Belajar Zabbix - Proxy & Distributed Monitoring
Episode 10 of 23

Belajar Zabbix - Proxy & Distributed Monitoring

Episode ini membahas Zabbix Proxy untuk distributed monitoring: instalasi dan konfigurasi zabbix_proxy.conf, perbedaan proxy aktif dan pasif, pilihan database SQLite atau MySQL, serta use case branch office, firewall-NAT, dan scaling untuk banyak host remote.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Semua episode sebelumnya memakai satu server Zabbix yang langsung menghubungi host. Arsitektur ini sempurna untuk satu lokasi, tapi mulai rapuh saat host tersebar di branch office, jaringan dengan NAT ketat, atau lintas negara. Episode 10 ini memperkenalkan Zabbix Proxy — komponen yang memungkinkan monitoring terdistribusi tanpa mengorbankan satu titik kendali.

Konsep dari episode 2 tentang proxy kini menjadi konkret. Kalian akan menginstall proxy di lokasi remote, mengonfigurasi zabbix_proxy.conf, memilih antara proxy aktif dan pasif, lalu mengarahkan host untuk mengirim data lewat proxy. Di akhir episode, satu server pusat bisa memonitor host di lokasi mana pun.

Mengapa Membutuhkan Proxy

Offloading Lokasi Remote

Zabbix Proxy adalah proses yang mengumpulkan data atas nama server di lokasi yang jauh. Proxy mengambil alih collection dari host lokalnya, menyimpan data sementara di database sendiri, lalu mengirimnya ke server secara berkala. Ini mengurangi beban jaringan pusat dan mempercepat akses ke host yang sebenarnya berada dekat dengan proxy.

Proses di Sisi Proxy

Proxy menjalankan proses yang mirip dengan server: poller, trapper, dan housekeeper. Perbedaan utamanya, proxy tidak mengevaluasi trigger — semua evaluasi tetap di server pusat. Proxy hanyalah penyalur data yang andal di lingkungan yang koneksinya tidak selalu stabil.

Instalasi dan Konfigurasi Proxy

Menginstall Paket Proxy

Install di mesin yang berada di lokasi remote. Paket proxy tersedia dalam varian database yang berbeda:

Install proxy dengan dukungan SQLite
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.0/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
dpkg -i zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
apt update
apt install -y zabbix-proxy-sqlite3

Paket zabbix-proxy-sqlite3 memakai database lokal SQLite — pilihan paling sederhana untuk lokasi kecil. Untuk proxy yang menangani banyak host, gunakan varian zabbix-proxy-mysql atau zabbix-proxy-pgsql.

zabbix_proxy.conf: Parameter Inti

File /etc/zabbix/zabbix_proxy.conf menentukan cara proxy berkomunikasi dengan server:

Parameter inti zabbix_proxy.conf
Server=192.168.1.10
Hostname=proxy-branch-jakarta
DBName=zabbix_proxy
DBUser=zabbix
DBPassword=ProxyPassword

Parameter Server berisi alamat server pusat yang akan dihubungi proxy, dan Hostname adalah nama unik proxy yang harus cocok dengan nama proxy di frontend. Perintah systemctl restart zabbix-proxy diterapkan setelah setiap perubahan konfigurasi.

Proxy Aktif versus Proxy Pasif

Arah koneksi menentukan mode kerja:

  • Active proxy: proxy menghubungi server melalui port 10051 dan mengambil data. Cocok untuk lokasi di belakang NAT karena hanya butuh koneksi keluar.
  • Passive proxy: server menghubungi proxy melalui port 10051. Membutuhkan proxy yang bisa dijangkau dari server.

Mode diatur lewat parameter ProxyMode di zabbix_proxy.conf. Untuk mayoritas use case branch office, proxy aktif adalah pilihan yang paling mudah di-deploy.

Database Proxy: SQLite atau MySQL

Memilih Sesuai Skala

Proxy menyimpan data sementara di database lokal sebelum diteruskan ke server:

  • SQLite: nol administrasi, cukup untuk beberapa puluh host.
  • MySQL atau PostgreSQL: untuk ratusan host atau saat proxy juga menjalankan LLD yang berat.

Untuk varian MySQL, siapkan database dan user seperti di episode 3, lalu import schema yang ada di paket zabbix-sql-scripts. Jangan pernah mengarahkan proxy ke database server pusat — keduanya harus terpisah.

Menghubungkan Host ke Proxy

Menambahkan Proxy di Frontend

Proxy didaftarkan di menu Data collection → Proxies dengan nama yang sama persis dengan Hostname di zabbix_proxy.conf. Setelah terdaftar, proxy muncul sebagai opsi saat menambahkan atau mengedit host.

Agent Mengarah ke Proxy

Pada host yang dimonitor lewat proxy, parameter Server dan ServerActive di zabbix_agent2.conf diarahkan ke alamat proxy, bukan server pusat:

Agent mengarah ke proxy
Server=10.0.0.5
ServerActive=10.0.0.5
Hostname=host-branch-01

Dengan konfigurasi ini, agent hanya berkomunikasi dengan proxy yang berada di jaringan lokalnya. Server pusat tetap mengendalikan semuanya lewat proxy tanpa harus menjangkau host secara langsung.

Use Case Nyata: Branch Office dan NAT

Pola deployment yang paling sering ditemui di produksi:

  • Branch office: satu proxy per kantor cabang, semua host lokal mengarah ke proxy.
  • Firewall-NAT: proxy aktif di dalam DMZ, hanya butuh satu koneksi keluar ke server pusat.
  • Scaling host remote: satu proxy menangani ratusan host, mengurangi beban collection server pusat.
Topologi proxy terdistribusi
Server Pusat ── proxy-branch-jakarta ── host branch (10-50 host)
             └─ proxy-dc-surabaya   ── host branch (10-50 host)

Setiap proxy meringankan beban jaringan dan collection. Jika proxy putus dari server, data tetap dikumpulkan dan disimpan sementara — begitu koneksi pulih, data dikirim otomatis. Ini membuat monitoring tetap berjalan meski jaringan antar lokasi tidak stabil.

Warning

Nama proxy harus unik dan stabil. Mengganti nama proxy di frontend tanpa mengubah konfigurasi host akan membuat data lama tidak lagi tercocok dengan host yang sama.

Penutup

Episode 10 membuka skala baru: proxy mengumpulkan data di lokasi remote, menyimpannya sementara, dan meneruskannya ke server pusat. Kalian memahami perbedaan proxy aktif dan pasif, pilihan database SQLite atau MySQL, serta pola branch office dan NAT yang paling umum.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Proxy meng-offload collection di lokasi remote dan menyimpan data sementara.
  • Active proxy menghubungi server; passive proxy dihubungi server.
  • SQLite cukup untuk lokasi kecil; MySQL atau PostgreSQL untuk skala besar.
  • Host mengarahkan agent ke proxy terdekat, bukan ke server pusat.
  • Proxy aktif adalah pilihan utama untuk lingkungan dengan NAT dan firewall ketat.

Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas auto-registration dan discovery — network discovery untuk menemukan perangkat baru, action auto-registration untuk provisioning host otomatis, serta low-level discovery (LLD) untuk menemukan filesystem, interface, dan disk secara dinamis.

Belajar Zabbix - Proxy & Distributed Monitoring | Belajar Zabbix