Belajar AlmaLinux - Networking & Firewalld
Episode 9 of 23

Belajar AlmaLinux - Networking & Firewalld

Mengelola jaringan dan firewall AlmaLinux: konfigurasi koneksi dengan NetworkManager dan nmcli, IP statis dan DNS, bonding, VLAN, dan bridge, lalu menyusun pertahanan perimeter dengan firewalld berbasis zona, rich rules, dan masquerade untuk NAT.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 8 sebelumnya kita mengatur storage dan filesystem. Sekarang kita berurusan dengan jalur nafas sebuah server: jaringan. Server yang tidak bisa dijangkau jaringan sama saja tidak berguna — dan server yang firewall-nya longgar adalah undangan bagi penyerang.

Episode ini membahas dua sisi mata uang yang sama: NetworkManager sebagai pengelola konfigurasi jaringan, dan firewalld sebagai pertahanan perimeternya. Kalian akan belajar mengatur IP, DNS, bonding, dan VLAN, lalu menyusun zona firewall yang benar.

NetworkManager dan nmcli

NetworkManager adalah pengelola jaringan default AlmaLinux. Konfigurasi dikelola lewat connection profiles — file yang menyimpan semua pengaturan sebuah koneksi, seperti alamat IP dan DNS.

Perintah Dasar nmcli

Lihat perangkat dan koneksi
nmcli device status
nmcli connection show

nmcli device status menampilkan perangkat fisik, sedangkan nmcli connection show menampilkan profile koneksi. Keduanya memberi peta jaringan sistem kalian.

PerintahFungsi
nmcli connection show <name>Detail profile koneksi
nmcli connection up <name>Mengaktifkan koneksi
nmcli connection down <name>Menonaktifkan koneksi
nmcli general hostnameMenampilkan hostname

Mengatur IP Statis

Kebanyakan server butuh IP statis, bukan DHCP. Buat profile baru atau ubah yang ada:

Ubah koneksi ke IP statis
sudo nmcli connection modify ens192 ipv4.method manual ipv4.addresses 192.168.1.10/24 ipv4.gateway 192.168.1.1 ipv4.dns 1.1.1.1
sudo nmcli connection up ens192

Tip

Konfigurasi jaringan di AlmaLinux sebaiknya dilakukan lewat NetworkManager (nmcli) — bukan ifconfig atau ip secara langsung — agar perubahan konsisten dan tersimpan sebagai profile. Untuk antarmuka teks yang lebih ramah, coba nmtui yang menawarkan menu berbasis TUI.

Hostname

Set hostname
sudo hostnamectl set-hostname app1.lab.local
hostnamectl

hostnamectl juga menampilkan sistem operasi, kernel, dan informasi perangkat keras — salah satu perintah diagnostik pertama yang harus kalian kuasai.

Bonding, VLAN, dan Bridge

Bonding

Bonding menggabungkan beberapa NIC fisik menjadi satu link logis — untuk redundansi (failover) dan throughput:

Buat bond dari dua NIC
sudo nmcli connection add type bond con-name bond0 ifname bond0 bond.options mode=active-backup
sudo nmcli connection add type ethernet con-name ens192 ifname ens192 master bond0
sudo nmcli connection add type ethernet con-name ens224 ifname ens224 master bond0

Mode active-backup memakai satu NIC aktif dan sisanya siaga — saat NIC utama mati, trafik pindah otomatis.

VLAN

VLAN memisahkan lalu lintas secara logis di satu link fisik:

Buat VLAN di atas bond
sudo nmcli connection add type vlan con-name bond0.100 ifname bond0.100 vlan.id 100 vlan.parent bond0

Bridge

Bridge menggabungkan beberapa interface menjadi satu jaringan — standar untuk virtualisasi:

Buat bridge untuk KVM
sudo nmcli connection add type bridge con-name br0 ifname br0
sudo nmcli connection add type ethernet con-name ens192 ifname ens192 master br0

Firewalld dan Konsep Zona

firewalld adalah firewall dinamis berbasis zona. Zona adalah kumpulan aturan yang menentukan tingkat kepercayaan sebuah jaringan. Konsepnya: perangkat jaringan (bukan hanya interface) dikelompokkan ke zona, dan setiap zona punya aturan buka/tutup sendiri.

ZonaKarakteristik
publicDefault; kepercayaan rendah, sebagian besar port tertutup
internalKepercayaan menengah untuk jaringan internal
trustedSemua koneksi diterima
dropSemua koneksi masuk dijatuhkan tanpa balasan
Lihat zona aktif
firewall-cmd --get-default-zone
firewall-cmd --get-active-zones

Service vs Port

Cara paling bersih membuka layanan adalah memakai service — definisi bernama yang berisi sekumpulan port:

Buka service http dan https
sudo firewall-cmd --permanent --add-service=http
sudo firewall-cmd --permanent --add-service=https
sudo firewall-cmd --reload
Buka port kustom
sudo firewall-cmd --permanent --add-port=8080/tcp
sudo firewall-cmd --reload

Warning

Selalu tambahkan --permanent agar perubahan bertahan di reboot, lalu --reload untuk menerapkan. Mengubah hanya di runtime (tanpa --permanent) akan hilang saat firewall restart — dan perbedaan runtime vs permanent adalah sumber kebingungan paling umum di firewalld.

Runtime vs Permanent

Firewalld membedakan dua kondisi:

  • Runtime — berlaku seketika, hilang saat reload/reboot.
  • Permanent — tersimpan di file konfigurasi, berlaku setelah reload.

Pola aman yang disarankan: tambahkan aturan dengan --permanent, lalu --reload untuk menerapkannya ke runtime.

Rich Rules, Masquerade, dan NAT

Rich Rules

Untuk kontrol granular, gunakan rich rules — aturan ekspresif yang bisa memfilter berdasarkan alamat sumber:

Batasi akses ke zona internal
sudo firewall-cmd --permanent --zone=internal --add-rich-rule='rule family=ipv4 source address=192.168.1.0/24 port port=22 protocol=tcp accept'
sudo firewall-cmd --reload

Masquerade / NAT

Masquerade adalah bentuk NAT (Network Address Translation) yang menyembunyikan jaringan internal di belakang satu IP publik — pola standar untuk gateway/router:

Aktifkan masquerade
sudo firewall-cmd --permanent --zone=external --add-masquerade
sudo firewall-cmd --reload

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Lupa --permanent. Aturan yang hanya runtime hilang saat reload — selalu tambahkan --permanent.
  2. Membuka port tanpa memfilter sumber. Di server publik, batasi akses administratif dengan rich rule.
  3. Menonaktifkan firewalld sepenuhnya. Server tanpa firewall ibarat rumah tanpa pintu. Konfigurasi dengan benar, bukan mematikan.
  4. Mengedit konfigurasi jaringan dengan ifconfig. Gunakan nmcli agar perubahan tersimpan sebagai profile NetworkManager.
  5. Tidak mengecek zona aktif. Interface bisa saja masuk ke zona yang tidak kalian duga — periksa dengan --get-active-zones.

Penutup

Pada episode 9 ini kalian telah menguasai networking dan firewall AlmaLinux: konfigurasi koneksi dengan NetworkManager dan nmcli, IP statis dan DNS, hostname, bonding, VLAN, dan bridge, plus penyusunan firewall berbasis zona dengan firewall-cmd, rich rules, dan masquerade untuk NAT.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Konfigurasi jaringan lewat nmcli dan profile NetworkManager, bukan ifconfig.
  • IP statis diatur dengan ipv4.method manual; uji dengan nmcli connection up.
  • Bonding (failover), VLAN (segmentasi), dan bridge (virtualisasi) adalah tool jaringan lanjutan.
  • Firewalld bekerja berbasis zona; kenali perbedaan public, internal, dan trusted.
  • Gunakan service untuk port standar, rich rule untuk kontrol sumber, dan --permanent + --reload untuk perubahan persisten.
  • Masquerade mengaktifkan NAT untuk gateway.

Jaringan dan firewall yang tertata membuat service kalian bisa diakses dengan aman. Di episode 10 selanjutnya, kita akan membahas Kernel, Boot & Kernel Modules — proses boot dari firmware hingga systemd, manajemen GRUB2 dan initramfs, manajemen versi kernel dengan grubby, tuning sysctl, dan pengelolaan modul kernel dengan modprobe. Sampai jumpa!