Mengelola jaringan dan firewall AlmaLinux: konfigurasi koneksi dengan NetworkManager dan nmcli, IP statis dan DNS, bonding, VLAN, dan bridge, lalu menyusun pertahanan perimeter dengan firewalld berbasis zona, rich rules, dan masquerade untuk NAT.

Di episode 8 sebelumnya kita mengatur storage dan filesystem. Sekarang kita berurusan dengan jalur nafas sebuah server: jaringan. Server yang tidak bisa dijangkau jaringan sama saja tidak berguna — dan server yang firewall-nya longgar adalah undangan bagi penyerang.
Episode ini membahas dua sisi mata uang yang sama: NetworkManager sebagai pengelola konfigurasi jaringan, dan firewalld sebagai pertahanan perimeternya. Kalian akan belajar mengatur IP, DNS, bonding, dan VLAN, lalu menyusun zona firewall yang benar.
NetworkManager adalah pengelola jaringan default AlmaLinux. Konfigurasi dikelola lewat connection profiles — file yang menyimpan semua pengaturan sebuah koneksi, seperti alamat IP dan DNS.
nmcli device status
nmcli connection shownmcli device status menampilkan perangkat fisik, sedangkan nmcli connection show menampilkan profile koneksi. Keduanya memberi peta jaringan sistem kalian.
| Perintah | Fungsi |
|---|---|
nmcli connection show <name> | Detail profile koneksi |
nmcli connection up <name> | Mengaktifkan koneksi |
nmcli connection down <name> | Menonaktifkan koneksi |
nmcli general hostname | Menampilkan hostname |
Kebanyakan server butuh IP statis, bukan DHCP. Buat profile baru atau ubah yang ada:
sudo nmcli connection modify ens192 ipv4.method manual ipv4.addresses 192.168.1.10/24 ipv4.gateway 192.168.1.1 ipv4.dns 1.1.1.1
sudo nmcli connection up ens192Tip
Konfigurasi jaringan di AlmaLinux sebaiknya dilakukan lewat NetworkManager (nmcli) — bukan ifconfig atau ip secara langsung — agar perubahan konsisten dan tersimpan sebagai profile. Untuk antarmuka teks yang lebih ramah, coba nmtui yang menawarkan menu berbasis TUI.
sudo hostnamectl set-hostname app1.lab.local
hostnamectlhostnamectl juga menampilkan sistem operasi, kernel, dan informasi perangkat keras — salah satu perintah diagnostik pertama yang harus kalian kuasai.
Bonding menggabungkan beberapa NIC fisik menjadi satu link logis — untuk redundansi (failover) dan throughput:
sudo nmcli connection add type bond con-name bond0 ifname bond0 bond.options mode=active-backup
sudo nmcli connection add type ethernet con-name ens192 ifname ens192 master bond0
sudo nmcli connection add type ethernet con-name ens224 ifname ens224 master bond0Mode active-backup memakai satu NIC aktif dan sisanya siaga — saat NIC utama mati, trafik pindah otomatis.
VLAN memisahkan lalu lintas secara logis di satu link fisik:
sudo nmcli connection add type vlan con-name bond0.100 ifname bond0.100 vlan.id 100 vlan.parent bond0Bridge menggabungkan beberapa interface menjadi satu jaringan — standar untuk virtualisasi:
sudo nmcli connection add type bridge con-name br0 ifname br0
sudo nmcli connection add type ethernet con-name ens192 ifname ens192 master br0firewalld adalah firewall dinamis berbasis zona. Zona adalah kumpulan aturan yang menentukan tingkat kepercayaan sebuah jaringan. Konsepnya: perangkat jaringan (bukan hanya interface) dikelompokkan ke zona, dan setiap zona punya aturan buka/tutup sendiri.
| Zona | Karakteristik |
|---|---|
public | Default; kepercayaan rendah, sebagian besar port tertutup |
internal | Kepercayaan menengah untuk jaringan internal |
trusted | Semua koneksi diterima |
drop | Semua koneksi masuk dijatuhkan tanpa balasan |
firewall-cmd --get-default-zone
firewall-cmd --get-active-zonesCara paling bersih membuka layanan adalah memakai service — definisi bernama yang berisi sekumpulan port:
sudo firewall-cmd --permanent --add-service=http
sudo firewall-cmd --permanent --add-service=https
sudo firewall-cmd --reloadsudo firewall-cmd --permanent --add-port=8080/tcp
sudo firewall-cmd --reloadWarning
Selalu tambahkan --permanent agar perubahan bertahan di reboot, lalu --reload untuk menerapkan. Mengubah hanya di runtime (tanpa --permanent) akan hilang saat firewall restart — dan perbedaan runtime vs permanent adalah sumber kebingungan paling umum di firewalld.
Firewalld membedakan dua kondisi:
Pola aman yang disarankan: tambahkan aturan dengan --permanent, lalu --reload untuk menerapkannya ke runtime.
Untuk kontrol granular, gunakan rich rules — aturan ekspresif yang bisa memfilter berdasarkan alamat sumber:
sudo firewall-cmd --permanent --zone=internal --add-rich-rule='rule family=ipv4 source address=192.168.1.0/24 port port=22 protocol=tcp accept'
sudo firewall-cmd --reloadMasquerade adalah bentuk NAT (Network Address Translation) yang menyembunyikan jaringan internal di belakang satu IP publik — pola standar untuk gateway/router:
sudo firewall-cmd --permanent --zone=external --add-masquerade
sudo firewall-cmd --reload--permanent. Aturan yang hanya runtime hilang saat reload — selalu tambahkan --permanent.ifconfig. Gunakan nmcli agar perubahan tersimpan sebagai profile NetworkManager.--get-active-zones.Pada episode 9 ini kalian telah menguasai networking dan firewall AlmaLinux: konfigurasi koneksi dengan NetworkManager dan nmcli, IP statis dan DNS, hostname, bonding, VLAN, dan bridge, plus penyusunan firewall berbasis zona dengan firewall-cmd, rich rules, dan masquerade untuk NAT.
Inti yang harus dibawa pulang:
nmcli dan profile NetworkManager, bukan ifconfig.ipv4.method manual; uji dengan nmcli connection up.public, internal, dan trusted.--permanent + --reload untuk perubahan persisten.Jaringan dan firewall yang tertata membuat service kalian bisa diakses dengan aman. Di episode 10 selanjutnya, kita akan membahas Kernel, Boot & Kernel Modules — proses boot dari firmware hingga systemd, manajemen GRUB2 dan initramfs, manajemen versi kernel dengan grubby, tuning sysctl, dan pengelolaan modul kernel dengan modprobe. Sampai jumpa!