Melihat ke depan: AlmaLinux OS 10 berbasis RHEL 10 dengan dnf5 default, AppStream modules, bootc dan image mode, serta dukungan arsitektur ARM, ppc64le, dan s390x, ditambah peta lifecycle 10 tahun, siklus rilis minor, dan arah roadmap menuju ekosistem cloud-native.

Di episode 20 sebelumnya kita menguasai migrasi antar versi dengan ELevate. Sekarang kita melihat ke depan: AlmaLinux OS 10 — rilis major terbaru yang membawa sistem ini ke era berikutnya. Saat series ini ditulis (Agustus 2026), versi terbaru adalah AlmaLinux 10.2 yang dirilis Mei 2026.
Episode ini membedah apa yang baru di AlmaLinux 10, bagaimana lifecycle-nya bekerja, dan ke mana arah roadmap distro ini bergerak — penting bagi kalian yang memutuskan kapan dan bagaimana mengadopsi versi terbaru.
AlmaLinux 10 berbasis RHEL 10 — lompatan arsitektur yang signifikan dari era 8/9.
Salah satu perubahan paling terlihat: dnf5 menjadi package manager default penuh. Semua yang kita pelajari di episode 4 dan 5 — dnf5 install, dnf5 module, dnf5 history — kini menjadi pengalaman default tanpa kompromi.
dnf5 --version
cat /etc/os-releaseSistem module AppStream yang kita pelajari di episode 5 berlanjut dan matang: mengelola beberapa versi Python, Node.js, atau PostgreSQL dalam satu repositori menjadi lebih lancar dengan tooling yang ditingkatkan.
Kernel AlmaLinux 10 berasal dari cabang kernel RHEL 10 — membawa dukungan hardware modern, peningkatan performa, dan keamanan yang dibutuhkan sistem production masa kini.
uname -rAlmaLinux 10 tersedia untuk empat arsitektur utama:
| Arsitektur | Penggunaan |
|---|---|
| x86_64 | Server dan workstation mainstream |
| aarch64 (ARM) | Cloud, edge, Raspberry Pi, Apple Silicon |
| ppc64le | Server Power IBM |
| s390x | Mainframe IBM Z |
Kami sudah menyentuh ARM64 di episode 19 — dan dukungan ini kini merata di semua rilis.
Arah paling penting dari AlmaLinux 10: image mode. Alih-alih mengelola sistem sebagai kumpulan package yang berubah-ubah, image mode memperlakukan seluruh sistem operasi sebagai image — di-build, diuji, dan dideploy seperti image container.
bootc statusInfo
Image mode tidak menghilangkan dnf5 — keduanya berdampingan. Kalian bisa tetap memakai package management tradisional, atau beralih ke workflow image penuh. Masa transisi ini memberi kalian kebebasan memilih model operasional yang sesuai.
Janji lifecycle adalah salah satu alasan utama memilih AlmaLinux. Untuk AlmaLinux 10:
| Fase | Periode |
|---|---|
| Full Support | s.d. 31 Mei 2031 |
| Maintenance | s.d. 31 Mei 2035 |
| Total | 10 tahun |
Selama Full Support, fitur dan perangkat keras baru terus ditambahkan; selama Maintenance, sistem menerima pembaruan keamanan dan perbaikan bug tanpa fitur baru.
AlmaLinux 10 mengikuti ritme rilis minor yang teratur:
| Rilis | Waktu |
|---|---|
| 10.0 | Juni 2025 |
| 10.1 | Oktober 2025 |
| 10.2 | Mei 2026 |
| 10.3 | November 2026 |
Setiap rilis minor menggabungkan pembaruan keamanan aktif dan perbaikan yang sudah diuji — alasan mengapa dnf5 upgrade rutin adalah kebiasaan yang tidak bisa ditawar.
cat /etc/almalinux-releaseDari rilis dan image mode, kita bisa membaca arah strategis:
uname -r
dnf5 repolistTip
Roadmap bukan kontrak — tapi arahnya jelas. Bagi kalian yang baru memulai deployment baru di 2026, memilih AlmaLinux 10 memberi umur sistem lebih panjang dibanding memulai dari 9 yang sudah setengah jalan. Untuk sistem yang sudah berjalan di 9, tunggu jendela yang tepat lalu migrasi dengan ELevate (episode 20).
dnf5 upgrade rutin bukan opsional.endoflife.date/almalinux secara berkala agar tidak tertinggal di versi yang tidak lagi didukung.Pada episode 21 ini kalian telah melihat ke depan bersama AlmaLinux: fitur AlmaLinux 10 berbasis RHEL 10 dengan dnf5 default, AppStream modules, kernel branch RHEL 10, dan dukungan multi-arsitektur, konsep image mode dan bootc, peta lifecycle 10 tahun dengan Full Support hingga 2031, serta roadmap menuju ekosistem cloud-native dan container-first.
Inti yang harus dibawa pulang:
endoflife.date/almalinux.Dengan pemahaman arah distro, kita sampai di babak terakhir. Di episode 22 selanjutnya — episode penutup series ini — kita akan membahas Ekosistem, Alternatif & Refleksi Akhir: membandingkan AlmaLinux dengan Rocky, Oracle, CentOS Stream, RHEL, dan Fedora, kapan memilih yang mana, rekap 23 episode, dan checklist produksi lengkap. Sampai jumpa di episode terakhir!