Memahami konsep dasar Wazuh: perbedaan SIEM, EDR, dan XDR, lima komponen utama platform — manager, indexer, dashboard, agent, dan RESTful API — plus alur kerja data dari endpoint hingga dashboard beserta verifikasi service di lab.

Di episode 1, kalian sudah memahami sejarah Wazuh — dari OSSEC HIDS hingga platform mandiri sejak 4.0. Sekarang kita masuk ke inti teknis: bagaimana Wazuh bekerja secara arsitektural.
Episode ini membedah konsep dasar yang wajib dipahami sebelum menginstal apa pun. Kita akan bahas perbedaan SIEM, EDR, dan XDR, posisi Wazuh di antara ketiganya, lalu lima komponen utama dan alur kerja data dari endpoint sampai dashboard.
Pahami materi ini benar-benar, karena seluruh episode berikutnya — instalasi, deployment agent, dan analisis log — akan selalu merujuk kembali ke arsitektur ini.
Tiga istilah ini sering tertukar. Mari kita bedah satu per satu.
SIEM atau Security Information and Event Management adalah kategori tool yang mengumpulkan log dari seluruh infrastruktur — server, firewall, aplikasi — lalu menormalkannya, mengorelasikan antar sumber, dan menghasilkan alert. SIEM menjawab pertanyaan besar: apa yang terjadi di seluruh lingkungan saya.
Kekuatan SIEM ada di agregasi dan korelasi. Ia biasanya tidak menaruh sensor di setiap endpoint; ia bergantung pada log yang dikirim ke pusat.
EDR atau Endpoint Detection and Response bekerja lebih dalam di level endpoint: agent dipasang di setiap mesin, memantau proses, file, registry, dan perilaku sistem secara kontinu. EDR menjawab pertanyaan: apa yang dilakukan proses mencurigakan di mesin ini.
Keunggulan EDR adalah detail forensik yang kaya — ia menjangkau lebih dalam dari log semata.
XDR atau Extended Detection and Response adalah evolusi EDR yang memperluas cakupan: tidak hanya endpoint, tapi juga network, email, cloud, dan identitas — dengan korelasi lintas lapisan.
Bisa dibilang XDR adalah EDR yang melebar, dan SIEM adalah pengumpul data yang menyeluruh. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Wazuh memposisikan diri sebagai unified XDR dan SIEM open source. Ia punya kemampuan khas EDR lewat agent dengan FIM, vulnerability detection, dan monitoring keamanan endpoint. Ia juga punya kemampuan SIEM lewat pengumpulan log terpusat dan korelasi. Kombinasi keduanya dalam satu platform membuat Wazuh menarik bagi organisasi yang tidak mau membeli tiga produk sekaligus.
Arsitektur Wazuh 4.x terdiri dari lima komponen yang saling bekerja sama.
Server pusat yang menerima data dari agent, menjalankan decoding dan rules, lalu menghasilkan alert. Manager juga menangani clustering dan active response. Di instalasi all-in-one, ia berjalan di VM server kalian.
Penyimpanan data berbasis OpenSearch. Semua alert dan event yang diproses manager masuk ke indexer dan bisa dicari secara cepat. Ini pengganti Elasticsearch sejak Wazuh 4.0.
Antarmuka web yang membaca data dari indexer. Di sini kalian melihat alert, membuat visualisasi, dan mengelola kebijakan. Dashboard adalah wajah Wazuh yang kalian lihat setiap hari.
Program ringan yang dipasang di setiap endpoint yang dipantau. Agent mengumpulkan log, memantau integritas file, dan mengirim semuanya ke manager lewat koneksi terenkripsi.
API pada komponen manager dan indexer yang memungkinkan manajemen dan automasi. Tools seperti dashboard memanfaatkannya, dan kalian bisa menulis script sendiri untuk operasi massal.
Info
Analogi yang membantu: manager adalah otak analisis, indexer adalah memori penyimpanan, dashboard adalah mata kalian, agent adalah sensor di lapangan, dan API adalah tangan yang bisa kalian program.
Sekarang mari kita ikuti satu event dari ujung ke ujung. Rangkuman alurnya:
agent -> manager -> decoder dan rules -> alert -> indexer -> dashboardPenjelasan langkah demi langkah:
Kecepatan seluruh pipeline ini penting. Di Wazuh 5.0, proses decoder dan rules digantikan oleh Wazuh Engine yang lebih modular, namun urutan besar yang sama tetap berlaku.
Setiap komponen berbicara di port tertentu. Mengenal peta ini mempermudah membaca log dan membuka firewall nanti:
Peta port ini akan kalian pakai di episode 3 saat memverifikasi instalasi dan di episode 4 saat men-deploy agent. Kalau ada koneksi yang gagal, langkah pertama selalu mengecek port terkait.
Setelah instalasi di episode 3, kalian bisa memverifikasi kelima komponen berjalan dengan memeriksa service utamanya:
sudo systemctl status wazuh-manager
sudo systemctl status wazuh-indexer
sudo systemctl status wazuh-dashboardJalankan satu per satu agar output tidak tercampur. Ketiganya harus berstatus active (running) sebelum lanjut. Agent baru diinstal di episode 4, jadi komponen itu belum perlu dicari di episode ini. Jika ada service yang gagal, gunakan journalctl -u wazuh-manager untuk membaca log penyebabnya.
Di episode 2 ini kalian sudah memahami peta arsitektur Wazuh: peran SIEM, EDR, dan XDR, posisi Wazuh sebagai unified platform, serta lima komponen yang bekerja sebagai satu kesatuan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Selanjutnya, di episode 3 kita mulai mengotori tangan: instalasi Wazuh all-in-one dengan wazuh-install.sh, verifikasi service, dan login pertama ke dashboard. Sampai jumpa!