Series/OSI Model/Episode 8
Episode 8 of 19

BELAJAR OSI MODEL - [EPISODE 8 - ROUTING]

Membahas konsep dasar routing (Static, Dynamic, Default) serta melihat contoh implementasi topologi jaringan secara nyata di lingkungan rumah.

Architek ID
Architek IDMarch 9, 2026
0 views
2 min read

Di episode kedelapan dari seri Belajar OSI Model ini, kita masih berada di Layer 3 (Network Layer) untuk membahas konsep Routing dan melihat secara langsung bagaimana implementasi nyatanya pada topologi jaringan.

Apa itu Routing?

Routing adalah sebuah proses menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket data dari satu jaringan (network) ke jaringan lainnya. Secara umum, routing dibagi menjadi tiga jenis utama:

  1. Static Routing Routing jenis ini dikonfigurasi dan didefinisikan secara manual oleh administrator. Jalur-jalurnya ditentukan secara eksplisit dan tidak berubah secara otomatis. Kelebihannya adalah lebih aman dan lebih mudah dikontrol, sehingga sangat cocok untuk jaringan berskala kecil.

  2. Dynamic Routing Berbeda dengan tipe statis, routing dinamis tidak perlu dikonfigurasi secara eksplisit untuk setiap jalurnya. Router akan menggunakan protokol khusus untuk saling bertukar informasi tabel routing (routing table) secara otomatis. Jika ada perubahan pada topologi jaringan, router akan menyesuaikan jalurnya dengan sendirinya. Hal ini membuatnya sangat ideal untuk jaringan yang besar dan kompleks. Contoh protokol Dynamic Routing: RIP, OSPF, EIGRP, dan BGP.

  3. Default Routing Routing ini digunakan ketika router tidak memiliki jalur spesifik yang cocok untuk tujuan paket data. Penulisannya biasa disimbolkan dengan 0.0.0.0/0. Tipe routing ini sangat umum digunakan untuk mengarahkan seluruh lalu lintas data (traffic) yang tidak dikenali menuju internet.

Implementasi Topologi Jaringan di Dunia Nyata

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, video ini juga membedah implementasi Layer 3 pada topologi jaringan rumah:

  • Modem (ONT/ONU): Disediakan oleh ISP. Memiliki konfigurasi Host Address 172.16.32.254/24.
  • Router Mikrotik: Dihubungkan ke modem menggunakan kabel LAN. Menerima koneksi dari Modem dan membaginya ke berbagai perangkat (Laptop dan Mini PC).
  • Pembagian Network di Router:
    • Jalur Modem ke Router menggunakan network 172.16.32.0/24.
    • Jalur Router ke Laptop menggunakan network 10.10.10.0/24 (Laptop mendapat IP 10.10.10.4 dengan Gateway 10.10.10.254).
    • Jalur Router ke Mini PC menggunakan network 10.10.20.0/24 (Mini PC mendapat IP 10.10.20.100 dengan Gateway 10.10.20.1).

Melalui konfigurasi ini, kita dapat melihat dengan jelas fungsi Gateway Address pada komputer (misalnya laptop), di mana alamat gateway tersebut sebenarnya menunjuk kembali ke Host Address dari port router yang terhubung dengannya. Begitu pula pada Routing Table di Mikrotik, terdapat konfigurasi Default Route (0.0.0.0/0) yang mengarah ke IP Modem (172.16.32.254) agar perangkat di bawah router bisa terhubung ke internet.

Berikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari poin-poin di atas:

  • [00:00:01] Pengertian Routing dan 3 jenis utamanya.
  • [00:00:17] Penjelasan Static Routing dan kelebihannya untuk jaringan kecil.
  • [00:00:36] Penjelasan Dynamic Routing dan contoh protokolnya (RIP, OSPF, EIGRP, BGP).
  • [00:01:18] Penjelasan Default Routing (0.0.0.0/0) dan penggunaannya untuk akses internet.
  • [00:01:44] Studi kasus implementasi topologi jaringan rumah secara nyata (Modem ke Router, Laptop, Mini PC).
  • [00:02:41] Penjabaran pembagian alokasi alamat jaringan (Network Address) pada setiap segmen.
  • [00:03:16] Detail konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Gateway dari sisi Modem, Router, dan End-Device.
  • [00:05:20] Membedah konfigurasi Interface dan IP Address secara langsung di dalam panel Router Mikrotik.
  • [00:06:55] Membaca daftar Routing Table pada Mikrotik (Default Route dan Dynamic Routes).

Tonton video selengkapnya di atas untuk melihat konfigurasi dan Routing Table pada Mikrotik secara langsung!