Membahas konsep Port pada Transport Layer, analogi penggunaannya, pengelompokan jenis Port, serta cara mengecek Port di Linux.

Di episode keempat belas dari seri Belajar OSI Model ini, kita masih berada dalam lingkup Transport Layer untuk membahas salah satu komponen kuncinya, yaitu Port Number.
Secara teknis, Port Number adalah nilai 16-bit pada Transport Layer yang disimpan dalam bentuk biner, namun umumnya ditampilkan kepada kita dalam format desimal. Rentang angka sebuah Port dimulai dari 0 hingga 65.535 (didapatkan dari perhitungan $2^16$).
Agar lebih mudah dipahami, kita bisa menganalogikan IP Address dan Port seperti sebuah rumah:
Di dalam sebuah server dengan satu IP Address, bisa terdapat banyak "ruangan" aplikasi atau layanan (service) yang berjalan secara bersamaan. Sebagai contoh, di server 192.168.1.2, layanan SSH mungkin berjalan di kamar nomor 22, layanan web (HTTP) di kamar nomor 80, dan database MySQL di kamar nomor 3306.
Untuk mengakses layanan tertentu, format penulisannya (binding) adalah menggabungkan IP Address dan Port yang dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Contoh: 192.168.1.2:3306. Nomor port bawaan (default) pada sebuah layanan juga bisa diubah atau di-custom selama port tujuan belum digunakan oleh layanan lain agar tidak terjadi bentrok.
Berdasarkan standarisasi, penggunaan Port dibagi menjadi tiga rentang utama:
Well-Known Ports (0 - 1023) Port ini dikhususkan untuk layanan sistem utama atau Operating System. Port di rentang ini sudah memiliki standar baku secara global. Contoh: FTP (21), SSH (22), SMTP (25), HTTP (80), HTTPS (443).
Registered Ports (1024 - 49.151) Port ini didaftarkan dan ditetapkan oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) untuk digunakan oleh aplikasi atau layanan spesifik dari pihak ketiga. Contoh: Node.js/Next.js (3000), MySQL (3306), Vite JS (5173), Redis (6379), ElasticSearch (9200).
Dynamic / Private / Ephemeral Ports (49.152 - 65.535) Port ini sering disebut sebagai ephemeral port atau port sementara. Port di rentang ini tidak terikat pada layanan tertentu secara permanen, melainkan dipilih secara acak oleh Operating System untuk membuka jalur koneksi dari sisi klien ke server. Saat koneksi selesai, port ini akan langsung ditutup kembali.
Sebagai tambahan praktik, jika Anda menggunakan sistem operasi berbasis Linux, Anda bisa mengecek aplikasi apa saja yang sedang menggunakan port tertentu menggunakan perintah netstat.
Contoh perintah untuk mengecek aplikasi yang berjalan di port 5173:
netstat -tunlp | grep 5173
Hasil dari perintah ini akan menampilkan informasi mengenai protokol (misalnya TCP), binding IP (127.0.0.1:5173), dan nama aplikasi yang sedang menggunakannya (misalnya node).
Berikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari poin-poin di dalam video:
netstat.