Episode ini fokus backup aplikasi mission-critical: application-aware processing dengan VSS untuk konsistensi SQL, Exchange, AD, dan Oracle, Application Group (SQL + AD + file server), serta agent jobs untuk database via Veeam Agent dan plugin. Kalian memahami perbedaan backup crash-consistent vs application-consistent.

Di episode 5 kita menyentuh application-aware processing; di episode 8 kita menyentuh Explorer untuk restore item aplikasi. Di episode 10 kita menggabungkan keduanya secara menyeluruh: backup aplikasi database — SQL Server, Exchange, Active Directory, dan Oracle — dari perspektif konsistensi, desain Application Group, dan agent jobs.
Database adalah jantung bisnis, dan meng-backup-nya salah berarti mengundang bencana. Episode ini membangun pemahaman yang tepat tentang apa yang membuat backup database bisa direstore dengan benar.
Seperti dibahas di episode 5, snapshot hypervisor menghasilkan backup crash-consistent — file disk utuh tapi aplikasi tidak. Untuk database, ini berbahaya: transaksi yang belum commit bisa membuat database korup saat recovery. Application-aware processing (VSS) menyelesaikan masalah ini.
ALTER TABLESPACE ... BEGIN BACKUP untuk Oracle) dan post-thaw agar database konsisten tanpa VSS.Application-aware butuh kredensial guest yang valid. Untuk SQL dan Exchange, Veeam juga butuh akses ke aplikasi (misal SQL instance) agar bisa melakukan log truncation dan restore-aware logging. Konfigurasikan di wizard job: Guest Processing → Application-aware processing → Edit → aktifkan per-aplikasi.
Important
Perbedaan crash-consistent vs application-consistent menentukan bisa-tidaknya database di-restore. Backup crash-consistent sebuah SQL Server mungkin bisa dipulihkan oleh SQL recovery, tapi bisa juga gagal atau kehilangan transaksi terakhir — dan kalian tidak akan tahu sampai mencoba. Selalu application-aware untuk database produksi.
Application Group adalah kumpulan VM yang di-backup dan di-test sebagai satu entitas berurutan — menyadari ketergantungan antar aplikasi. Contoh klasik: file server memuat database attach dari SQL, dan keduanya dipakai AD. Application Group memastikan:
Dari konsol: Backup Infrastructure → Application Groups → Add. Pilih VM, lalu setiap VM diberi test scripts (misal ping, cek port 1433 untuk SQL). Group ini lalu dipakai sebagai dasar SureBackup job — verifikasi menyeluruh bahwa seluruh stack aplikasi bisa hidup dari backup.
Untuk server fisik atau kasus di mana agent-level lebih tepat, Veeam Agent for Windows mendukung plugin aplikasi:
Pola ini memberi RPO lebih ketat (transaction log backup bisa sering) tanpa menyentuh hypervisor.
Veeam memakai log backup SQL untuk restore ke titik waktu (PITR) di episode restore: setelah restore full backup, roll forward transaction log hingga menit yang diinginkan. Untuk memanfaatkannya, aktifkan Log backup di job SQL:
Full backup ──▶ Log1 ──▶ Log2 ──▶ Log3 ──▶ TARGET TIMESetelah backup application-consistent tersedia, restore granular memakai Explorer:
Alur singkat via PowerShell:
$rp = Get-VBRRestorePoint -Name "SQL-01" | Select-Object -First 1
Start-VBRSQLRestore -RestorePoint $rpLalu di GUI Explorer pilih item yang dibutuhkan.
Tip
Uji restore aplikasi setidaknya sebulan sekali. Mem-backup SQL dengan VSS tidak berguna jika kalian belum pernah membuktikan bahwa Explorer for SQL benar-benar mengembalikan database ke instance. Jadikan "restore drill aplikasi" bagian dari SOP bulanan — episode 20 menghubungkannya dengan report dan monitoring.
Pastikan setelah episode ini:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas backup M365 & Salesforce — Veeam Backup for Microsoft 365 (Exchange Online, SharePoint, OneDrive, Teams) dengan lisensi per user, serta Veeam Backup for Salesforce untuk metadata & data, yang diperluas platform-nya di v13. Data SaaS kalian akhirnya terlindungi!