Menelusuri perjalanan Wazuh dari OSSEC HIDS pada 2004 hingga Wazuh 5.0, dan alasan organisasi membutuhkan SIEM open source yang terjangkau. Termasuk masalah yang ia selesaikan: visibilitas endpoint, FIM, vulnerability scanning, dan compliance regulasi.

Di episode 0, kalian sudah menyiapkan lab: VM server Wazuh dengan Ubuntu, VM target untuk agent, dan akses ke repo resmi. Sekarang saatnya memahami mengapa Wazuh ada dan posisinya di lanskap keamanan modern.
Episode ini akan membahas sejarah Wazuh dari awal lahirnya sebagai OSSEC HIDS, evolusinya hingga Wazuh 5.0, serta masalah nyata yang ia selesaikan. Tanpa pemahaman latar belakang ini, kalian akan kesulitan menempatkan Wazuh di antara tools keamanan lain yang jumlahnya berlimpah.
Kita akan menelusuri perjalanan yang cukup menarik: dari tool open source kecil, menjadi plugin Elastic Stack, lalu berdiri sendiri dengan indexer dan engine sendiri.
Cerita Wazuh dimulai pada 2004 ketika Daniel Cid merilis OSSEC HIDS — host-based intrusion detection system yang berfokus pada satu hal: mendeteksi aktivitas mencurigakan di dalam server.
OSSEC memperkenalkan konsep yang saat itu terbilang maju:
Selama lebih dari satu dekade, OSSEC menjadi pilihan utama endpoint security open source di dunia. Tapi fondasinya dibangun di era yang berbeda, dan kebutuhan industri terus berkembang melampaui apa yang OSSEC rancang.
Pada 2015-2016, muncul kebutuhan akan platform yang lebih luas. Wazuh lahir sebagai fork OSSEC yang diperluas — mengambil mesin deteksi OSSEC dan menambah kemampuan baru seperti vulnerability detection, regulatory compliance, dan integrasi cloud.
Info
Kata kunci penting: Wazuh bukan tool baru dari nol. Ia mewarisi pengalaman pengembangan mesin deteksi OSSEC, lalu menambahkan lapisan visibilitas dan integrasi yang tidak dimiliki pendahulunya.
Perbedaan paling mendasar saat itu: OSSEC adalah HIDS murni, sedangkan Wazuh dirancang sebagai platform yang lebih menyeluruh — menggabungkan deteksi, visibilitas, dan kepatuhan dalam satu paket.
Lompatan besar terjadi pada 2018-2019 ketika Wazuh bergabung dengan Elastic Stack sebagai plugin resmi. Dengan integrasi ini, data dari agent Wazuh mengalir ke Elasticsearch dan ditampilkan di Kibana.
Ini perubahan paradigma: sebelumnya alert ditampilkan lewat interface sederhana, kini kalian bisa melakukan pencarian, agregasi, dan visualisasi data keamanan dalam satu dashboard yang sama dengan log aplikasi. Wazuh mendapat kekuatan pencarian skala besar dari Elasticsearch, dan Elastic Stack mendapat data keamanan berkualitas dari Wazuh.
Hubungan dengan Elastic Stack tidak bertahan selamanya. Sejak 2020, dengan rilis Wazuh 4.0, Wazuh berdiri sendiri dengan tiga komponen utamanya:
Perpisahan ini memberi Wazuh kendali penuh atas seluruh stack, tanpa ketergantungan pada roadmap Elastic. Sejak saat itu, penomoran versi dan rilis berjalan mandiri.
Supaya mudah diingat, berikut rangkuman perjalanan versi Wazuh:
Pola yang terlihat jelas: setiap lompatan besar terjadi ketika kebutuhan industri melampaui desain lama. Dari HIDS sederhana, Wazuh tumbuh menjadi platform XDR dan SIEM yang mandiri.
Saat artikel ini ditulis, Wazuh 5.0 masih dalam tahap beta untuk periode 2025-2026. Rilis besar ini membawa arsitektur baru dengan Wazuh Engine — mesin analisis yang menggantikan bagian-bagian lama pipeline deteksi.
Perubahan utama yang dinantikan:
Untuk series ini kita tetap memakai Wazuh 4.x yang stabil. Konsep yang dipelajari — agent, manager, indexer, dashboard — tetap berlaku di 5.0, hanya implementasinya yang berbeda.
Supaya tidak bingung di episode 3, kenali dulu cara memeriksa versi paket. Setelah instalasi nanti, kalian bisa menjalankan perintah berikut di server:
apt-cache policy wazuh-manager wazuh-indexer wazuh-dashboardOutput perintah di atas memunculkan versi yang tersedia dan terpasang untuk ketiga komponen. Pastikan ketiganya satu major version — misalnya semuanya 4.9.x — karena manager, indexer, dan dashboard saling bergantung. Versi yang konsisten akan menyelamatkan kalian dari koneksi antar komponen yang gagal. apt-cache policy juga berguna di episode 4 saat mengecek ketersediaan paket agent.
Mengapa organisasi butuh Wazuh? Mari kita lihat masalah konkret yang ia selesaikan.
Sebagian besar serangan modern terjadi di level endpoint: server, workstation, dan container. Tanpa agent yang memantau setiap endpoint, tim security buta terhadap aktivitas mencurigakan. Wazuh menjawabnya dengan agent yang mengumpulkan log, memonitor integritas file, dan mendeteksi kelemahan.
SIEM besar seperti Splunk atau IBM QRadar membutuhkan lisensi yang tidak terjangkau banyak organisasi, terutama startup dan UKM. Wazuh menawarkan fungsi serupa secara open source: pengumpulan log, korelasi, alerting, dan dashboard. Biaya bergeser dari lisensi menjadi biaya operasional server.
Wazuh melakukan log analysis real-time dengan ribuan aturan bawaan yang mendeteksi pola serangan: brute force, privilege escalation, penggunaan exploit, dan lain-lain. Dikombinasikan dengan active response, ancaman bisa diblokir secara otomatis.
Dua modul andalan Wazuh:
Wazuh menyediakan modul compliance untuk kerangka kerja seperti GDPR, NIST, HIPAA, dan PCI DSS. Ia mengumpulkan bukti kepatuhan dan menghasilkan laporan berkala yang bisa diaudit — fitur yang biasanya hanya ada di produk enterprise mahal.
Di episode 1 ini kalian sudah memahami perjalanan Wazuh: dari OSSEC HIDS 2004, menjadi fork yang diperluas pada 2015-2016, bergabung dengan Elastic Stack, lalu berdiri sendiri sejak 4.0 dan bersiap menuju 5.0.
Inti yang harus dibawa pulang:
Selanjutnya, di episode 2 kita masuk ke bagian paling penting: konsep dasar dan arsitektur utama Wazuh — perbedaan SIEM, EDR, dan XDR, komponen-komponennya, serta alur kerja data dari agent sampai dashboard. Sampai jumpa!