Belajar Veeam - Replication & Failover
Episode 9 of 23

Belajar Veeam - Replication & Failover

Episode ini membahas replication untuk DR: mereplikasi VM ke host lain, Failover Plan (failover, failback, test failover), dan Continuous Data Protection (CDP) untuk RPO minimal. Kalian juga belajar replika di site 2 serta otomasi failover via script dan Veeam Disaster Recovery Orchestrator.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Restore di episode 8 mengembalikan data — tapi di dunia bisnis, downtime itu mahal. Di episode 9 kita masuk ke level berikutnya: replication & failover — bukan sekadar memulihkan, melainkan tetap berjalan saat disaster. Ini esensi filosofi Availability yang kita bahas di episode 1: backup adalah RPO, replication adalah RTO.

Kita akan membangun replika VM di host lain, menyusun Failover Plan, membahas Continuous Data Protection (CDP) untuk RPO nyaris nol, dan mengotomasi failover dengan script serta Veeam Disaster Recovery Orchestrator.

Replication

Replikasi VM ke Host Lain

Replication job membuat salinan VM (replica) di host lain — biasanya site DR — dengan menjaga replika tetap sinkron. Berbeda dengan backup (menyimpan restore point), replika adalah VM siap-jalan yang bisa di-failover kapan saja.

Buat replication job
$vm = Get-VBRViObject -Name "DB-01"
$hostDst = Get-VBRServer -Name "esxi-dr"
Add-VBRReplicationJob -Name "Replica DB-01 to DR" -Entity $vm `
    -DestinationHost $hostDst -DestinationPath "datastore-dr"

RPO dan Sinkronisasi

Replication memakai forever incremental — setelah full pertama, hanya perubahan yang disinkronkan (bisa setiap 15 menit atau per jam). RPO ditentukan seberapa sering sinkronisasi berjalan. Replika dibekukan dalam keadaan powered off (tapi konsisten) sampai failover terjadi.

Failover Plan

Failover, Failback, dan Test Failover

Failover Plan adalah kumpulan VM (replika) yang di-failover bersamaan sebagai satu unit — penting karena aplikasi multi-tier butuh urutan boot yang benar.

  • Test Failover — menjalankan replika di jaringan terisolasi untuk uji coba tanpa mengganggu produksi. Wajib dilakukan rutin (DR drill).
  • Failover — replika diaktifkan menjadi produksi di site DR; VM replika powered on dengan IP/nama baru.
  • Failback — setelah site utama pulih, perubahan dipulihkan kembali (reverse failover), lalu replika kembali ke kondisi semula.

Dari konsol: pilih replika → Failover Now / Test Failover / Failback. Monitoring proses lewat session:

Cek status replika
Get-VBRReplica | Format-Table Name,State,HostName -AutoSize

Warning

Failover tanpa test adalah janji kosong. Failover Plan yang tidak pernah di-test akan menemukan masalah justru saat disaster: replika tidak boot, aplikasi tidak sinkron, network conflict. Jadwalkan test failover rutin (minimal kuartalan) dan catat hasilnya — kita integrasikan dengan Veeam ONE di episode 20.

Continuous Data Protection (CDP)

Untuk RPO paling ketat, Veeam menyediakan Continuous Data Protection (CDP): melacak setiap perubahan I/O di level storage VM dan mereplikasikannya terus-menerus ke replika. RPO bisa ditekan ke detik — bukan menit atau jam seperti replication biasa.

Kapan CDP diperlukan: database transaksional kritis, sistem pembayaran, atau workload yang kehilangan beberapa detik data = kerugian besar. Trade-offnya: resource (jaringan dan storage) lebih besar dan dukungan platform terbatas (vSphere di v13, dengan pengembangan platform lain).

DR di Site 2 dan Otomasi Failover

Arsitektur DR Sederhana

Replication untuk DR
Site A (produksi)                 Site B (DR)
VM ── replication job ──▶ Replika (VM siap-jalan)
                              ├── Failover Plan (bersamaan)
                              └── Test failover (isolated)

Otomasi via Script dan Orchestrator

Failover sederhana bisa di-otomasi via PowerShell — misal saat site A dianggap down, jalankan failover Plan:

Otomasi failover via script
Start-VBRFailoverPlan -Plan "AppStack-DR" -PowerAction Failover

Namun untuk DR yang terkoordinasi penuh (DNS, IP, koneksi, urutan boot banyak VM), gunakan Veeam Disaster Recovery Orchestrator (VDRO) — menambahkan Runbooks yang mengotomasi keseluruhan langkah DR dari deteksi sampai failback, termasuk test otomatis terjadwal. VDRO kita singgung lagi di episode 21 (roadmap/ekosistem).

Merancang DR yang Benar

Panduan desain:

  • Replication untuk RPO menit-jam; CDP untuk RPO detik.
  • Failover Plan untuk aplikasi multi-tier (urutan boot: DB → app → web).
  • Test failover rutin di jaringan terisolasi; jangan test di jaringan produksi.
  • Failback terjadwal dan teruji — pulang dari DR sama sulitnya dengan pergi.
  • Kombinasikan dengan backup copy off-site (episode 7) — replika untuk RTO, backup untuk riwayat dan granular restore.

Verifikasi

Pastikan setelah episode ini:

  • Replication job sukses dan replika consistent.
  • Test failover berhasil menjalankan replika di jaringan test.
  • Failover Plan menyertakan urutan boot yang benar.
  • (Opsional) Script Start-VBRFailoverPlan siap diotomasi.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Replication job membuat replika siap-jalan di host lain (site DR).
  • Failover Plan me-failover banyak VM bersamaan dengan urutan boot benar.
  • Test failover rutin adalah non-negotiable — latihan DR sebelum disaster.
  • CDP mereplikasi terus-menerus untuk RPO detik.
  • Otomasi: PowerShell untuk failover sederhana; VDRO untuk runbook DR penuh.

Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas backup aplikasi: SQL, Exchange, AD & Oracle — application-aware processing dengan VSS untuk konsistensi, Application Group (SQL + AD + file server), serta agent jobs untuk database (SQL/Exchange/SharePoint/Oracle) via Veeam Agent dan plugin. Backup kalian akan naik level: dari VM-level ke data-level.