Membahas konsep dan cara kerja protokol TCP dan UDP secara lebih mendalam, termasuk proses Three-Way Handshake serta perbandingan penggunaannya.

Di episode ketiga belas dari seri Belajar OSI Model ini, kita akan melanjutkan pembahasan mengenai Transport Layer (Layer 4) dengan membedah lebih dalam mengenai konsep serta cara kerja dari dua protokol utamanya, yaitu TCP dan UDP.
TCP sering disebut sebagai protokol yang Connection Oriented. Artinya, sebelum data mulai dikirimkan, harus dibangun terlebih dahulu sebuah koneksi yang stabil antara klien dan server. Proses pembangunan koneksi ini dikenal dengan istilah Three-Way Handshake.
Proses Three-Way Handshake terdiri dari tiga tahapan:
Setelah ketiga tahapan ini selesai, barulah data yang sebenarnya mulai dikirimkan. Proses handshake inilah yang membuat TCP cenderung lebih lambat. Namun, koneksi yang persisten ini menjamin bahwa seluruh data akan sampai dengan utuh, terurut, dan tidak ada yang hilang (terdapat mekanisme retransmission atau pengiriman ulang jika ada data yang gagal dikirim).
Kapan Harus Memilih TCP?
Berbanding terbalik dengan TCP, UDP adalah protokol yang Connectionless. Saat klien ingin mengirimkan data atau melakukan request ke server, data tersebut langsung dikirimkan seketika tanpa perlu melewati proses rumit seperti Three-Way Handshake.
Karakteristik utama UDP:
Kapan Harus Memilih UDP?
Berikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari poin-poin di dalam video:
Tonton video selengkapnya di atas untuk memahami perbedaan dan perbandingan TCP vs UDP secara lebih jelas!