Series/OSI Model/Episode 5
Episode 5 of 19

BELAJAR OSI MODEL - [EPISODE 5 - LAYER 3 NETWORK]

Membahas Layer 3 (Network Layer) pada OSI Model, fungsi routing, anatomi IP Address, serta perbandingan antara IPv4 dan IPv6.

Architek ID
Architek IDMarch 9, 2026
0 views
1 min read

Di episode kelima dari seri Belajar OSI Model ini, kita akan melanjutkan pembahasan naik satu tingkat lagi menuju Layer 3 atau Network Layer.

Apa itu Network Layer?

Network Layer adalah lapisan yang bertugas menangani routing (perutean) dan pengalamatan logis (logical addressing) menggunakan IP Address. Lapisan ini sangat krusial karena berfungsi untuk menentukan jalur terbaik yang akan dilalui oleh sekumpulan data saat melintasi sebuah jaringan komputer yang luas.

Struktur IP Address

IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat logis yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah perangkat secara unik di dalam jaringan. Secara umum, IP Address memuat dua bagian utama:

  1. Network ID: Berfungsi untuk menunjukkan di jaringan mana perangkat tersebut berada.
  2. Host ID: Berfungsi untuk menunjukkan identitas spesifik perangkat (host) di dalam jaringan tersebut.

Sebagai contoh, mari kita bedah alamat IP 192.168.1.10/24:

  • Rentang angka 192.168.1 merupakan Network ID.
  • Angka 10 merupakan Host ID.
  • Tambahan /24 di bagian akhir disebut sebagai CIDR Notation (yang akan dibahas lebih mendalam pada materi terpisah).

Jenis-Jenis IP Address: IPv4 vs IPv6

Dalam perkembangannya, terdapat dua jenis IP Address yang digunakan dalam dunia jaringan komputer:

1. IPv4 (Internet Protocol version 4)

  • Terdiri dari 32-bit.
  • Contoh penulisan standar: 192.168.1.1.
  • Memiliki kapasitas maksimal menampung sekitar 4,3 miliar alamat (diperoleh dari 2^32).
  • Fakta Menarik: Pada awalnya, 4,3 miliar alamat diprediksi akan sangat cukup untuk seluruh komputer di dunia. Namun dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini di mana satu orang bisa memiliki banyak device (smartphone, laptop, dsb.), ditambah lagi dengan menjamurnya perangkat IoT (Internet of Things) hingga kulkas pintar yang terhubung ke internet, alokasi alamat IPv4 ini sudah hampir habis tersita seluruhnya.

2. IPv6 (Internet Protocol version 6)

  • Diciptakan secara khusus untuk mengatasi masalah kehabisan kuota alamat pada IPv4.
  • Terdiri dari 128-bit.
  • Contoh penulisan standar: 2001:0db8::0021.
  • Memiliki kapasitas penampungan alamat yang secara hitungan matematis sangat masif dan bisa dibilang tidak terbatas (tak terhingga), sehingga aman untuk pertumbuhan perangkat di masa depan.

Berikut adalah poin-poin pembahasan di dalam video beserta rentang waktunya:

  • [00:00:00] Pengenalan Layer 3 (Network Layer) dan perannya dalam proses routing.
  • [00:00:19] Definisi IP Address sebagai logical addressing dalam jaringan.
  • [00:00:31] Membedah anatomi IP Address (Network ID dan Host ID).
  • [00:00:59] Contoh pemecahan komponen IP 192.168.1.10/24 dan pengenalan CIDR notation.
  • [00:01:36] Penjelasan tentang IPv4 dan contoh format penulisannya.
  • [00:02:01] Fakta menarik tentang keterbatasan kapasitas IPv4 akibat menjamurnya smart device dan IoT.
  • [00:02:46] Penjelasan tentang IPv6 sebagai solusi masa depan dengan kapasitas alamat tanpa batas.

Tonton video selengkapnya di atas untuk mendapatkan ilustrasi visual yang lebih jelas mengenai cara kerja IP Address!