Belajar AlmaLinux - ELevate & Migrasi Antar Versi
Episode 20 of 23

Belajar AlmaLinux - ELevate & Migrasi Antar Versi

Menguasai migrasi yang menjadi keunggulan khas AlmaLinux: upgrade in-place antar versi major dengan ELevate berbasis leapp, konversi CentOS 7, 8, dan 9 ke AlmaLinux dengan almalinux-deploy, plus praktik preflight check, rencana rollback, dan verifikasi post-migration.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Di episode 19 sebelumnya kita membawa AlmaLinux ke cloud, WSL, dan Raspberry Pi. Sekarang kita membahas salah satu fitur yang paling membedakan AlmaLinux dari distro lain: migrasi. Bagi admin enterprise, upgrade major biasanya berarti instalasi ulang total — downtime berjam-jam, konfigurasi ulang, dan risiko tinggi. AlmaLinux mengubah itu.

Episode ini membahas ELevate untuk upgrade in-place antar versi major, almalinux-deploy untuk konversi dari CentOS, dan praktik migrasi yang aman: preflight, rollback, dan verifikasi.

Konsep Migrasi In-Place

Migrasi in-place berarti sistem diupgrade dari versi lama ke versi baru tanpa menginstal ulang — seluruh package, konfigurasi, user, dan data dipertahankan di disk yang sama. Ini kontras dengan reinstalasi yang memulai dari nol.

sudo dnf5 upgrade yang kita bahas di episode 4 menangani upgrade minor dalam versi major yang sama. Untuk melompati major version (misalnya 8 ke 9, atau 9 ke 10), dibutuhkan tool khusus: ELevate.

ELevate: Upgrade Antar Versi Major

ELevate adalah tool migrasi resmi AlmaLinux yang berbasis leapp — framework upgrade in-place yang dikembangkan Red Hat. Leapp bekerja dengan menganalisis sistem, mengidentifikasi masalah, dan melakukan upgrade bertahap.

Alur Kerja ELevate

Alur migrasi ELevate
Preflight (analisis risiko)
    -> Install leapp + plugin AlmaLinux
    -> Jalankan upgrade tahap 1
        -> Reboot ke initramfs upgrade
            -> Upgrade tahap 2 (sistem ditransformasi)
                -> Reboot ke sistem baru

Leapp mengerjakan transformasi dalam dua fase dengan reboot di antaranya — inilah yang membuat upgrade major bisa dilakukan tanpa instalasi ulang.

Praktik: Upgrade 9 ke 10

Install ELevate dan plugin AlmaLinux
sudo dnf5 install -y leapp-upgrade almalinux-elevate

Setelah package terpasang, jalankan preflight:

Jalankan preflight upgrade
sudo leapp preupgrade

Danger

leapp preupgrade adalah langkah paling penting dalam seluruh proses. Outputnya berisi daftar masalah yang harus diperbaiki sebelum upgrade — package yang tidak kompatibel, konfigurasi yang perlu disesuaikan, dan inhibitor yang memblokir proses. Jangan pernah melewati langkah ini.

Setelah semua masalah preflight teratasi, jalankan upgrade utama:

Jalankan upgrade utama
sudo leapp upgrade

Perintah ini menyiapkan upgrade dan mengotomatiskan reboot. Sistem akan boot ke initramfs upgrade, menjalankan transformasi, lalu reboot ke AlmaLinux 10. Proses berlangsung beberapa puluh menit — dan selama itu sistem tidak boleh di-interupsi.

Verifikasi Setelah Upgrade

Verifikasi hasil migrasi
cat /etc/os-release
dnf5 --version
uname -r

Tiga perintah ini memastikan sistem benar-benar beralih: identitas versi, package manager, dan kernel.

Persyaratan dan Risiko

Upgrade major bukan tanpa risiko. Sebelum memulai, pastikan:

  • Snapshot/backup penuh — in-place upgrade mengubah banyak package sekaligus.
  • Disk kosong cukup — leapp butuh ruang untuk package baru dan initramfs.
  • Uji di staging dulu — duplikasi sistem di VM, upgrade, dan validasi sebelum menyentuh production.
  • Service dihentikan dengan aman — upgrade dilakukan dengan sistem offline (reboot di tengah proses).
Cek ruang disk dan riwayat sebelum upgrade
df -h /
dnf5 history list | head

Jika disk hampir penuh atau ada package custom yang tidak dikenal, urus dulu — jangan memulai upgrade dalam kondisi rentan.

almalinux-deploy: Konversi CentOS ke AlmaLinux

Untuk server yang masih memakai CentOS, almalinux-deploy melakukan konversi langsung tanpa reinstalasi.

CentOS 7 ke AlmaLinux 8

CentOS 7 (lama) dikonversi ke AlmaLinux 8:

Install dan jalankan almalinux-deploy
wget https://raw.githubusercontent.com/AlmaLinux/almalinux-deploy/master/almalinux-deploy.sh
sudo bash almalinux-deploy.sh

Script ini mengganti repositori CentOS dengan AlmaLinux dan mengupgrade package. Setelah selesai, reboot dan verifikasi.

CentOS 8 dan 9 ke AlmaLinux

CentOS 8 dan 9 bisa dikonversi langsung lewat dnf — karena keduanya berbagi struktur dengan RHEL 8/9. Langkah dasarnya mengganti repositori ke AlmaLinux lalu upgrade:

Ganti repo CentOS 8 ke AlmaLinux
sudo dnf5 swap centos-repos almalinux-repos
sudo dnf5 distro-sync

Kombinasi swap (menukar repositori) dan distro-sync (menyesuaikan package dengan repo baru) mengubah CentOS menjadi AlmaLinux dengan versi yang sama — jalur yang jauh lebih sederhana daripada konversi antar versi major.

Praktik Migrasi yang Aman

Mari kita rangkai prosedur migrasi yang benar untuk skenario apa pun:

1. Preflight Check

  • Backup penuh atau snapshot.
  • Verifikasi disk dan resource cukup.
  • Jalankan leapp preupgrade (untuk ELevate) dan perbaiki semua inhibitor.
  • Hapus package dan config yang tidak didukung versi baru.

2. Rencana Rollback

  • Siapkan snapshot sebagai titik balik.
  • Catat versi package penting dan konfigurasi yang diubah.
  • Uji prosedur restore di lab — jangan berharap snapshot berfungsi tanpa pernah dicoba.

3. Post-Migration

  • Reboot dan verifikasi cat /etc/os-release.
  • Pastikan semua repositori aktif dengan dnf5 repolist.
  • Cek SELinux context — file yang dimigrasi kadang membawa label lama:
Periksa dan perbaiki context SELinux
sudo restorecon -Rv /var /etc /home
sudo ausearch -m avc -ts recent | head
  • Jalankan dnf5 upgrade untuk memastikan sistem sepenuhnya mutakhir.
  • Uji semua service kritis satu per satu.

Warning

SELinux context yang salah adalah salah satu penyebab utama "sistem tidak jalan" setelah migrasi. Langkah restorecon dan pemeriksaan ausearch di atas sering kali adalah perbedaan antara migrasi sukses dan panik di hari pertama.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Melewati preflight. leapp preupgrade ada untuk menyelamatkan kalian — masalah yang diabaikan akan muncul di tengah upgrade.
  2. Migrasi tanpa snapshot. In-place upgrade mengubah ratusan package; tanpa titik balik, error berarti reinstall.
  3. Mengabaikan repo custom. Repositori third-party sering tidak kompatibel antar versi major — bersihkan sebelum migrasi.
  4. Lupa memeriksa SELinux context. Selalu restorecon dan cek ausearch setelah migrasi.
  5. Migrasi production tanpa tes staging. Proses ini bisa gagal dengan cara yang tidak terduga — uji dulu di duplikat sistem.

Penutup

Pada episode 20 ini kalian telah menguasai migrasi antar versi: konsep upgrade in-place, ELevate berbasis leapp untuk lompatan versi major, konversi CentOS 7/8/9 dengan almalinux-deploy dan dnf5 swap, serta praktik preflight check, rencana rollback, dan verifikasi post-migration termasuk SELinux context.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • ELevate memungkinkan upgrade in-place 8→9 dan 9→10 berbasis leapp.
  • leapp preupgrade adalah langkah wajib — perbaiki semua inhibitor sebelum leapp upgrade.
  • almalinux-deploy mengonversi CentOS 7 → AlmaLinux 8; dnf5 swap + distro-sync menangani CentOS 8/9.
  • Snapshot adalah jaring pengaman; selalu uji prosedur rollback.
  • Post-migration: verifikasi os-release, repolist, restorecon, dan upgrade ulang.
  • Migrasi adalah proses terukur — bukan tindakan nekat.

Migrasi yang terkontrol membuat kalian siap melihat masa depan distro ini. Di episode 21 selanjutnya, kita akan membahas AlmaLinux 10, Lifecycle & Roadmap — fitur AlmaLinux 10 berbasis RHEL 10, dukungan Full Support hingga 2031 dan Maintenance hingga 2035, siklus rilis minor, serta arah roadmap menuju image mode dan cloud-native. Sampai jumpa!

Belajar AlmaLinux - ELevate & Migrasi Antar Versi | Belajar AlmaLinux