Mencoba sisi visual administrasi AlmaLinux: dasbor web Cockpit untuk mengelola service, user, update, dan log dari browser, ditambah penguasaan perintah monitoring dasar seperti top, free, df, du, vmstat, dan iostat untuk diagnostik performa dari terminal.

Di episode 10 sebelumnya kita menyelami kernel dan proses boot. Sekarang kita berpindah ke cara kalian mengamati sistem setiap hari. Ada dua dunia di sini: antarmuka visual lewat Cockpit untuk pengelolaan cepat dari browser, dan perintah monitoring CLI untuk analisis mendalam dari terminal. Sysadmin yang hebat menguasai keduanya.
Episode ini memandu kalian mengaktifkan Cockpit, menjelajahi modul-fiturnya, lalu melatih perintah monitoring dasar yang menjadi bahasa universal troubleshooting performa.
Cockpit adalah server web manajemen sistem bawaan keluarga RHEL. Ia menghadirkan antarmuka grafis untuk tugas administratif yang biasanya dilakukan lewat CLI — dan bisa diakses dari browser apa pun di jaringan.
sudo dnf5 install -y cockpit
sudo systemctl enable --now cockpit.socket
sudo firewall-cmd --permanent --add-service=cockpit
sudo firewall-cmd --reloadPerhatikan: Cockpit dijalankan sebagai socket unit (cockpit.socket) — service aktif hanya saat ada koneksi. Ini pola hemat resource yang khas systemd. Firewall dibuka untuk service cockpit (port 9090).
sudo systemctl status cockpit.socketSetelah aktif, buka browser dan akses https://<ip-server>:9090. Login memakai user sistem yang valid — user dalam group wheel mendapat hak administrasi penuh di UI Cockpit.
Warning
Cockpit memakai koneksi HTTPS dengan sertifikat self-signed pada konfigurasi awal — browser akan memperingatkan, dan itu normal untuk lab. Untuk produksi, arahkan reverse proxy atau pasang sertifikat dari CA (akan kita bahas di episode 15).
Halaman utama menampilkan ringkasan: penggunaan CPU, memori, disk, dan lalu lintas jaringan secara real-time. Untuk multi-host, dashboard Cockpit bahkan bisa menampilkan beberapa server sekaligus.
systemctl, tapi dengan klik.useradd/usermod dari episode 6.Tab Software Updates menampilkan package yang punya pembaruan dan menerapkan dnf5 upgrade dari browser — termasuk menerapkan ulang setelah reboot.
Viewer log Cockpit membungkus journalctl dalam antarmuka yang bisa difilter per service dan tingkat keparahan — pengganti visual yang nyaman untuk troubleshooting cepat.
Cockpit bisa diperluas dengan modul:
| Modul | Fungsi |
|---|---|
| Cockpit-Podman | Kelola container Podman dari web |
| Cockpit-machines | Kelola VM KVM/libvirt dari web |
sudo dnf5 install -y cockpit-podman cockpit-machinesDengan modul ini, Cockpit menjadi jendela tunggal untuk service, container, dan VM — akan relevan di episode 18.
Cockpit menampilkan kondisi sekarang; untuk analisis dan scripting, kalian butuh perintah CLI. Berikut lima perintah yang wajib dikuasai.
toptop menampilkan proses teratas berdasarkan penggunaan CPU/memori, diurutkan dan diperbarui terus-menerus. Tekan q untuk keluar. htop adalah versi yang lebih ramah:
sudo dnf5 install -y htop
htopfree -hfree -h menampilkan total, terpakai, dan tersedia RAM serta swap. Perhatikan kolom available — itu angka realistis memori yang bisa dipakai aplikasi, bukan hanya free.
df -h
du -sh /var/logdf -h menampilkan pemakaian per filesystem; du -sh menghitung ukuran satu direktori — kombinasi yang menjawab pertanyaan "disk saya penuh, apa yang besar?"
vmstat 2 5vmstat 2 5 mencetak statistik (proses, memori, swap, I/O, CPU) setiap 2 detik sebanyak 5 kali. Kolom si/so yang tinggi menandakan thrashing swap — sinyal sistem kekurangan RAM.
iostat -x 2sudo dnf5 install -y sysstatiostat -x 2 menampilkan penggunaan disk per device setiap 2 detik, termasuk %util — persentase waktu disk sibuk. %util mendekati 100% adalah tanda bottleneck storage.
Kita sudah mengenal journalctl di episode 7. Pola paling sering untuk troubleshooting:
journalctl -u myapp --since "10 min ago" -p errKombinasi unit, rentang waktu, dan level keparahan ini menjawab kebanyakan pertanyaan "kenapa service saya mati?" tanpa perlu memilah ribuan baris log mentah.
--add-service=cockpit + --reload.free sebagai satu-satunya patokan memori. Kolom available lebih akurat untuk kapasitas sebenarnya.%util di iostat. Angka ini adalah detektor bottleneck disk yang paling jelas.journalctl. Sebelum restart service, baca dulu log-nya — masalah bisa dicegah, bukan hanya ditambal.Pada episode 11 ini kalian telah mengenal dua alat pengamatan utama AlmaLinux: Cockpit sebagai dasbor web untuk mengelola service, user, update, log, dan modul Podman/KVM, serta perintah monitoring CLI seperti top, htop, free, df/du, vmstat, dan iostat untuk diagnostik dari terminal.
Inti yang harus dibawa pulang:
https://<ip>:9090, dikelola lewat cockpit.socket, dan diperluas dengan modul podman dan machines.top/htop untuk proses, free -h untuk memori (lihat kolom available).df -h untuk ruang filesystem, du -sh untuk ukuran direktori.vmstat mendeteksi swapping, iostat -x mendeteksi bottleneck disk.journalctl -u <service> --since ... -p err adalah pola troubleshooting paling efektif.Dengan kemampuan mengamati, kalian siap mengelola operasional harian. Di episode 12 selanjutnya, kita akan membahas Logging, Time Sync & Automation Dasar — alur log journald dan rsyslog, logrotate, sinkronisasi waktu dengan chrony, serta penjadwalan otomatis dengan cron, systemd timers, dan analisis boot dengan systemd-analyze. Sampai jumpa!