Belajar AlmaLinux - Storage, LVM & Filesystems
Episode 8 of 23

Belajar AlmaLinux - Storage, LVM & Filesystems

Mengelola penyimpanan di AlmaLinux secara utuh: memetakan disk dengan lsblk, membuat partisi GPT dengan parted, memformat dengan ext4 dan XFS, memasang mount lewat /etc/fstab, mengelola LVM dengan lvextend dan snapshot, hingga mengenal Btrfs dan Stratis sebagai opsi modern.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 7 sebelumnya kita mengelola service dengan systemd. Sekarang kita menyentuh lapisan paling fisik dari sistem: storage. Data adalah aset paling berharga di server — dan cara kalian mengatur disk, partisi, dan filesystem menentukan keamanan, performa, dan fleksibilitas data itu.

Episode ini dimulai dari inspeksi disk dasar, lanjut ke partisi dan filesystem, lalu mendalami LVM yang menjadi tulang punggung storage modern, dan diakhiri dengan Btrfs serta Stratis sebagai opsi filesystem generasi baru.

Inspeksi Storage Dasar

Peta storage lengkap
lsblk
Status ruang dan pemakaian
df -hT
PerintahFungsi
lsblkMemetakan disk, partisi, dan relasi LVM
df -hTPenggunaan ruang dan tipe filesystem
blkidMenampilkan UUID dan tipe filesystem
findmntMemetakan mount point dan sumbernya

Membuat Partisi dengan parted

Lihat tabel partisi disk
sudo parted /dev/sdb print
Buat partisi GPT
sudo parted /dev/sdb mklabel gpt
sudo parted /dev/sdb mkpart primary xfs 1MiB 100%
sudo parted /dev/sdb set 1 lvm on

Filesystem: ext4 dan XFS

Setelah partisi siap, format dengan filesystem. Dua pilihan utama di AlmaLinux:

FilesystemKeunggulanCocok Untuk
XFSDefault RHEL; performa tinggi untuk file besarDatabase, server file
ext4Matang, fleksibel, bisa di-shrinkSistem umum, storage umum
Format dan mount filesystem
sudo mkfs.xfs /dev/sdb1
sudo mkdir -p /data
sudo mount /dev/sdb1 /data

/etc/fstab: Mount Persisten

Mount manual hilang saat reboot. Agar permanen, daftarkan di /etc/fstab. Cara terbaik merujuk partisi adalah lewat UUID — bukan nama perangkat (/dev/sdb1), karena nama perangkat bisa berubah saat boot.

Dapatkan UUID partisi
sudo blkid /dev/sdb1
Baris fstab berbasis UUID
UUID=8f2a4c1e-9d23-4f6a-b1b5-7c9d0e2f3a44 /data xfs defaults,noatime 0 2

Warning

Opsi defaults,noatime menonaktifkan pencatatan waktu akses — aman untuk hampir semua workload dan meningkatkan performa I/O. Untuk database, pertimbangkan opsi seperti noatime juga, tetapi hindari nobarrier di luar server khusus.

Swap

Buat file swap 2 GB
sudo fallocate -l 2G /swapfile
sudo chmod 600 /swapfile
sudo mkswap /swapfile
sudo swapon /swapfile

LVM: Logical Volume Manager

Tiga Lapisan LVM

LayerSingkatanFungsi
Physical VolumePVDisk/partisi fisik yang disumbangkan
Volume GroupVGKolam gabungan dari semua PV
Logical VolumeLVVolume logis tempat filesystem dipasang
Lihat status LVM
sudo vgs
sudo lvs

Membuat dan Memperbesar LV

Buat LV baru dan pasang
sudo lvcreate -L 20G -n datalv vg01
sudo mkfs.xfs /dev/vg01/datalv
sudo mount /dev/vg01/datalv /data
Perluas LV dan filesystem
sudo lvextend -L +10G /dev/vg01/datalv
sudo xfs_growfs /data

lvextend memperbesar LV, xfs_growfs memperbesar filesystem di atasnya — keduanya berjalan online tanpa unmount. Ini jawaban dari masalah klasik "partisi penuh tapi ada disk kosong".

Snapshot

Buat dan hapus snapshot
sudo lvcreate -L 5G -s -n datalv-snap /dev/vg01/datalv
sudo lvremove /dev/vg01/datalv-snap

Thin Provisioning

Buat pool thin dan LV
sudo lvcreate -L 50G -T vg01/thinpool
sudo lvcreate -V 100G -T vg01/thinpool -n thinlv

Btrfs dan Stratis

Btrfs

Btrfs menawarkan subvolume, snapshot, dan checksum bawaan:

Buat subvolume dan snapshot Btrfs
sudo btrfs subvolume create /data
sudo btrfs subvolume snapshot /data /snap1

Stratis

Stratis adalah manajer storage pool yang meniru konsep ZFS/Btrfs di atas LVM dan XFS — dikelola dengan perintah sederhana:

Buat pool dan filesystem Stratis
sudo stratis pool create pool1 /dev/sdb
sudo stratis fs create pool1 datafs
sudo mount /dev/stratis/pool1/datafs /data

Info

Pilihan storage bergantung kebutuhan: LVM+XFS adalah default enterprise yang matang; Btrfs menarik jika kalian butuh snapshot filesystem murni; Stratis menjembatani keduanya dengan sintaks yang lebih sederhana.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Mengedit /etc/fstab tanpa mengetes. Satu baris salah = sistem tidak boot. Uji sudo mount -a dulu.
  2. Memakai nama perangkat (/dev/sdb1) di fstab. Nama bisa berubah; pakai UUID.
  3. Melupakan xfs_growfs setelah lvextend. LV bertambah, tapi filesystem tidak ikut sampai diperbesar.
  4. Membuat LV thin tanpa monitoring. Pool bisa penuh diam-diam; pantau lvs secara rutin.
  5. Menjalankan mkfs pada disk yang salah. Selalu verifikasi dengan lsblk dan blkid sebelum memformat.

Penutup

Pada episode 8 ini kalian telah menguasai storage di AlmaLinux: inspeksi dengan lsblk, partisi GPT dengan parted, filesystem ext4 dan XFS, mount persisten via /etc/fstab berbasis UUID, manajemen LVM dengan lvextend dan snapshot, swap, hingga Btrfs dan Stratis sebagai opsi modern.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Inspeksi dulu dengan lsblk, df -hT, dan blkid sebelum menyentuh disk.
  • Gunakan GPT untuk partisi modern; format dengan XFS (default) atau ext4.
  • Mount persisten lewat /etc/fstab menggunakan UUID, lalu uji mount -a.
  • LVM memberi fleksibilitas: lvextend + xfs_growfs untuk memperluas online, lvcreate -s untuk snapshot.
  • Thin provisioning menghemat ruang dengan pengalokasian sesuai pemakaian.
  • Btrfs dan Stratis adalah alternatif modern untuk snapshot dan pooled storage.

Data yang tertata baik adalah fondasi layanan yang andal. Di episode 9 selanjutnya, kita akan membahas Networking & Firewalld — konfigurasi jaringan dengan NetworkManager dan nmcli, pengaturan IP statis dan DNS, bonding dan VLAN, serta firewall berbasis zona dengan firewall-cmd. Sampai jumpa!

Belajar AlmaLinux - Storage, LVM & Filesystems | Belajar AlmaLinux