Belajar AlmaLinux - Kernel, Boot & Kernel Modules
Episode 10 of 23

Belajar AlmaLinux - Kernel, Boot & Kernel Modules

Memahami perjalanan sistem dari tombol daya hingga shell: firmware UEFI, GRUB2, kernel, dan initramfs, plus manajemen versi kernel dengan grubby, tuning parameter runtime lewat sysctl, dan pengelolaan kernel modules dengan modprobe dan lsmod.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 9 sebelumnya kita mengatur jaringan dan firewall. Sekarang kita menyentuh bagian paling fundamental sekaligus paling menakutkan bagi banyak admin: kernel dan proses boot. Ketika sistem gagal boot, semua keahlian lain menjadi tidak berguna — dan kemampuan memahami serta memperbaiki boot adalah pembeda sysadmin biasa dengan sysadmin senior.

Episode ini membedah perjalanan sistem dari tombol daya hingga shell login, lalu membahas manajemen kernel: memilih versi, tuning parameter, dan mengelola modul.

Proses Boot: Dari Firmware ke Systemd

Boot Linux bukan satu lompatan — melainkan rantai komponen yang saling memanggil:

Rantai boot AlmaLinux
Firmware (UEFI/BIOS)
    -> GRUB2 bootloader
        -> Kernel + initramfs (dracut)
            -> systemd (PID 1)
                -> targets & services

Mari kita telaah satu per satu.

Firmware: UEFI dan BIOS

Saat tombol daya ditekan, firmware (UEFI pada mesin modern, atau BIOS pada mesin lama) melakukan self-test dan mencari bootloader. Di episode 3 kita membahas Secure Boot — verifikasi tanda tangan komponen boot yang menjadi fitur andalan firmware UEFI.

GRUB2

GRUB2 adalah bootloader default AlmaLinux. Ia membaca konfigurasi dari /boot/grub2/grub.cfg, menampilkan menu (jika lebih dari satu kernel), lalu memuat kernel yang dipilih. Menu ini adalah penyelamat saat kernel baru bermasalah — kalian bisa boot ke kernel lama.

Daftar kernel yang tersedia di GRUB
sudo grubby --info=ALL | grep -E "^kernel|^index"

grubby --info=ALL menampilkan semua entri kernel yang dikenal GRUB, lengkap dengan index dan parameter boot-nya.

Kernel dan Initramfs

Kernel adalah inti sistem — mengelola proses, memori, perangkat keras, dan jaringan. Namun kernel butuh bantuan untuk boot: initramfs (initial RAM filesystem) adalah arsip kecil yang dimuat ke memori, berisi driver dan tools yang dibutuhkan kernel untuk mengakses disk root. Initramfs dibangun oleh dracut:

Regenerasi initramfs untuk kernel saat ini
sudo dracut -f

Perintah ini membangun ulang initramfs untuk kernel aktif — berguna setelah mengubah modul yang dibutuhkan saat boot.

Systemd sebagai Penutup

Setelah kernel siap, systemd dijalankan sebagai PID 1 dan mengambil alih: menaikkan target, memulai service, dan memasang mount. Semua yang kita bahas di episode 7 terjadi di tahap ini.

Recovery dan Rescue Mode

Saat sistem gagal boot, dua jalur penyelamat tersedia:

ModeFungsi
rescue.targetMulti-user minimal; filesystem utama dimount, jaringan opsional
emergency.targetShell root minimal; filesystem tidak dimount

Keduanya bisa dicapai dari menu GRUB dengan menambahkan parameter boot, atau lewat perintah berikut saat sistem dalam keadaan berjalan:

Masuk mode rescue
sudo systemctl isolate rescue.target

Warning

Mode rescue dan emergency adalah alat terakhir — bukan mode kerja. Gunakan untuk memperbaiki fstab yang salah, mereset password, atau memindahkan file, lalu reboot kembali ke mode normal.

Manajemen Kernel

Upgrade Kernel

Kernel di AlmaLinux dikelola sebagai package — dan beberapa versi bisa hidup berdampingan. installonly_limit=3 di dnf5.conf (episode 4) memastikan versi lama tetap tersedia sebagai cadangan.

Upgrade sistem termasuk kernel
sudo dnf5 upgrade kernel

Setelah install, GRUB otomatis menjadikan kernel terbaru sebagai default:

Cek kernel default
sudo grubby --default-kernel

Default vs Latest Kernel

Terkadang kalian ingin mem-boot kernel tertentu, bukan yang terbaru. grubby mengatur ini:

Set kernel default secara eksplisit
sudo grubby --set-default=/boot/vmlinuz-6.7.0

grubby --default-kernel menampilkan kernel yang akan dimuat saat boot berikutnya; --set-default memilihnya secara eksplisit. Ini sangat berguna jika kernel terbaru bermasalah dan kalian ingin mengunci versi yang stabil.

Tuning Kernel dengan sysctl

Parameter runtime kernel bisa diubah tanpa reboot lewat sysctl. Parameter ditulis di /proc/sys/ dan dikonfigurasi persisten di /etc/sysctl.d/.

Lihat parameter yang sedang aktif
sysctl -a | head
sysctl net.ipv4.ip_forward
/etc/sysctl.d/99-custom.conf
net.ipv4.ip_forward = 1
net.core.somaxconn = 1024
vm.swappiness = 10

Untuk menerapkan konfigurasi baru:

Terapkan parameter sysctl
sudo sysctl --system
sysctl net.ipv4.ip_forward

vm.swappiness = 10 mengurangi kecenderungan sistem memindah data ke swap — tuning umum untuk server yang ingin menjaga performa aplikasi. Konvensi: file bernomor di /etc/sysctl.d/ diterapkan berurutan, jadi nama 99- menang atas file default.

Kernel Modules

Melihat dan Memuat Modul

Kernel mendukung modul — komponen yang dimuat sesuai kebutuhan, misalnya driver untuk perangkat keras baru:

Daftar modul yang dimuat
lsmod | head
Memuat dan melepas modul
sudo modprobe vfio-pci
sudo modprobe -r vfio-pci

lsmod menampilkan modul aktif; modprobe memuat atau melepas modul beserta dependensinya.

Persistensi Modul

Agar modul dimuat otomatis saat boot, daftarkan di /etc/modules-load.d/. Untuk mengecualikan atau memblokir modul, gunakan /etc/modprobe.d/:

/etc/modprobe.d/blacklist.conf
blacklist nouveau
install nouveau /bin/true

Blokir ini lazim dilakukan untuk mencegah driver tertentu dimuat — misalnya menonaktifkan driver NVIDIA terbuka agar tidak bentrok dengan driver proprietary.

Info

Manajemen modul menjadi krusial saat memasang GPU untuk virtualisasi passthrough (vfio-pci) atau saat modul bermasalah mengunci sistem. Kombinasi lsmod untuk inspeksi dan /etc/modprobe.d/ untuk kebijakan adalah senjata standar.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Menghapus kernel lama sebelum diuji. Simpan setidaknya satu kernel cadangan — installonly_limit=3 adalah alasan bagus.
  2. Melupakan grubby saat memilih kernel. Boot default mengikuti kernel terbaru; kunci versi stabil dengan grubby --set-default.
  3. Mengedit /proc/sys/ langsung tanpa sysctl.d. Perubahan langsung hilang saat reboot — tulis di /etc/sysctl.d/.
  4. Menjalankan dracut -f tanpa alasan. Biasanya hanya perlu setelah perubahan modul boot atau driver.
  5. Mem-bootstrap modul dengan insmod. Gunakan modprobe yang menangani dependensi secara otomatis.

Penutup

Pada episode 10 ini kalian telah memahami kernel dan proses boot: rantai firmware → GRUB2 → kernel + initramfs → systemd, mode recovery rescue dan emergency, manajemen versi kernel dengan grubby, tuning runtime dengan sysctl, serta pengelolaan modul kernel dengan modprobe dan lsmod.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Rantai boot: UEFI/BIOS → GRUB2 → Kernel + initramfs (dracut) → systemd.
  • Selalu simpan kernel cadangan; gunakan grubby --set-default untuk memilih versi.
  • Tuning runtime lewat /etc/sysctl.d/ dengan sysctl --system — bukan edit langsung /proc/sys/.
  • Modul dikelola dengan modprobe dan lsmod; kebijakan persist di /etc/modprobe.d/.
  • rescue.target dan emergency.target adalah jalur penyelamat saat boot gagal.

Kernel yang terkelola baik adalah fondasi sistem yang sehat. Di episode 11 selanjutnya, kita akan membahas Cockpit, Monitoring & Web Management — dasbor web yang memungkinkan kalian mengelola sistem dari browser, plus perintah monitoring dasar seperti top, free, df, vmstat, dan iostat. Sampai jumpa!