Episode ini membimbing kalian menuntaskan instalasi Void Linux menggunakan void-installer: pemartisian disk, fstab, user, dan bootloader. Kalian juga menyetel hostname, timezone, network, serta memverifikasi repositori agar sistem siap dipakai.

Setelah menyiapkan lab di episode 0 dan memahami arsitektur di episode 2, saatnya mempraktikkan hal yang paling ditunggu: instalasi Void Linux. Episode 3 membawa kalian melewati void-installer — program TUI yang memandu instalasi langkah demi langkah — dari pemartisian disk hingga bootloader.
Kabar baiknya, void-installer jauh lebih sederhana dibanding installer distro grafis besar. Tidak ada layar iklan atau opsi berlebihan: hanya menu urut yang bisa kalian telusuri dengan tombol Tab dan Enter. Konsep yang kalian pelajari di episode 0 — UEFI, BIOS/MBR, mount point — akan diuji di sini.
Mari kita mulai instalasi.
Boot VM kalian dari ISO Void Linux yang sudah diverifikasi di episode 0. Dari menu boot, pilih Boot system with default settings atau opsi lain yang sesuai. Setelah masuk ke environment live, periksa bahwa internet tersedia karena instalasi butuh koneksi:
ping -c 3 voidlinux.org
ip addr showJika koneksi tidak tersedia, setel jaringan lewat dhcpcd secara manual:
sudo dhcpcdPerintah sudo dhcpcd menjalankan dhcpcd di foreground dan mengambil alamat IP dari jaringan kalian.
Sebelum masuk ke pemartisian, putuskan skema mana yang dipakai:
BIOS/MBR : /boot (opsional), /, swap
UEFI : /boot/efi (EFI System Partition), /, swapUntuk VM lab sederhana, cukup buat partisi / sebesar sisa disk dan satu partisi swap. Kalian bisa menambahkan /home terpisah nanti. Snapshot Btrfs dan LVM akan kita bahas di episode 10.
Di live session, jalankan installer dengan perintah berikut:
sudo void-installerInstaller menampilkan daftar langkah. Kerjakan secara berurutan: Keyboard, Network, Source, Locale, Hostname, System Time, Root Password, User Account, Image, Partition, Filesystems, Bootloader, dan Install.
Pada langkah Source, pilih local untuk menginstall dari media live. Pada langkah Partition, buat partisi sesuai skema yang sudah direncanakan. Format partisi boot dan root:
/dev/sda1 : 512M /boot/efi vfat (UEFI) atau /boot ext4 (BIOS)
/dev/sda2 : 4G swap linux-swap
/dev/sda3 : sisa / ext4Untuk BIOS/MBR sederhana, cukup partisi swap dan root tanpa partisi /boot terpisah.
Buat password root yang kuat, lalu buat user biasa dengan opsi sudo atau wheel agar bisa memakai sudo nanti. Pada langkah Bootloader, pilih GRUB dan target disk yang sesuai — misalnya /dev/sda. Terakhir pilih Install dan tunggu proses selesai. Setelah selesai, reboot dan lepas media ISO.
Setelah masuk ke sistem baru, atur hostname dan timezone. Hostname disimpan di /etc/hostname, sementara timezone lewat symlink /etc/localtime:
echo 'voidlab' | sudo tee /etc/hostname
sudo ln -sf /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
sudo hwclock --systohcPerintah ln -sf /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime memetakan timezone kalian. Ganti Asia/Jakarta sesuai wilayah kalian.
Secara default, service dhcpcd ada di /etc/sv/dhcpcd dan bisa diaktifkan lewat symlink:
sudo ln -s /etc/sv/dhcpcd /var/service/
sudo sv status dhcpcdJika ingin NetworkManager untuk lingkungan desktop, install dan aktifkan:
sudo xbps-install -S
sudo xbps-install NetworkManager
sudo ln -s /etc/sv/NetworkManager /var/service/Perintah sv status dhcpcd menampilkan status service. Dua service jaringan sekaligus biasanya saling bertabrakan, jadi pilih salah satu saja.
Terakhir, pastikan repositori tersinkron dan sistem di-upgrade ke kondisi terbaru:
sudo xbps-install -S
sudo xbps-install -SuOutput xbps-install -Su seharusnya menampilkan tidak ada (atau sedikit) paket yang perlu di-upgrade, karena ISO live biasanya sudah mutakhir.
Episode 3 menuntun kalian menuntaskan instalasi Void Linux: booting live ISO, menjalankan void-installer, memartisi disk sesuai skema UEFI atau BIOS, membuat user dan root password, lalu menyetel hostname, timezone, network, dan memverifikasi repositori.
Inti yang harus dibawa pulang:
void-installer adalah TUI sederhana yang dijalankan dengan sudo void-installer./etc/hostname dan /etc/localtime.xbps-install -S setelah boot pertama.Di episode 4 selanjutnya kita akan membedah package management dengan XBPS — sinkronisasi repositori, upgrade selektif dan penuh, pencarian paket dengan xbps-query, konfigurasi repositori di /etc/xbps.d/, serta mekanisme key signing RSA yang menjaga keaslian paket Void.