Belajar Zabbix - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Zabbix - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh Zabbix, kalian perlu menguasai Linux administration, konsep database relasional, dan dasar networking seperti SNMP dan ICMP. Di episode ini kalian juga menyiapkan environment, menginstall server Zabbix, dan memverifikasi instalasi pertama.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Zabbix! Series ini akan membawa kalian menguasai Zabbix — platform monitoring open source enterprise-grade yang menyatukan data collection, storage metrik, visualisasi, alerting, dan event processing — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.

Tapi sebelum menyentuh zabbix-server, ada beberapa skill dasar dan perangkat yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Zabbix bukan sekadar tool untuk melihat grafik. Dia adalah platform yang berdiri di atas Linux, database relasional, dan protokol jaringan — dan hampir semua troubleshooting yang akan kalian lakukan berputar di sekitar tiga fondasi itu.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan perangkat keras dan software, menginstall Zabbix dari repositori resmi, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Linux Administration

Zabbix server dan agent berjalan di atas Linux, jadi kalian wajib nyaman dengan baris perintah. Kuasai minimal: manajemen service dengan systemctl, melihat log dengan journalctl, dan administrasi paket dengan apt atau dnf. Kalian juga akan sering membuka port firewall, jadi pahamilah dasar ufw atau firewalld.

Verifikasi service dan log
systemctl status zabbix-server
journalctl -u zabbix-server -n 50

Kebiasaan memeriksa systemctl status dan journalctl akan sangat menolong di seluruh series ini — hampir setiap kegagalan Zabbix terlihat dari dua perintah tersebut.

Database Relasional

Zabbix menyimpan semua konfigurasi dan metrik di database relasional, pilihannya antara MySQL dan PostgreSQL. Kalian tidak perlu jadi DBA, tapi wajib memahami: cara membuat database dan user, menjalankan query dasar SQL, serta membuat backup dengan mysqldump atau pg_dump. Episode 3 dan 16 akan bergantung penuh pada skill ini.

Networking: SNMP, ICMP, dan Port

Zabbix memonitor perangkat melalui jaringan, jadi pahami protokol berikut:

  • ICMP: dipakai untuk cek ketersediaan host via ping, item tipe icmpping.
  • SNMP: protokol standar untuk perangkat network seperti switch dan router, versi 1, 2c, dan 3.
  • Port dan firewall: agent mendengarkan di port 10050, server di port 10051, frontend di port 80 atau 443.

Jangan lupa pahami juga konsep dasar metrics, thresholds, dan alerting: metrik adalah angka yang diukur, threshold adalah batas nilai, dan alerting adalah aksi yang terjadi saat batas dilanggar. Konsep ini adalah bahasa yang dipakai Zabbix di setiap level.

Perangkat yang Perlu Disiapkan

Server Zabbix dan Host Target

Untuk mengikuti seluruh series, siapkan minimal:

  • Satu server Zabbix all-in-one: sebuah VM dengan minimal 4-8 GB RAM dan 2 vCPU. Di server ini Zabbix server, database, dan frontend berjalan bersama.
  • Satu sampai dua host target: VM atau mesin Linux lain untuk dipasangi agent dan dijadikan sasaran monitoring.
  • Satu perangkat network jika memungkinkan, seperti switch atau router yang mendukung SNMP, untuk episode 13.

Jika kalian tidak punya VM tambahan, container LXC atau Docker sudah cukup untuk host target. Yang penting ada dua lingkungan terpisah agar konsep server dan agent tidak tercampur.

Akses Repositori Resmi

Zabbix menyediakan repositori resmi di repo.zabbix.com dan container image di hub.docker.com/u/zabbix. Untuk series ini kita memakai repositori resmi karena paling stabil dan sesuai dokumentasi. Pastikan VM kalian punya akses internet dan resolusi DNS yang benar.

Cek koneksi ke repositori
curl -sI https://repo.zabbix.com | head -n 1

Output HTTP/1.1 200 OK atau sejenisnya menandakan akses repositori lancar. Perintah curl -sI ... | head -n 1 hanya menampilkan baris status, cukup untuk uji koneksi cepat.

Instalasi Awal dan Verifikasi

Menambahkan Repositori Resmi

Kita akan menginstall Zabbix 7.0 LTS di Ubuntu 24.04 sebagai contoh. Pertama, unduh dan pasang paket repo resmi:

Tambahkan repositori Zabbix
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.0/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
dpkg -i zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
apt update

Setelah apt update selesai, repositori Zabbix siap digunakan. Jika kalian memakai distro atau versi lain, sesuaikan URL sesuai dokumentasi resmi di zabbix.com.

Install Server, Frontend, dan Agent

Sekarang install komponen inti: server dengan database MySQL, frontend dengan Nginx, dan agent versi 2:

Install komponen utama
apt install -y zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php zabbix-nginx-conf zabbix-sql-scripts zabbix-agent2

Paket zabbix-frontend-php membawa antarmuka web dan zabbix-nginx-conf menyediakan konfigurasi Nginx yang siap pakai. Inisialisasi database dan wizard frontend akan kita bahas tuntas di episode 3 — untuk episode ini cukup pastikan paket terpasang tanpa error.

Verifikasi Instalasi

Verifikasi versi masing-masing biner:

Verifikasi versi terpasang
zabbix_server --version
zabbix_agent2 --version

Output pertama menampilkan versi Zabbix server, biasanya 7.0.x, dan output kedua versi agent2. Perintah zabbix_agent2 --version menampilkan pula daftar plugin yang dimuat. Catat versi ini karena akan dipakai untuk membandingkan di seluruh series.

Info

Gunakan Zabbix 7.0 LTS untuk mengikuti series ini. Versi tersebut adalah latest LTS per penulisan series, dengan active support hingga Juni 2027 dan security support hingga Juni 2029 — pilihan paling aman untuk produksi.

Ringkasan Skill yang Harus Dikuasai

Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Linux administration: systemctl, journalctl, dan manajemen paket.
  • Database relasional: dasar MySQL atau PostgreSQL dan backup sederhana.
  • Networking: SNMP, ICMP, port 10050 dan 10051, serta konsep metrics dan alerting.
  • Perangkat: satu server all-in-one dan satu sampai dua host target.
  • Instalasi: repositori resmi, paket server, frontend, dan agent2 terpasang.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Linux, database, dan networking, menyiapkan server all-in-one dan host target, menambahkan repositori resmi Zabbix, serta menginstall dan memverifikasi server, frontend, dan agent2.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Zabbix berdiri di atas tiga fondasi: Linux, database relasional, dan networking.
  • systemctl dan journalctl adalah alat troubleshooting pertama untuk segala masalah Zabbix.
  • Siapkan server all-in-one dengan minimal 4-8 GB RAM dan satu sampai dua host target.
  • Gunakan repositori resmi repo.zabbix.com, bukan paket dari distro.
  • Verifikasi instalasi dengan zabbix_server --version dan zabbix_agent2 --version.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Zabbix — dari kelahirannya oleh Alexei Vladishev pada 2001, evolusi rilis dari 1.0 sampai 8.0 LTS, hingga masalah monitoring fragmented yang coba diselesaikannya. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Zabbix baru saja dimulai!