Belajar Void Linux dari filosofi hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa Void, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & setup, package management dengan XBPS, runit init & service management, glibc vs musl, user group network & boot, desktop environment & graphics, audio bluetooth & multimedia, storage filesystem & encryption, kernel & firmware, web server & database stack, firewall nftables, security & hardening, xbps-src & void-packages, backup restore & update, rolling release & repo nonfree, container & cross-arch, virtualization & cloud, performance & tuning, roadmap & community, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum masuk ke Void Linux, kalian perlu menguasai dasar administrasi Linux, konsep init system, dan networking. Di episode ini kalian juga mengunduh ISO resmi Void, membuat VM lab, dan memverifikasi keaslian berkas ISO sebelum instalasi dimulai.

Episode ini menelusuri asal-usul Void Linux yang didirikan pada 2008, filosofi stability, simplicity, dan rolling release, serta alasan mengapa Void memilih runit, XBPS, dan dukungan ganda glibc-musl. Kalian akan memahami posisi unik Void di ekosistem distro Linux.

Episode ini memetakan arsitektur Void Linux dari lapisan kernel hingga package manager. Kalian akan memahami bagaimana runit menjadi PID 1 lewat runsvdir, bagaimana XBPS mengelola paket, serta peran tiap komponen seperti xbps-install dan xbps-query dalam ekosistem Void.

Episode ini membimbing kalian menuntaskan instalasi Void Linux menggunakan void-installer: pemartisian disk, fstab, user, dan bootloader. Kalian juga menyetel hostname, timezone, network, serta memverifikasi repositori agar sistem siap dipakai.

Episode ini mendalami XBPS sebagai inti pengelolaan paket Void. Kalian akan belajar sinkronisasi dan upgrade paket, pencarian dan pemeriksaan paket dengan xbps-query, penghapusan paket, serta konfigurasi repositori dan mekanisme key signing di Void.

Episode ini membedah runit sebagai init dan service supervisor Void. Kalian akan memahami alur PID 1 ke runsvdir dan runsv, struktur service di /etc/sv/, cara mengaktifkan service lewat symlink /var/service/, serta perintah sv untuk mengendalikan service sehari-hari.

Episode ini membandingkan dua libc yang ditawarkan Void Linux: glibc sebagai pilihan default dengan kompatibilitas luas, dan musl sebagai opsi ringan dengan footprint kecil. Kalian akan memahami implikasinya pada repositori, aplikasi, runtime, dan container.

Episode ini membahas administrasi user dan grup dengan useradd, akses sudo dan doas lewat grup wheel, konfigurasi jaringan dinamis dan statis, serta alur boot Void dari kernel, initrd, hingga runit beserta peran GRUB dan kernel linux-lts.

Episode ini memandu kalian memasang desktop environment dan window manager di Void, dari XFCE hingga Hyprland. Kalian juga memahami Xorg versus Wayland, driver mesa dan NVIDIA, serta display manager yang cocok untuk masing-masing pilihan.

Episode ini membahas tumpukan audio dan multimedia di Void: PipeWire dengan WirePlumber sebagai service runit, PulseAudio sebagai alternatif, Bluetooth dengan bluez, serta codec dan tool pemrosesan media seperti ffmpeg dan gstreamer.
