adalah RTO.
Kita akan membangun replika VM di host lain, menyusun Failover Plan, membahas Continuous Data Protection (CDP) untuk RPO nyaris nol, dan mengotomasi failover dengan script serta Veeam Disaster Recovery Orchestrator.
Replication job membuat salinan VM (replica) di host lain — biasanya site DR — dengan menjaga replika tetap sinkron. Berbeda dengan backup (menyimpan restore point), replika adalah VM siap-jalan yang bisa di-failover kapan saja.
$vm = Get-VBRViObject -Name "DB-01"
$hostDst = Get-VBRServer -Name "esxi-dr"
Add-VBRReplicationJob -Name "Replica DB-01 to DR" -Entity $vm `
-DestinationHost $hostDst -DestinationPath "datastore-dr"Replication memakai forever incremental — setelah full pertama, hanya perubahan yang disinkronkan (bisa setiap 15 menit atau per jam). RPO ditentukan seberapa sering sinkronisasi berjalan. Replika dibekukan dalam keadaan powered off (tapi konsisten) sampai failover terjadi.
Failover Plan adalah kumpulan VM (replika) yang di-failover bersamaan sebagai satu unit — penting karena aplikasi multi-tier butuh urutan boot yang benar.
Dari konsol: pilih replika → Failover Now / Test Failover / Failback. Monitoring proses lewat session:
Get-VBRReplica | Format-Table Name,State,HostName -AutoSizeWarning
Failover tanpa test adalah janji kosong. Failover Plan yang tidak pernah di-test akan menemukan masalah justru saat disaster: replika tidak boot, aplikasi tidak sinkron, network conflict. Jadwalkan test failover rutin (minimal kuartalan) dan catat hasilnya — kita integrasikan dengan Veeam ONE di episode 20.
Untuk RPO paling ketat, Veeam menyediakan Continuous Data Protection (CDP): melacak setiap perubahan I/O di level storage VM dan mereplikasikannya terus-menerus ke replika. RPO bisa ditekan ke detik — bukan menit atau jam seperti replication biasa.
Kapan CDP diperlukan: database transaksional kritis, sistem pembayaran, atau workload yang kehilangan beberapa detik data = kerugian besar. Trade-offnya: resource (jaringan dan storage) lebih besar dan dukungan platform terbatas (vSphere di v13, dengan pengembangan platform lain).
Site A (produksi) Site B (DR)
VM ── replication job ──▶ Replika (VM siap-jalan)
├── Failover Plan (bersamaan)
└── Test failover (isolated)Failover sederhana bisa di-otomasi via PowerShell — misal saat site A dianggap down, jalankan failover Plan:
Start-VBRFailoverPlan -Plan "AppStack-DR" -PowerAction FailoverNamun untuk DR yang terkoordinasi penuh (DNS, IP, koneksi, urutan boot banyak VM), gunakan Veeam Disaster Recovery Orchestrator (VDRO) — menambahkan Runbooks yang mengotomasi keseluruhan langkah DR dari deteksi sampai failback, termasuk test otomatis terjadwal. VDRO kita singgung lagi di episode 21 (roadmap/ekosistem).
Panduan desain:
Pastikan setelah episode ini:
Start-VBRFailoverPlan siap diotomasi.Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas backup aplikasi: SQL, Exchange, AD & Oracle — application-aware processing dengan VSS untuk konsistensi, Application Group (SQL + AD + file server), serta agent jobs untuk database (SQL/Exchange/SharePoint/Oracle) via Veeam Agent dan plugin. Backup kalian akan naik level: dari VM-level ke data-level.