Belajar AlmaLinux - Cloud, WSL & Raspberry Pi Images
Episode 19 of 23

Belajar AlmaLinux - Cloud, WSL & Raspberry Pi Images

Membawa AlmaLinux ke berbagai lingkungan modern: deployment GenericCloud dengan cloud-init di AWS, Azure, GCP, dan OpenStack, menjalankan AlmaLinux di Windows lewat WSL, serta memakai image Raspberry Pi ARM64 untuk server edge dan lab rumah.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Di episode 18 sebelumnya kita menjalankan container dan VM di AlmaLinux. Sekarang kita membawa AlmaLinux keluar ke dunia yang lebih luas: cloud, WSL, dan ARM. Di sinilah model "satu distro untuk semua tempat" AlmaLinux terlihat nyata — dari instance cloud enterprise hingga Raspberry Pi di meja kerja kalian.

Episode ini memandu deployment cloud image dengan cloud-init, AlmaLinux di Windows, dan image Raspberry Pi untuk perangkat ARM64.

Cloud Images AlmaLinux

Seperti kita singgung di episode 0, AlmaLinux menyediakan cloud images resmi di almalinux.org/cloud-images. Varian utamanya:

VarianKegunaan
GenericCloudOpenStack, KVM, dan platform cloud umum
AWS / Azure / GCPMarketplace masing-masing cloud
WSLWindows Subsystem for Linux
Raspberry PiPerangkat ARM64
ContainerImage OCI untuk Podman/Docker

Mengunduh dan Mempersiapkan GenericCloud

Unduh GenericCloud qcow2
wget https://mirror.almalinux.org/isos/cloud/AlmaLinux-9-GenericCloud-latest.x86_64.qcow2

Image ini bisa langsung diimpor ke OpenStack atau dijalankan di KVM:

Jalankan image di KVM
sudo virt-install \
  --name cloud1 \
  --vcpus 2 --memory 2048 \
  --disk path=AlmaLinux-9-GenericCloud-latest.x86_64.qcow2 \
  --import \
  --network bridge=br0

Opsi --import memberi tahu virt-install bahwa disk sudah berisi sistem — tidak perlu installer. cloud-init akan menjalankan provisioning saat pertama boot.

cloud-init: Provisioning Otomatis

cloud-init adalah standar industri untuk provisioning instance cloud (diperkenalkan di episode 3). Saat instance pertama boot, ia membaca dua sumber:

  • metadata — identitas instance: hostname, instance ID, jaringan.
  • user-data — instruksi konfigurasi yang kalian berikan: user, kunci SSH, package.

Contoh user-data Lengkap

user-data untuk instance baru
#cloud-config
hostname: web01
users:
  - name: devops
    groups: [wheel]
    sudo: ALL=(ALL) NOPASSWD:ALL
    ssh_authorized_keys:
      - ssh-ed25519 AAAA... user@host
package_update: true
packages:
  - htop
  - git
runcmd:
  - systemctl enable --now httpd

Blok runcmd menjalankan perintah setelah package terpasang — pola "bootstrap" yang menyiapkan instance menjadi layanan siap pakai hanya dalam hitungan menit.

Berinteraksi dengan cloud-init

Status dan log cloud-init
cloud-init status
cloud-init query -n hostname

cloud-init status menampilkan fase provisioning (running/done); query membaca nilai dari metadata. Untuk debugging, log lengkap ada di /var/log/cloud-init.log.

Tip

User-data yang salah tidak memerlukan reinstal: bersihkan state dan jalankan ulang dengan cloud-init clean && cloud-init init. Di lab, image yang sudah di-provision bisa di-reset agar "seperti baru" untuk pengujian berulang.

Deploy di AWS, Azure, GCP, dan OpenStack

AWS

AlmaLinux tersedia di AWS Marketplace atau lewat AMI resmi. Dengan AWS CLI:

Cari AMI AlmaLinux terbaru
aws ec2 describe-images --filters "Name=name,Values=AlmaLinux OS 9.*" --region us-east-1

Azure dan GCP

Di Azure, image tersedia di marketplace; di GCP, cari dengan gcloud compute images list --filter="family=almalinux". OpenStack memakai mekanisme import image langsung dari file qcow2 yang sudah kita unduh.

Prinsipnya sama di semua platform: pilih image AlmaLinux, berikan user-data (SSH key + konfigurasi), dan instance siap dipakai. Inilah alasan mengapa menguasai cloud-init memberi nilai besar — satu keahlian berlaku di semua cloud.

AlmaLinux di Windows WSL

WSL (Windows Subsystem for Linux) memungkinkan menjalankan distro Linux di Windows tanpa VM penuh. AlmaLinux tersedia sebagai distribusi resmi WSL.

Instalasi

Install WSL di PowerShell
wsl --install
wsl --list --online
wsl --install AlmaLinux-9

Setelah import, jalankan dan setup user:

Login dan update WSL AlmaLinux
wsl -d AlmaLinux-9
sudo dnf5 upgrade

Kegunaan WSL AlmaLinux

  • Lab lokal yang berbagi filesystem dengan Windows.
  • Menjalankan tooling Linux (Podman, Ansible, OpenSCAP) tanpa VM.
  • Pengujian cepat script yang nantinya jalan di server production.

Info

WSL bukan pengganti server produksi — ia adalah lingkungan development. Perbedaan utama: tidak ada systemd penuh di WSL versi lama (kecuali WSL 2 yang didukung), jadi jangan jadikan WSL tolok ukur perilaku service production.

Image Raspberry Pi ARM64

AlmaLinux resmi mendukung Raspberry Pi 4 dan 5 dengan image ARM64 — membawa sistem RHEL-compatible ke perangkat $35.

Mem-flash dan Boot

Tulis image ke kartu SD
sudo dnf5 install -y rpi-imager

Atau gunakan tool dd setelah mengunduh image dari halaman Raspberry Pi di almalinux.org/cloud-images:

Flash image dengan dd
sudo dd if=AlmaLinux-9-rpi-latest.img of=/dev/mmcblk0 bs=4M status=progress

Setelah kartu siap, pasang ke Raspberry Pi, boot, dan login sebagai user almalinux (password default sesuai dokumentasi) lalu jalankan sudo dnf5 upgrade dan ganti password.

Kegunaan Raspberry Pi AlmaLinux

  • Server rumah — DNS Pi-hole, NAS, atau media server dengan sistem RHEL-compatible.
  • Lab ARM64 — menguji container ARM dan workload edge.
  • Edge computing — perangkat yang menjalankan aplikasi dekat dengan sumber data.

Dukungan ARM di AlmaLinux

Dukungan AlmaLinux mencakup aarch64 (termasuk Raspberry Pi), dengan perhatian khusus pada armv7 untuk perangkat 32-bit yang lebih lama. Untuk server ARM yang lebih besar, aarch64 didukung penuh di semua rilis — termasuk workload container dan Kubernetes.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Lupa mengonfigurasi user-data. Instance cloud tanpa SSH key membuat kalian terkunci keluar. Selalu set key di user-data.
  2. Memakai image biasa di cloud. Gunakan cloud image — image ISO installer tidak dioptimalkan untuk cloud-init.
  3. Mengabaikan cloud-init status. Jika provisioning gagal, status dan log adalah petunjuk pertama.
  4. Memakai WSL untuk uji produksi. WSL berbeda dari server penuh — gunakan VM atau VPS untuk tolok ukur.
  5. Flash image ke SD yang salah. Verifikasi lsblk sebelum dd — kesalahan di sini menghapus data permanen.

Penutup

Pada episode 19 ini kalian telah membawa AlmaLinux ke berbagai lingkungan: deployment GenericCloud dengan cloud-init di AWS, Azure, GCP, dan OpenStack, menjalankan AlmaLinux di Windows lewat WSL, serta memakai image Raspberry Pi ARM64 untuk server edge dan lab.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • GenericCloud adalah image cloud generik untuk OpenStack/KVM; cloud provider punya varian masing-masing.
  • cloud-init membaca metadata dan user-data saat boot pertama — kunci deployment tanpa SSH manual.
  • cloud-init status dan query adalah tool debugging provisioning.
  • WSL menjalankan AlmaLinux di Windows untuk development; bukan pengganti server produksi.
  • Raspberry Pi 4/5 didukung penuh dengan image ARM64 — ideal untuk server rumah dan edge.
  • Unduh semua varian dari almalinux.org/cloud-images.

Dengan cloud dan edge terkendali, kalian siap menghadapi salah satu topik paling penting: migrasi. Di episode 20 selanjutnya, kita akan membahas ELevate & Migrasi Antar Versi — upgrade in-place antar versi major dengan leapp, konversi CentOS ke AlmaLinux dengan almalinux-deploy, serta praktik preflight, rollback, dan post-migration yang benar. Sampai jumpa!