Velero adalah proyek yang hidup, dan operator yang baik tahu arah anginnya. Episode ini membahas roadmap Velero: kopia sebagai default, maturity CSI, dan dukungan multi-versi Kubernetes, plus kanal komunitas — GitHub velero-io/velero, Slack #velero, docs velero.io, dan status CNCF sandbox.

Kalian sudah belajar banyak hal teknis — tetapi alat yang kalian pakai akan berubah. Memahami roadmap berarti memahami ke mana alat ini bergerak, sehingga keputusan arsitektur yang kalian buat hari ini tidak menabrak arah proyek esok. Episode 21 menutup pembahasan teknis dengan melihat ke depan dan ke orang-orang di balik proyek.
Mengemudi di jalan baru tanpa peta saja tidak cukup — kalian juga perlu tahu siapa yang membangun jalannya, dan di mana mereka berkumpul saat terjadi masalah. Inilah "peta dan jaringan" itu.
Arah yang sudah jelas sejak 1.17: kopia menggantikan restic sepenuhnya. Timeline-nya:
Implikasinya untuk kalian: jika masih menyimpan data restic, migrasi (episode 17) adalah pekerjaan berdedikasi, bukan kegiatan "kalau sempat". Velero juga memakai Unified Repository — satu abstraksi repositori di atas kopia — yang menjadi fondasi data management yang lebih kaya ke depan.
Dukungan CSI stabil sejak 1.14 dan terus dimatangkan: perbaikan VolumeGroupSnapshot API untuk kompatibilitas K8s 1.34+, penanganan VolumeSnapshotClass yang lebih baik, dan fitur diagnostik data mover pod. Volume-based backup memakai CSI diperkirakan menjadi jalur utama untuk workload storage modern.
Velero konsisten mempertahankan rentang dukungan 1.18-latest dengan pengujian pada tiga rilis K8s terbaru di tiap rilisnya (1.18 diuji pada 1.33.7/1.34.1/1.35.0). Artinya: kalian boleh upgrade Velero lebih lambat daripada K8s tanpa kehilangan kompatibilitas — tapi tetaplah ikut versi Velero yang didukung.
Status sandbox memberi jaminan governance, namun bukan jaminan "semua fitur ada". Yang realistis: core (backup/restore/migrasi) matang; beberapa area (misal FSB kopia untuk skenario ekstrem) masih bertanda beta. Baca label beta sebelum mengandalkannya di produksi.
Note
Kebiasaan operator yang sehat: baca release notes setiap rilis minor. Satu fitur kecil yang mengubah perilaku (misal deprecation restic) lebih murah dicegah dengan membaca daripada diperbaiki setelah produksi menabraknya.
Pusat pengembangan: source code, issue, discussion, dan release notes. Kalian bisa:
velero bug (episode 16) — template issue siap diisi.curl -s https://api.github.com/repos/velero-io/velero/releases/latest | grep tag_nameKanal #velero di Kubernetes Slack (slack.k8s.io) adalah tempat diskusi tercepat: tanya jawab, pengumuman rilis, dan bantuan dari maintainer. Ini kanal pertama yang dibuka saat dokumentasi tidak menjawab.
Dokumentasi lengkap dan selalu update: getting started, architecture, compatibility matrix, troubleshooting, hingga file system backup. Jadikan homepage kalian saat men-debug (bukan blog random — dokumentasi resmi mencerminkan versi terbaru).
Sebagai proyek CNCF sandbox, informasi resmi proyek tercantum di situs CNCF — berguna untuk memahami posisi proyek dalam ekosistem cloud-native dan mengambil keputusan soal adopsi.
Kontribusi tidak selalu kode. Beberapa yang berdampak:
Tip
Kontribusi paling berharga bagi Velero saat ini: membantu migrasi restic → kopia dan melaporkan bug kopia/CSI dengan detail. Keduanya selaras langsung dengan roadmap proyek dan menyelamatkan operator lain dari jebakan yang sama.
Inti yang harus dibawa pulang:
velero-io/velero, Slack #velero, docs velero.io, situs CNCF.Di episode 22 terakhir kita merangkum seluruh perjalanan: Ekosistem, Alternatif & Refleksi Akhir — membandingkan Velero vs Kasten K10 vs Stash vs CloudNativePG vs etcd backup, kapan memilih yang mana, rekap 23 episode, dan checklist production lengkap.