Series/OSI Model/Episode 7
Episode 7 of 19

BELAJAR OSI MODEL - [EPISODE 7 - CARA MENGHITUNG IPv4]

Mempelajari cara menghitung alamat IPv4 dari representasi biner ke desimal, serta memahami konsep subnetting menggunakan Subnet Mask dan CIDR.

Architek ID
Architek IDMarch 9, 2026
0 views
2 min read

Di episode ketujuh seri Belajar OSI Model ini, kita akan membahas lebih teknis mengenai bagaimana cara menghitung alamat IP versi 4 (IPv4) dan memahami konsep dasar Subnetting.

Cara Menghitung IPv4 (Biner ke Desimal)

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, IPv4 terdiri dari 32-bit yang dibagi menjadi 4 oktet (bagian). Masing-masing oktet terdiri dari 8 bit (didapat dari 32 dibagi 4). Nilai dari IP Address yang biasa kita lihat dalam bentuk desimal (seperti 192.168.1.10) sebenarnya berasal dari representasi bilangan biner (kombinasi angka 0 dan 1).

Karena setiap oktet memiliki 8 bit, nilai maksimalnya direpresentasikan oleh pangkat basis dua ($2^n$). Apabila bit tersebut bernilai 1, maka kita akan menjumlahkan nilai desimalnya dari kanan ke kiri:

  • Bit ke-1 (paling kanan) = $2^0$ = 1
  • Bit ke-2 = $2^1$ = 2
  • Bit ke-3 = $2^2$ = 4
  • Bit ke-4 = $2^3$ = 8
  • Bit ke-5 = $2^4$ = 16
  • Bit ke-6 = $2^5$ = 32
  • Bit ke-7 = $2^6$ = 64
  • Bit ke-8 (paling kiri) = $2^7$ = 128

Jika semua bit dalam satu oktet bernilai 11111111, maka jumlah total desimalnya adalah 255 (128+64+32+16+8+4+2+1). Dari konsep inilah angka-angka pada IP Address versi 4 terbentuk.

Pengenalan Subnetting

Subnetting adalah sebuah teknik pembagian jaringan untuk menciptakan beberapa subjaringan (subnet) dengan ruang alamat yang lebih terkontrol. Tujuannya adalah agar administrator jaringan dapat:

  • Mengatur jumlah host secara spesifik.
  • Membatasi area Broadcast Domain.
  • Mengoptimalkan penggunaan alokasi IP Address agar tidak ada yang terbuang percuma.

Ada dua metode penulisan pembagian jaringan ini:

  1. Subnet Mask: Format penulisan desimal 32-bit yang menampilkan nilai mask secara penuh (contoh: 255.255.255.0). Sering disebut representasi lama/klasik.
  2. CIDR (Classless Inter-Domain Routing): Format penulisan modern berupa notasi prefix yang menunjukkan jumlah bit network (contoh: /24).

Cara Menghitung Kapasitas Host

Salah satu fungsi utama subnetting adalah mengetahui berapa banyak IP Address (host) yang bisa digunakan dalam sebuah jaringan. Rumus untuk menghitung jumlah usable host adalah:

2^32 - 2

Mengapa dikurangi 2 di akhir? Karena dalam sebuah subnet, ada dua buah IP Address khusus yang sudah dipesan sistem dan tidak bisa digunakan oleh perangkat (komputer/laptop):

  1. Network Address: IP pertama dalam rentang tersebut yang digunakan sebagai identitas jaringan (contoh: 192.168.1.0).
  2. Broadcast Address: IP terakhir dalam rentang tersebut yang digunakan untuk mengirim pesan secara bersamaan (broadcast) ke seluruh perangkat di jaringan (contoh: 192.168.1.255).

Sebagai tambahan, terdapat satu IP khusus lagi yaitu Default Gateway. Alamat ini biasanya disematkan pada router dan digunakan sebagai gerbang untuk keluar-masuk lalu lintas data menuju jaringan yang berbeda. Umumnya, administrator menempatkan gateway di awal (.1) atau di akhir (.254) dari rentang IP yang bisa digunakan (usable host).

Berikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari perhitungan di dalam video:

  • [00:00:01] Cara menghitung IPv4 dan konsep pembagian 32-bit ke dalam 4 oktet.
  • [00:00:55] Tabel representasi Biner ke Desimal (basis pangkat dua).
  • [00:02:10] Contoh simulasi menghitung konversi IP 192.168.1.10 dari biner ke desimal secara manual.
  • [00:04:32] Apa itu Subnetting dan tujuannya.
  • [00:05:05] Perbedaan Subnet Mask dan CIDR notation.
  • [00:06:52] Konfigurasi jaringan dan pembagian porsi Network ID serta Host ID.
  • [00:08:18] Penjelasan asal angka 255 pada Subnet Mask.
  • [00:09:49] Mengapa Subnetting itu penting dalam mendesain topologi jaringan.
  • [00:10:05] Rumus dan cara menghitung usable host address.
  • [00:11:02] Penjelasan Network Address dan Broadcast Address.
  • [00:11:55] Pengertian Default Gateway dan praktik penerapannya.

Tonton video selengkapnya di atas untuk menyimak langkah demi langkah perhitungannya secara visual!