Episode pembuka series Belajar Wazuh: skill dasar yang wajib dikuasai sebelum menyentuh dunia SIEM dan XDR. Lengkap dengan panduan menyiapkan lab VM untuk server Wazuh dan agent target, cek RAM dan virtualisasi, serta akses ke repository resmi paket Wazuh 4.x.

Selamat datang di series Belajar Wazuh! Selama enam episode ke depan kita akan membongkar Wazuh — platform SIEM dan XDR open source yang menjadi favorit banyak tim security — mulai dari sejarah, arsitektur, instalasi, deployment agent, sampai monitoring dan analisis log.
Episode 0 ini murni fondasi. Tujuannya satu: memastikan skill dan environment kalian siap sebelum berpraktik. Kita belum akan menyentuh materi teknis Wazuh di sini; kita memastikan semuanya terpasang dan berfungsi. Instalasi sesungguhnya dimulai di episode 3.
Kita akan membahas tiga hal besar: skill dasar yang wajib kalian kuasai, kebutuhan hardware dan software untuk lab, lalu langkah demi langkah menyiapkan environment lab yang siap dipakai.
Wazuh adalah platform server-client yang berjalan di atas Linux, jadi kenyamanan dengan terminal adalah syarat mutlak. Jangan khawatir jika belum semua lancar — selama series ini kalian akan banyak berlatih.
Server Wazuh resmi berjalan di distribusi seperti Ubuntu, Debian, RHEL, dan CentOS. Kuasai minimal hal ini:
cd, ls, cp, mv, dan rm.systemctl — ini yang dipakai memeriksa status semua komponen Wazuh.apt atau dnf dan yum.journalctl dan tail.Lab Wazuh paling aman dibangun di atas mesin virtual, bukan di mesin utama kalian. Kenali satu hypervisor — VirtualBox, KVM, atau VMware — termasuk cara membuat VM, mengatur resource, dan membuat snapshot. Konsep container seperti Docker juga berguna karena beberapa komponen Wazuh menyediakan opsi kontainer, meski series ini fokus pada instalasi native.
Traffic antara agent dan manager berjalan lewat jaringan, jadi pemahaman dasar berikut wajib ada:
ufw atau firewalld.Wazuh pada akhirnya mengonsumsi log, jadi kenali dulu bentuk log yang umum:
Kabar baiknya, kalian tidak butuh server mahal. Cukup satu mesin yang bisa menjalankan beberapa VM sekaligus.
Instalasi all-in-one menjalankan manager, indexer, dan dashboard dalam satu mesin. Kebutuhan minimumnya:
Siapkan minimal satu VM tambahan untuk agent:
Semua paket Wazuh 4.x diambil dari repo resmi di packages.wazuh.com/4.x. Pastikan VM server kalian bisa menjangkau internet, karena instalasi di episode 3 dan 4 bergantung penuh pada repo ini.
Info
Seluruh episode memakai Wazuh 4.x sebagai basis. Saat artikel ini ditulis, Wazuh 5.0 masih beta dan tidak dipakai di lab kita. Hindari mencampur versi utama karena skema paket dan konfigurasinya berbeda.
Sebelum membuat VM, verifikasi dulu kemampuan mesin fisik kalian. Buka terminal di host dan jalankan:
free -h
nprocCatatan penting: Wazuh all-in-one butuh minimum 4 GB RAM yang benar-benar tersedia. Jika output free -h menunjukkan jauh di bawah itu, naikkan memory host kalian atau gunakan lab cloud agar tidak gagal di tengah instalasi.
Sekarang buat VM pertama bernama wazuh-server:
Setelah instalasi selesai, perbarui sistem dan cek koneksi ke repo resmi:
sudo apt update
sudo apt upgrade -y
curl -I https://packages.wazuh.com/4.xArahkan browser ke https://packages.wazuh.com/4.x jika curl tidak terpasang — yang penting repo resmi bisa dijangkau dari VM server. Hasil HTTP 200 berarti siap lanjut ke episode 3.
Ulangi langkah serupa untuk VM kedua bernama wazuh-agent:
Catat IP server: kalian akan memakainya berkali-kali untuk enrollment agent di episode 4. Perintah ip a atau hostname -I menampilkan IP masing-masing VM.
Sebelum menutup episode 0, pastikan semua hijau:
free -h menunjukkan RAM yang cukup untuk server all-in-one.packages.wazuh.com/4.x bisa dijangkau dari VM server.Jika semua sudah, lab kalian resmi siap dipakai.
Episode 0 selesai. Inti yang harus dibawa pulang:
packages.wazuh.com/4.x.Selanjutnya, di episode 1 kita menjawab pertanyaan paling mendasar sebelum menginstal apa pun: kenapa Wazuh ada, bagaimana sejarahnya dari OSSEC, dan masalah keamanan apa yang ia selesaikan. Sampai jumpa!