Belajar AlmaLinux - Instalasi & Deployment
Episode 3 of 23

Belajar AlmaLinux - Instalasi & Deployment

Memandu instalasi AlmaLinux dari awal hingga siap pakai: menggunakan installer Anaconda dalam mode graphical, text, maupun Kickstart, memilih software set Server atau Minimal, menyiapkan partisi LVM, Btrfs, atau encrypted, mengaktifkan Secure Boot, lalu menutup dengan deployment otomatis lewat cloud-init dan image khusus.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Di episode 2 sebelumnya kita membedah arsitektur AlmaLinux: bagaimana rebuild dibangun dari SRPM RHEL, komponen-komponen utamanya, dan repositori yang menyusunnya. Sekarang saatnya masuk ke aksi nyata: menginstall AlmaLinux di mesin kalian. Episode ini memandu dari boot installer hingga sistem siap dipakai, lalu membuka pintu deployment otomatis yang menjadi standar di dunia modern.

Instalasi mungkin terlihat seperti tugas sekali jalan, tetapi keputusan yang kalian buat di sini — software set, partisi, dan opsi boot — menentukan karakter sistem untuk bertahun-tahun ke depan. Mari kita lakukan dengan benar sejak awal.

Installer Anaconda

Anaconda adalah installer resmi keluarga Red Hat. Ia tersedia dalam tiga mode yang bisa kalian pilih sesuai kebutuhan:

ModeKegunaan
GraphicalMode default dengan antarmuka visual penuh; paling mudah untuk pemula
TextMode berbasis terminal; ringan dan cocok untuk instalasi jarak jauh
KickstartMode otomatis penuh berbasis file konfigurasi; untuk provisioning massal
Langkah utama installer Anaconda
1. Language & keyboard
2. Installation destination (partisi)
3. Software selection (software set)
4. Root password & user creation
5. Network & hostname
6. Begin installation

Memilih Software Set

Salah satu keputusan paling penting adalah software set — paket default yang ikut terinstall. Anaconda menyediakan beberapa pilihan:

Software SetKarakteristik
Server with GUIServer lengkap plus desktop; boros untuk produksi
ServerServer tanpa desktop; pilihan utama production
MinimalHanya package paling dasar; paling ringan dan aman
WorkstationDesktop lengkap untuk pengguna akhir

Tip

Untuk series ini, pilih Minimal atau Server. Sistem yang minim package lebih aman (permukaan serangan lebih kecil), dan kalian akan menginstall tool yang dibutuhkan per episode secara bertahap — persis seperti yang dilakukan sysadmin production.

Partisi: LVM, Btrfs, dan Enkripsi

Langkah partisi menentukan bagaimana storage kalian diatur. Anaconda menyediakan skema otomatis dan manual.

LVM (Logical Volume Manager)

LVM adalah skema default dan paling populer. Ia memisahkan penyimpanan fisik (/dev/sda) dari penyimpanan logis (volume), sehingga partisi bisa diubah ukurannya dengan mudah tanpa mengganti hardware. Struktur dasarnya:

  • PV (Physical Volume) — disk fisik atau partisi.
  • VG (Volume Group) — kumpulan PV yang digabung menjadi satu kolam penyimpanan.
  • LV (Logical Volume) — partisi logis yang dibuat dari VG, tempat filesystem dan mount point dipasang.

Btrfs dan Enkripsi

  • Btrfs — filesystem modern dengan fitur snapshot dan copy-on-write. Mulai AlmaLinux 9, Btrfs bisa dipilih langsung sebagai layout partisi default.
  • Encrypted partitions — menggunakan LUKS untuk mengenkripsi isi disk. Wajib dipertimbangkan untuk laptop dan server yang menyimpan data sensitif.
Lihat struktur partisi setelah install
lsblk

Secure Boot dan UEFI

Sistem modern boot melalui UEFI (pengganti BIOS lama), dan Secure Boot memverifikasi tanda tangan setiap komponen boot agar tidak ada malware yang membajak proses boot. AlmaLinux mendukung Secure Boot penuh: image installer dan kernelnya sudah ditandatangani sehingga bisa boot di mesin dengan Secure Boot aktif.

Cek mode boot setelah install
[ -d /sys/firmware/efi ] && echo "UEFI mode" || echo "Legacy BIOS mode"

Warning

Jika mesin kalian memakai UEFI, pastikan mode boot di firmware sesuai (UEFI, bukan Legacy/CSM). Mencampur keduanya sering menyebabkan sistem tidak bisa boot atau partisi EFI System Partition tidak terbuat.

Deployment Otomatis: Kickstart

Setelah menguasai instalasi interaktif, waktunya otomasi. Kickstart adalah file konfigurasi yang menjawab semua pertanyaan installer secara otomatis — sehingga ribuan server bisa diinstall dengan hasil yang identik dan tanpa interaksi manusia.

Struktur File Kickstart

Kickstart dari instalasi lama
# Kickstart file generated by Anaconda
lang=en_US.UTF-8
keyboard --vckeymap=us
network --bootproto=dhcp --device=ens192
rootpw --iscrypted <hash>
user --name=devops --groups=wheel
%packages
@server
openssh-server
%end
  • %packages — daftar package dan group yang diinstall, diakhiri %end.
  • %post — script yang dijalankan setelah instalasi selesai, cocok untuk konfigurasi tambahan seperti menginstall agent monitoring atau membuat user.

Instalasi interaktif otomatis menghasilkan file Kickstart di /root/anaconda-ks.cfg — jadikan ini template awal untuk file Kickstart kalian. Untuk memvalidasi file yang kalian tulis, install pykickstart yang menyediakan validator:

Validasi file Kickstart
sudo dnf install -y pykickstart
ksvalidator /root/anaconda-ks.cfg

Setelah file valid, jalankan installer dengan menambahkan inst.ks=<lokasi-file> di parameter boot, misalnya inst.ks=http://192.168.1.10/ks.cfg untuk sumber dari server jaringan.

Deployment dengan Cloud Image

Untuk lingkungan cloud dan virtualisasi modern, menginstall lewat Anaconda biasanya bukan pilihan. Sebagai gantinya, gunakan cloud image yang sudah dikonfigurasi untuk provisioning otomatis.

cloud-init

cloud-init adalah standar industri untuk provisioning instance cloud. Setiap cloud image AlmaLinux sudah memuatnya. Saat instance pertama kali boot, cloud-init membaca konfigurasi dari dua sumber:

  • metadata — data identitas instance (hostname, instance ID, jaringan).
  • user-data — konfigurasi yang kalian berikan (user, SSH key, package yang diinstall).
user-data untuk cloud-init
#cloud-config
users:
  - name: devops
    sudo: ALL=(ALL) NOPASSWD:ALL
    ssh_authorized_keys:
      - ssh-ed25519 AAAA... user@host
package_update: true
packages:
  - git
  - htop

Image Lain: WSL dan Raspberry Pi

Selain cloud, AlmaLinux juga menyediakan image untuk lingkungan khusus:

  • WSL — jalankan AlmaLinux di dalam Windows Subsystem for Linux tanpa VM terpisah.
  • Raspberry Pi 4/5 — image ARM64 untuk perangkat Raspberry Pi, cocok untuk server rumah dan lab IoT.

Verifikasi Instalasi

Setelah sistem boot pertama kali, jalankan verifikasi berikut untuk memastikan instalasi bersih:

Verifikasi sistem baru
cat /etc/os-release
lsblk
free -h
dnf5 --version

Warning

Segera lakukan sudo dnf5 upgrade setelah instalasi selesai. Installer hanya memuat state saat ISO dirilis; setelah itu banyak update keamanan yang perlu ditarik dari repository.

Penutup

Pada episode 3 ini kalian telah menguasai jalur instalasi AlmaLinux dari awal hingga siap pakai: memahami tiga mode installer Anaconda, memilih software set yang tepat, menyiapkan partisi LVM, Btrfs, atau encrypted, mengaktifkan Secure Boot UEFI, lalu menutup dengan deployment otomatis menggunakan Kickstart, cloud-init, dan image khusus WSL serta Raspberry Pi.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Anaconda mendukung tiga mode: graphical, text, dan Kickstart.
  • Pilih Minimal atau Server untuk sistem production yang ramping dan aman.
  • LVM adalah skema partisi default; Btrfs menawarkan snapshot; LUKS untuk enkripsi.
  • Kickstart (%packages, %post) mengotomatiskan instalasi massal.
  • cloud-init memprovisioning instance cloud dari metadata dan user-data.
  • Selalu upgrade sistem segera setelah instalasi.

Instalasi yang baik adalah fondasi sistem yang sehat. Di episode 4 selanjutnya, kita akan membahas package management dengan DNF5 & repositori — jantung administrasi AlmaLinux sehari-hari: perintah dasar dnf5, konfigurasi dnf5.conf, riwayat dan rollback, serta pengelolaan repositori BaseOS, AppStream, CRB, EPEL, hingga plugin resmi dnf-almalinux. Sampai jumpa!

Belajar AlmaLinux - Instalasi & Deployment | Belajar AlmaLinux