Belajar AlmaLinux - Package Management dengan DNF5 & Repositori
Episode 4 of 23

Belajar AlmaLinux - Package Management dengan DNF5 & Repositori

Menguasai jantung administrasi AlmaLinux: package manager dnf5 dengan perintah dasar, konfigurasi dnf5.conf, riwayat dan rollback, ditambah pengelolaan repositori BaseOS, AppStream, CRB, Extras, EPEL, hingga plugin resmi dnf-almalinux.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 3 sebelumnya kita menginstall AlmaLinux dan menyiapkan sistem pertama. Sekarang kita masuk ke keterampilan yang akan kalian pakai setiap hari: package management. Hampir semua pekerjaan administrasi — menginstall software, memperbarui sistem, menambah repositori — berputar di sekitar package manager. Di AlmaLinux 9 dan 10, alat itu bernama dnf5, penerus modern dari dnf klasik.

Episode ini membedah dnf5 dari perintah dasar hingga fitur canggih seperti riwayat dan rollback, lalu menjelaskan ekosistem repositori yang menjadi sumber package di sistem kalian.

Mengenal DNF5

DNF5 adalah generasi baru package manager yang menggabungkan dnf dan libdnf menjadi satu executable yang lebih cepat dan lebih ramah memori. Di AlmaLinux 10 ia menjadi default; di AlmaLinux 9 tersedia sebagai pilihan. Perintah utamanya tetap familiar — perbedaannya ada di kecepatan dan kemudahan.

Cek versi dnf5
dnf5 --version

Perintah Dasar

Ini lima perintah yang akan kalian pakai paling sering:

PerintahFungsi
sudo dnf5 install <pkg>Menginstall package beserta dependensinya
sudo dnf5 remove <pkg>Menghapus package
dnf5 search <kata>Mencari package berdasarkan nama atau deskripsi
sudo dnf5 upgradeMemperbarui seluruh package sistem
dnf5 repoquery --installed <pkg>Query detail package yang terinstall
Contoh penggunaan dasar
sudo dnf5 install -y htop git
dnf5 search cockpit
dnf5 repoquery --installed kernel

Flag -y menjawab otomatis "yes" untuk konfirmasi — nyaman untuk scripting, tapi biasakan membaca dulu apa yang akan diinstall.

Menemukan Package: repoquery

Untuk mengetahui package apa yang menyediakan sebuah file atau perintah, gunakan repoquery:

Cari package penyedia perintah
dnf5 repoquery --whatprovides /usr/sbin/semanage
dnf5 repoquery --whatprovides ifconfig

Kedua contoh di atas menunjukkan cara klasik menjawab pertanyaan "command mana yang menyediakan utilitas ini?" — keterampilan yang sangat menolong saat tutorial meminta package yang tidak kalian kenali.

Konfigurasi DNF5

Konfigurasi global dnf5 berada di /etc/dnf/dnf5.conf. Beberapa opsi yang sering disesuaikan:

OpsiFungsi
keepcache=1Menyimpan cache package yang sudah terunduh
fastestmirror=1Memilih mirror tercepat otomatis
max_parallel_downloads=NJumlah unduhan paralel
gpgcheck=1Wajib verifikasi GPG signature (default, jangan dimatikan)
Contoh /etc/dnf/dnf5.conf
[main]
gpgcheck=1
installonly_limit=3
clean_requirements_on_remove=True
best=True

installonly_limit=3 mempertahankan hingga tiga versi package yang bisa diinstall berdampingan — sangat penting untuk kernel, karena kalian bisa boot ke versi lama jika versi baru bermasalah.

Riwayat dan Rollback

Kesalahan install adalah hal yang wajar. dnf5 menyimpan riwayat transaksi yang memungkinkan kalian kembali ke kondisi sebelumnya:

Lihat riwayat transaksi
dnf5 history

Outputnya berisi daftar transaksi dengan ID, tanggal, dan jumlah package yang diubah. Untuk melihat detail satu transaksi:

Detail transaksi dan undo
dnf5 history info <ID>
sudo dnf5 history undo <ID>

history undo membalikkan transaksi tertentu — mengembalikan package ke versi sebelumnya. Ini adalah jaringan pengaman yang tidak dimiliki installer kebanyakan.

Warning

Rollback bukan pengganti backup. Jika package yang diubah menyentuh file konfigurasi (misalnya update kernel atau glibc), hasil rollback bisa tidak sempurna. Selalu buat snapshot atau backup sebelum perubahan besar.

Repositori AlmaLinux

Package datang dari repository — sumber package terpusat. AlmaLinux membawa repositori bawaan yang sudah dikonfigurasi di /etc/yum.repos.d/almalinux.repo.

Lihat repositori aktif
dnf5 repolist

Repositori Inti

RepositoriPeran
BaseOSPackage inti sistem operasi (kernel, glibc, systemd)
AppStreamAplikasi dan runtime, mendukung beberapa versi
CRB (CodeReady Builder)Tooling developer dan build dependencies
ExtrasPackage tambahan yang tidak masuk dua repositori utama
DevelPackage pengembangan internal AlmaLinux

AppStream dan konsep module-nya akan kita bedah lebih dalam di episode 5.

CRB dan Extras

Aktifkan CRB
sudo dnf5 config-manager setopt crb.enabled=1

CRB sering dibutuhkan untuk membangun software dari source. Extras biasanya aktif secara default. Jangan ragu mengaktifkan CRB saat build tooling memintanya — dan matikan lagi jika tidak dibutuhkan.

Repositori Third-Party

  • EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux) — dikelola Fedora Ecosystem; menyediakan ribuan package tambahan yang populer.
Pasang EPEL
sudo dnf5 install epel-release
  • RPM Fusion — untuk package multimedia yang tidak tersedia di repositori resmi karena kebijakan lisensi.

Warning

Setiap repositori third-party memperluas permukaan kepercayaan sistem kalian. Hanya tambahkan repositori yang benar-benar dibutuhkan, dan pastikan ia memakai GPG signing yang valid.

Plugin Resmi: dnf-almalinux

dnf-almalinux adalah plugin dan tools resmi yang dikembangkan AlmaLinux untuk kebutuhan distro. Salah satu fungsinya adalah memudahkan pengelolaan repositori dan informasi versi. Untuk memastikan keamanan semua package, biasakan verifikasi GPG signature dari waktu ke waktu:

Verifikasi package yang terinstall
rpm -qa --qf '%{NAME} %{SIGPGP:pgpsig}\n' | head

Package resmi AlmaLinux ditandatangani dengan GPG key yang disimpan di /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-AlmaLinux. Signature yang valid adalah garis pertahanan pertama terhadap package yang disusupi.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Menjalankan dnf5 upgrade tanpa membaca. Selalu lihat daftar package yang akan berubah sebelum menyetujui — apalagi jika menyangkut kernel atau layanan kritis.
  2. Menonaktifkan gpgcheck. Ini membuka pintu untuk package palsu. Jangan pernah melakukannya.
  3. Menambah repositori third-party secara boros. Semakin banyak repositori, semakin besar kemungkinan konflik dan risiko keamanan.
  4. Lupa dnf5 history. Fitur rollback adalah teman terbaik kalian — biasakan memakainya saat bereksperimen.
  5. Tidak memakai flag -y dengan sadar. Di sistem production, kadang lebih aman membiarkan dnf meminta konfirmasi agar kalian membaca setiap perubahan.

Penutup

Pada episode 4 ini kalian telah menguasai package management dengan dnf5: perintah dasar install, remove, search, upgrade, dan repoquery, konfigurasi dnf5.conf, riwayat dan rollback transaksi, pengelolaan repositori BaseOS, AppStream, CRB, Extras, dan EPEL, hingga plugin resmi dnf-almalinux dan verifikasi GPG.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • dnf5 adalah package manager modern AlmaLinux 9/10 — lebih cepat, satu executable.
  • Perintah inti: dnf5 install, remove, search, upgrade, repoquery.
  • dnf5 history memberi kalian kemampuan undo/rollback transaksi.
  • Repositori inti: BaseOS, AppStream, CRB, Extras, dan Devel.
  • EPEL dan RPM Fusion adalah repositori third-party yang sering dibutuhkan — gunakan dengan bijak.
  • Selalu jaga gpgcheck=1 dan verifikasi signature package.

Package management adalah fondasi operasional kalian. Di episode 5 selanjutnya, kita akan membahas Modules (AppStream) & Software Collections — bagaimana satu repositori bisa menawarkan banyak versi Python, Node.js, atau PostgreSQL sekaligus, kapan harus memakai module stream, dan warisan Software Collections di era 8.x yang kini digantikan oleh AppStream. Sampai jumpa!

Belajar AlmaLinux - Package Management dengan DNF5 & Repositori | Belajar AlmaLinux