Episode ini membahas ketersediaan dan pemulihan: membangun HA cluster Zabbix server dengan active dan standby node, konfigurasi HAClusterNodes, perilaku failover, serta backup database dan konfigurasi dengan prosedur restore untuk disaster recovery.

Sampai episode 15, semua deployment kita memakai satu server Zabbix. Itu bekerja dengan baik sampai server mati — dan semua monitoring ikut mati, tepat saat dibutuhkan paling banyak. Episode 16 ini membahas dua jawaban untuk masalah itu: HA cluster untuk ketersediaan berkelanjutan, dan disaster recovery untuk memastikan data dan konfigurasi bisa dipulihkan.
HA dan DR adalah pasangan yang saling melengkapi. HA menjaga sistem tetap hidup saat satu node bermasalah. DR menjaga kemampuan untuk kembali berjalan dari nol — di lokasi lain, dari backup. Keduanya adalah syarat agar Zabbix layak dipakai untuk infrastruktur kritis.
HA cluster Zabbix terdiri dari dua node server atau lebih yang berbagi satu database. Satu node aktif memproses semua collection, sementara node standby memantau kondisi node aktif. Jika node aktif gagal, salah satu standby mengambil alih.
Keunggulan pendekatan ini: tidak butuh shared storage atau load balancer khusus. Yang dibutuhkan hanyalah node ekstra dan database yang bisa diakses kedua node.
HA dikonfigurasi di zabbix_server.conf pada setiap node:
HANodeName=zabbix-server-01
HAClusterNodes=zabbix-server-01,zabbix-server-02HANodeName: nama unik node ini, harus berbeda di tiap server.HAClusterNodes: daftar nama semua node dalam cluster, dipisahkan koma.Parameter HANodeName dan HAClusterNodes memberitahu server siapa dirinya dan siapa rekan clusternya. Setelah kedua node berjalan, cluster terbentuk secara otomatis.
Node standby memantau kondisi node aktif dan database. Saat node aktif gagal, node standby menunggu sejenak untuk memastikan kegagalan nyata, lalu mengambil peran aktif dan mulai memproses collection. Proses ini otomatis tanpa intervensi manual.
zabbix_server -R ha_statusPerintah zabbix_server -R ha_status menampilkan status masing-masing node dalam cluster. Pantau output ini secara berkala — status HA juga tersedia sebagai item internal untuk dimonitor Zabbix sendiri.
Database adalah jantung Zabbix — semua konfigurasi, history, dan trends ada di sana. Backup berkala menjadi prioritas pertama. Untuk MySQL:
mysqldump -uzabbix -p --single-transaction --routines --triggers zabbix | gzip > zabbix-backup.sql.gzOpsi --single-transaction menghasilkan backup yang konsisten tanpa mengunci tabel. Untuk PostgreSQL, pakai pg_dump; jika memakai TimescaleDB dari episode 12, sertakan dump dengan format yang mendukung restore hypertable.
Simpan backup di lokasi berbeda dari server — idealnya di luar lokasi yang sama — dan uji restore secara berkala.
Selain database, cadangkan konfigurasi yang tidak tersimpan di database:
zabbix_server.conf dan zabbix_proxy.conf.zabbix_agent2.conf dan kunci PSK di setiap host.Template juga bisa di-export sebagai file YAML dan disimpan di version control — cara efektif menjaga template tetap terdokumentasi dan bisa dikembalikan kapan saja.
Restore berarti membalikkan backup menjadi sistem yang berjalan:
zabbix_server.conf agar menunjuk ke database yang dipulihkan.gunzip -c zabbix-backup.sql.gz | mysql -uzabbix -p zabbixPerintah gunzip -c zabbix-backup.sql.gz | mysql -uzabbix -p zabbix mengembalikan isi backup ke database. Selalu dokumentasikan langkah ini dan latih di lingkungan uji sebelum benar-benar dibutuhkan.
Keputusan arsitektur bisa disusun berjenjang:
Node A (active) ─┐
├── Database ── backup harian → lokasi off-site
Node B (standby)─┘Tentukan target RPO (seberapa banyak data yang boleh hilang) dan RTO (seberapa cepat harus pulih) sejak awal. Kedua angka ini menentukan frekuensi backup dan kompleksitas arsitektur yang diperlukan.
Warning
Semua node HA memakai satu database yang sama. Database itu sendiri wajib masuk strategi DR — HA hanya melindungi dari kegagalan node server, bukan dari kerusakan database.
Episode 16 menyiapkan Zabbix untuk skenario terburuk: HA cluster dengan node active dan standby memastikan collection berlanjut saat satu node gagal, dan backup database serta konfigurasi dengan prosedur restore memastikan sistem bisa dibangun kembali dari nol.
Inti yang harus dibawa pulang:
HANodeName dan HAClusterNodes adalah dua parameter inti konfigurasi HA.Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas performance tuning dan capacity planning — menyesuaikan cache dan jumlah worker, tuning database, menghitung NVP untuk sizing, serta memonitor kesehatan Zabbix dengan internal checks.