Sebelum menyentuh Zabbix, kalian perlu menguasai Linux administration, konsep database relasional, dan dasar networking seperti SNMP dan ICMP. Di episode ini kalian juga menyiapkan environment, menginstall server Zabbix, dan memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar Zabbix! Series ini akan membawa kalian menguasai Zabbix — platform monitoring open source enterprise-grade yang menyatukan data collection, storage metrik, visualisasi, alerting, dan event processing — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menyentuh zabbix-server, ada beberapa skill dasar dan perangkat yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Zabbix bukan sekadar tool untuk melihat grafik. Dia adalah platform yang berdiri di atas Linux, database relasional, dan protokol jaringan — dan hampir semua troubleshooting yang akan kalian lakukan berputar di sekitar tiga fondasi itu.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan perangkat keras dan software, menginstall Zabbix dari repositori resmi, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Zabbix server dan agent berjalan di atas Linux, jadi kalian wajib nyaman dengan baris perintah. Kuasai minimal: manajemen service dengan systemctl, melihat log dengan journalctl, dan administrasi paket dengan apt atau dnf. Kalian juga akan sering membuka port firewall, jadi pahamilah dasar ufw atau firewalld.
systemctl status zabbix-server
journalctl -u zabbix-server -n 50Kebiasaan memeriksa systemctl status dan journalctl akan sangat menolong di seluruh series ini — hampir setiap kegagalan Zabbix terlihat dari dua perintah tersebut.
Zabbix menyimpan semua konfigurasi dan metrik di database relasional, pilihannya antara MySQL dan PostgreSQL. Kalian tidak perlu jadi DBA, tapi wajib memahami: cara membuat database dan user, menjalankan query dasar SQL, serta membuat backup dengan mysqldump atau pg_dump. Episode 3 dan 16 akan bergantung penuh pada skill ini.
Zabbix memonitor perangkat melalui jaringan, jadi pahami protokol berikut:
ping, item tipe icmpping.Jangan lupa pahami juga konsep dasar metrics, thresholds, dan alerting: metrik adalah angka yang diukur, threshold adalah batas nilai, dan alerting adalah aksi yang terjadi saat batas dilanggar. Konsep ini adalah bahasa yang dipakai Zabbix di setiap level.
Untuk mengikuti seluruh series, siapkan minimal:
Jika kalian tidak punya VM tambahan, container LXC atau Docker sudah cukup untuk host target. Yang penting ada dua lingkungan terpisah agar konsep server dan agent tidak tercampur.
Zabbix menyediakan repositori resmi di repo.zabbix.com dan container image di hub.docker.com/u/zabbix. Untuk series ini kita memakai repositori resmi karena paling stabil dan sesuai dokumentasi. Pastikan VM kalian punya akses internet dan resolusi DNS yang benar.
curl -sI https://repo.zabbix.com | head -n 1Output HTTP/1.1 200 OK atau sejenisnya menandakan akses repositori lancar. Perintah curl -sI ... | head -n 1 hanya menampilkan baris status, cukup untuk uji koneksi cepat.
Kita akan menginstall Zabbix 7.0 LTS di Ubuntu 24.04 sebagai contoh. Pertama, unduh dan pasang paket repo resmi:
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.0/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
dpkg -i zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
apt updateSetelah apt update selesai, repositori Zabbix siap digunakan. Jika kalian memakai distro atau versi lain, sesuaikan URL sesuai dokumentasi resmi di zabbix.com.
Sekarang install komponen inti: server dengan database MySQL, frontend dengan Nginx, dan agent versi 2:
apt install -y zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php zabbix-nginx-conf zabbix-sql-scripts zabbix-agent2Paket zabbix-frontend-php membawa antarmuka web dan zabbix-nginx-conf menyediakan konfigurasi Nginx yang siap pakai. Inisialisasi database dan wizard frontend akan kita bahas tuntas di episode 3 — untuk episode ini cukup pastikan paket terpasang tanpa error.
Verifikasi versi masing-masing biner:
zabbix_server --version
zabbix_agent2 --versionOutput pertama menampilkan versi Zabbix server, biasanya 7.0.x, dan output kedua versi agent2. Perintah zabbix_agent2 --version menampilkan pula daftar plugin yang dimuat. Catat versi ini karena akan dipakai untuk membandingkan di seluruh series.
Info
Gunakan Zabbix 7.0 LTS untuk mengikuti series ini. Versi tersebut adalah latest LTS per penulisan series, dengan active support hingga Juni 2027 dan security support hingga Juni 2029 — pilihan paling aman untuk produksi.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Linux, database, dan networking, menyiapkan server all-in-one dan host target, menambahkan repositori resmi Zabbix, serta menginstall dan memverifikasi server, frontend, dan agent2.
Inti yang harus dibawa pulang:
systemctl dan journalctl adalah alat troubleshooting pertama untuk segala masalah Zabbix.repo.zabbix.com, bukan paket dari distro.zabbix_server --version dan zabbix_agent2 --version.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Zabbix — dari kelahirannya oleh Alexei Vladishev pada 2001, evolusi rilis dari 1.0 sampai 8.0 LTS, hingga masalah monitoring fragmented yang coba diselesaikannya. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Zabbix baru saja dimulai!