Belajar AlmaLinux - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya
Episode 1 of 23

Belajar AlmaLinux - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya

Menelusuri lahirnya AlmaLinux sebagai rebuild RHEL yang gratis dan community-owned: dari penghentian CentOS Linux pada Desember 2020, berdirinya AlmaLinux OS Foundation, rilis 8.0 hingga 10.2, sampai alasan mengapa 1:1 bug-for-bug compatibility dan lifecycle 10 tahun membuatnya layak dipakai di produksi.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Di episode 0 sebelumnya kita menyiapkan environment: memastikan skill dasar Linux kalian siap, menyiapkan lab VM atau VPS, dan memverifikasi bahwa sistem AlmaLinux berjalan dengan baik. Pada episode kali ini kita akan menarik napas sejenak dari hands-on dan menjawab pertanyaan paling mendasar: mengapa AlmaLinux ada? Tanpa memahami masalah yang ingin dipecahkan, kalian hanya akan menghafal perintah tanpa pernah paham kapan dan kenapa perintah itu diperlukan.

Kita akan menelusuri sejarah kelahiran AlmaLinux, memahami apa itu "rebuild RHEL", melihat bagaimana AlmaLinux OS Foundation mengelola distribusi ini, dan menilai secara jujur mengapa ribuan perusahaan dan administrator memilihnya untuk sistem produksi. Seperti kata pepatah, kita perlu memahami masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Asal Usul: Matinya CentOS Linux

Cerita AlmaLinux tidak bisa lepas dari nasib CentOS Linux. Selama bertahun-tahun, CentOS adalah pilihan utama admin yang ingin memakai sistem operasi kompatibel RHEL tanpa membayar lisensi. Namun pada Desember 2020, Red Hat mengumumkan perubahan haluan: CentOS Linux tidak lagi menjadi rebuild RHEL yang stabil, dan fokusnya dialihkan ke CentOS Stream — distribusi rolling yang posisinya berada di antara Fedora dan RHEL.

Keputusan ini menimbulkan gejolak besar di komunitas. Ribuan server produksi yang bergantung pada CentOS harus mencari pengganti, dan waktu yang tersedia tidak banyak. Dari kekosongan itulah muncul dua proyek besar hampir bersamaan: AlmaLinux dan Rocky Linux.

TahunTonggak AlmaLinux
Desember 2020Red Hat mengumumkan perubahan arah CentOS
Awal 2021AlmaLinux OS diluncurkan sebagai rebuild RHEL gratis
Maret 2021Rilis AlmaLinux 8.0 — versi pertama yang stabil
Mei 2022Rilis AlmaLinux 9.0
Juni 2025Rilis AlmaLinux 10.0 berbasis RHEL 10
Mei 2026Rilis AlmaLinux 10.2 — versi terbaru saat ini

Apa Itu Rebuild RHEL?

Untuk memahami AlmaLinux, kalian harus paham istilah rebuild. Red Hat Enterprise Linux (RHEL) adalah distribusi komersial — source code-nya tersedia untuk umum, tetapi build resminya berbayar. Proyek rebuild mengambil source code tersebut, membangun ulang tanpa logo dan merek Red Hat, lalu mendistribusikannya secara gratis.

Ini berarti setiap package di AlmaLinux dibangun dari SRPM (Source RPM) yang sama dengan RHEL. Hasilnya adalah sistem yang 1:1 binary-compatible: binary yang dikompilasi untuk RHEL berjalan mulus di AlmaLinux, dan sebaliknya. Aplikasi yang diuji untuk RHEL dijamin berjalan di AlmaLinux tanpa perubahan apa pun.

Cek identitas dan versi AlmaLinux
cat /etc/os-release

Output akan menunjukkan ID=almalinux dan VERSION_ID sesuai rilis yang kalian pakai. Inilah bukti pertama bahwa kalian menjalankan AlmaLinux, bukan RHEL — walaupun keduanya tidak bisa dibedakan dari segi binary.

AlmaLinux OS Foundation: Komunitas, Bukan Vendor

Salah satu hal yang membedakan AlmaLinux dari pendahulunya adalah model pengelolaan. AlmaLinux dikelola oleh AlmaLinux OS Foundation — organisasi non-profit yang dimiliki dan dijalankan oleh komunitas, bukan oleh satu vendor atau perusahaan tunggal.

Prinsip ini penting karena membawa tiga dampak nyata:

  1. Transparansi — seluruh proses build dan keputusan pengelolaan bersifat terbuka dan bisa diaudit publik.
  2. Independensi — tidak ada satu perusahaan pun yang bisa mengubah arah distribusi demi kepentingan komersialnya.
  3. Kontinuitas — keputusan diambil oleh komunitas yang punya kepentingan jangka panjang pada stabilitas distribusi.

Info

Model community-owned inilah yang membuat banyak organisasi merasa aman. Ketika sebuah distro dikendalikan satu vendor, arahnya bisa berubah sewaktu-waktu — persis seperti yang terjadi pada CentOS. Dengan fondasi non-profit, risiko semacam itu jauh lebih kecil.

Mengapa AlmaLinux: Keunggulan yang Membuatnya Dipakai

Setelah memahami sejarahnya, mari kita telaah alasan praktis mengapa AlmaLinux layak dipilih untuk produksi.

Kompatibilitas 1:1 Bug-for-Bug dengan RHEL

AlmaLinux dibangun dari source RHEL yang sama, sehingga kompatibilitasnya bukan sekadar "kebanyakan sama" — melainkan bug-for-bug compatible. Perilaku sistem, termasuk quirk dan bug yang sudah diketahui, konsisten dengan RHEL. Ini krusial bagi kalian yang menjalankan aplikasi enterprise: apa pun yang berjalan di RHEL akan berjalan identik di AlmaLinux.

Gratis dan Tanpa Biaya Lisensi

RHEL adalah produk berbayar yang butuh subscription. AlmaLinux gratis untuk dipakai di jumlah server berapa pun — tanpa biaya lisensi, tanpa jumlah node minimum, tanpa limitasi. Ini membuatnya ideal untuk lab, homelab, maupun production skala besar dengan anggaran terbatas.

Lifecycle 10 Tahun

Setiap rilis major AlmaLinux didukung selama 10 tahun — kombinasi Full Support dan Maintenance Support. Kalian tidak akan dipaksa upgrade setiap beberapa bulan. Ini sangat penting untuk lingkungan enterprise yang mengutamakan stabilitas.

ELevate: Migrasi Tanpa Instalasi Ulang

AlmaLinux mengembangkan ELevate — tool berbasis Leapp yang memungkinkan migrasi in-place antar versi major, misalnya dari 8 ke 9 atau 9 ke 10, tanpa perlu install ulang. Ini berbeda dari kebanyakan upgrade major yang biasanya butuh reinstall. Detail lengkap ELevate akan kita bahas di episode 20.

Perbandingan Singkat dengan Alternatif

Untuk memberi perspektif, berikut posisi AlmaLinux di antara beberapa alternatif:

DistroBasisLisensiModel KelolaCocok Untuk
AlmaLinuxRHEL (rebuild 1:1)GratisNon-profit komunitasProduksi RHEL-compatible gratis
Rocky LinuxRHEL (rebuild 1:1)GratisRESFProduksi RHEL-compatible gratis
CentOS StreamRHEL (upstream)GratisRed HatRolling, development
RHELRHEL (asli)BerbayarRed HatEnterprise yang butuh support resmi

Perbandingan mendalam antara AlmaLinux dan para pesaingnya akan kita bahas menyeluruh di episode 22 sebagai episode penutup series ini.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Mengira AlmaLinux adalah "RHEL bajakan". Salah besar — AlmaLinux adalah distribusi legal yang dibangun dari source code yang memang tersedia publik. Lisensi dan modelnya transparan.
  2. Mengira AlmaLinux sama dengan CentOS Stream. CentOS Stream adalah upstream rolling; AlmaLinux adalah rebuild stabil yang posisinya persis menggantikan CentOS Linux lama.
  3. Mengira "1:1 compatible" berarti semua package identik. Branding berbeda, dan beberapa package khusus Red Hat tidak tersedia — tetapi binary compatibility-nya yang menjadi jaminan utama.
  4. Lupa memeriksa versi sebelum mengambil keputusan. Selalu cek cat /etc/os-release untuk memastikan versi yang berjalan di server kalian.
  5. Mengabaikan jadwal rilis minor. AlmaLinux merilis versi minor berkala (misalnya 10.1, 10.2). Menunda update minor terlalu lama membuat kalian kehilangan security backport dan perbaikan bug penting. Atur jadwal update rutin sejak awal, dan gunakan dnf5 check-update untuk memantau ketersediaan pembaruan.

Ingat: hampir semua masalah yang muncul di AlmaLinux punya jawaban di dokumentasi resmi docs.almalinux.org atau forum komunitas. Menjadi administrator yang baik bukan berarti hafal semua perintah, melainkan tahu ke mana mencari jawaban yang tepat.

Dengan menjauhi kesalahan-kesalahan umum di atas, perjalanan kalian mengenal AlmaLinux akan jauh lebih mulus sejak episode pertama ini.

Penutup

Pada episode 1 ini kita telah menelusuri mengapa AlmaLinux lahir: matinya CentOS Linux pada Desember 2020, kelahiran AlmaLinux sebagai rebuild RHEL gratis yang dikelola komunitas, perjalanan rilis dari 8.0 hingga 10.2, serta alasan praktis mengapa ia layak dipakai di produksi — kompatibilitas 1:1, gratis, transparan, lifecycle 10 tahun, dan ELevate.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • AlmaLinux lahir sebagai jawaban atas penghentian CentOS Linux pada akhir 2020.
  • Ia adalah rebuild RHEL yang dibangun dari SRPM yang sama — 1:1 binary-compatible.
  • Dikelola AlmaLinux OS Foundation yang non-profit dan community-owned — bukan oleh satu vendor.
  • Keunggulan utamanya: gratis, transparan, lifecycle 10 tahun, dan ELevate untuk migrasi tanpa reinstall.
  • Verifikasi identitas dengan cat /etc/os-release di setiap mesin.

Pemahaman "mengapa" ini menjadi fondasi untuk memahami "bagaimana" AlmaLinux bekerja. Di episode 2 selanjutnya, kita akan membahas konsep dasar & arsitektur utama — membedah proses build dari SRPM RHEL menjadi repositori AlmaLinux, memahami peran kernel, dnf5, systemd, SELinux, firewalld, Cockpit, hingga repositori BaseOS dan AppStream yang menyusun keseluruhan sistem. Pastikan tetap semangat, karena dari sinilah kalian mulai benar-benar memahami cara kerja AlmaLinux dari dalam!

Belajar AlmaLinux - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya | Belajar AlmaLinux