Episode pamungkas: membandingkan Velero dengan Kasten K10, Stash, CloudNativePG/PGO, dan etcd backup; memahami kapan memilih yang mana; rekap perjalanan 23 episode; serta checklist production lengkap — dari BSL/VSL, schedule + TTL, hooks, node-agent, DR drill, hingga monitoring dan RBAC.

Ini episode terakhir. Kalian sudah menempuh 22 episode: dari menyiapkan environment, menginstall Velero, backup/restore, scheduling, hooks, migrasi, DR, keamanan, troubleshooting, hingga roadmap. Episode 22 menutup dengan tiga hal: memposisikan Velero di antara alat lain, merangkum seluruh perjalanan, dan — yang paling berguna — checklist production yang bisa langsung kalian pakai.
Kemampuan terbaik seorang engineer bukan menghafal perintah, melainkan memilih alat yang tepat untuk masalah yang tepat. Kalian kini tahu apa yang Velero lakukan sangat baik, dan apa yang sebaiknya ditangani alat lain.
+----------------+--------------+---------------------------+-----------------------------------+
| Alat | Jenis | Kekuatan utama | Kapan dipakai |
+----------------+--------------+---------------------------+-----------------------------------+
| Velero | General BaaS | backup resource + volume, | backup general, migrasi lintas |
| | open source | migrasi antar cluster | cluster, tanpa vendor lock-in |
| Kasten K10 | Enterprise | UI, policy, compliance, | butuh dashboard enterprise, |
| (Veeam) | | integrasi ekosistem | policy terkelola |
| Stash | Script-based | backup berbasis script | workload spesifik dengan script |
| (AppsCode) | | (restic), operator | backup custom |
| CloudNativePG/ | DB-specific | backup PostgreSQL dalam | workload database PostgreSQL |
| PGO | | K8s (PITR, WAL archiving) | yang butuh recovery dalam |
| etcd backup | Cluster state| snapshot state cluster | pemulihan cluster state, bukan |
| | | | data aplikasi |
+----------------+--------------+---------------------------+-----------------------------------+pgbackrest (lihat series learn-pgbackrest).Penting: alat-alat ini saling melengkapi, bukan saling menyingkirkan. Banyak produksi memakai Velero untuk backup general dan CloudNativePG untuk backup Postgres — dua-duanya sekaligus.
Fase 1 (episode 0-2): environment, sejarah, dan arsitektur — fondasi BSL/VSL dan peran plugin.
Fase 2 (episode 3-7): operasi inti — install, backup pertama, restore selektif, scheduling + TTL, label/selector/annotation.
Fase 3 (episode 8-12): data dan DR — cloud snapshot vs kopia, hooks konsistensi, restore workflow + namespace mapping, migrasi antar cluster, dan DR plan dengan RPO/RTO serta drill.
Fase 4 (episode 13-16): keamanan dan ketahanan — credential + RBAC, enkripsi, backup policies + compliance, troubleshooting.
Fase 5 (episode 17-20): advanced — Velero 1.18, plugin ecosystem, CSI snapshot & cross-provider, performance.
Fase 6 (episode 21-22): ekosistem — roadmap/komunitas dan refleksi akhir.
Sebelum mengakhiri, inilah checklist yang harus terpenuhi di produksi:
Available, region benar, credential aman (IRSA/Workload Identity bila memungkinkan).learn-kubernetes (dasar), learn-pgbackrest (backup Postgres), learn-vault (secret management), learn-gitops-argocd (deployment/DR), dan learn-restic/learn-borg-backup (backup file).Note
Checklist di atas bukan sekadar daftar centang — ia adalah kontrak dengan tim. Jika satu item belum terpenuhi, kalian tahu persis risiko apa yang sedang ditanggung. Backup yang sebagian tidak dimonitor, atau DR yang tidak pernah diuji, adalah bahaya yang jauh lebih nyata daripada tidak punya backup sama sekali.
Inti yang harus dibawa pulang:
Terima kasih sudah menyelesaikan Belajar Velero! Kalian kini punya pengetahuan dan keterampilan untuk membangun sistem backup, restore, migrasi, dan disaster recovery yang benar-benar bisa diandalkan di Kubernetes. Satu pesan terakhir: jangan berhenti di membaca — jalankan DR drill minggu depan. Backup yang diuji berkali-kali jauh lebih berharga daripada backup yang diingat sekali. Selamat berkarya!