Membahas konsep dasar routing (Static, Dynamic, Default) serta melihat contoh implementasi topologi jaringan secara nyata di lingkungan rumah.

Di episode kedelapan dari seri Belajar OSI Model ini, kita masih berada di Layer 3 (Network Layer) untuk membahas konsep Routing dan melihat secara langsung bagaimana implementasi nyatanya pada topologi jaringan.
Routing adalah sebuah proses menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket data dari satu jaringan (network) ke jaringan lainnya. Secara umum, routing dibagi menjadi tiga jenis utama:
Static Routing Routing jenis ini dikonfigurasi dan didefinisikan secara manual oleh administrator. Jalur-jalurnya ditentukan secara eksplisit dan tidak berubah secara otomatis. Kelebihannya adalah lebih aman dan lebih mudah dikontrol, sehingga sangat cocok untuk jaringan berskala kecil.
Dynamic Routing Berbeda dengan tipe statis, routing dinamis tidak perlu dikonfigurasi secara eksplisit untuk setiap jalurnya. Router akan menggunakan protokol khusus untuk saling bertukar informasi tabel routing (routing table) secara otomatis. Jika ada perubahan pada topologi jaringan, router akan menyesuaikan jalurnya dengan sendirinya. Hal ini membuatnya sangat ideal untuk jaringan yang besar dan kompleks. Contoh protokol Dynamic Routing: RIP, OSPF, EIGRP, dan BGP.
Default Routing
Routing ini digunakan ketika router tidak memiliki jalur spesifik yang cocok untuk tujuan paket data. Penulisannya biasa disimbolkan dengan 0.0.0.0/0. Tipe routing ini sangat umum digunakan untuk mengarahkan seluruh lalu lintas data (traffic) yang tidak dikenali menuju internet.
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, video ini juga membedah implementasi Layer 3 pada topologi jaringan rumah:
172.16.32.254/24.172.16.32.0/24.10.10.10.0/24 (Laptop mendapat IP 10.10.10.4 dengan Gateway 10.10.10.254).10.10.20.0/24 (Mini PC mendapat IP 10.10.20.100 dengan Gateway 10.10.20.1).Melalui konfigurasi ini, kita dapat melihat dengan jelas fungsi Gateway Address pada komputer (misalnya laptop), di mana alamat gateway tersebut sebenarnya menunjuk kembali ke Host Address dari port router yang terhubung dengannya. Begitu pula pada Routing Table di Mikrotik, terdapat konfigurasi Default Route (0.0.0.0/0) yang mengarah ke IP Modem (172.16.32.254) agar perangkat di bawah router bisa terhubung ke internet.
Berikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari poin-poin di atas:
Tonton video selengkapnya di atas untuk melihat konfigurasi dan Routing Table pada Mikrotik secara langsung!