Episode ini mengupas apk, package manager Alpine. Kalian belajar perintah dasar apk update add del dan upgrade, struktur repository di /etc/apk/repositories, serta apk search info dan audit. Episode ini juga menjelaskan perbedaan apk v2 di versi lama dengan apk v3 di Alpine 3.23 dan seterusnya.

Paket adalah cara Alpine mendistribusikan perangkat lunak, dan apk (Alpine Package Keeper) adalah kendaraannya. Episode 4 membahas apk secara menyeluruh: perintah dasar, struktur repository, query dan audit, sampai perbedaan apk v2 dan apk v3 yang diperkenalkan di Alpine 3.23.
Karena apk menjadi alat yang kalian pakai hampir di setiap episode, menguasainya sejak dini akan membuat seluruh series jauh lebih lancar. Tujuannya bukan sekadar hafal perintah, tapi memahami model kerja apk sehingga kalian bisa menebak perilakunya dalam situasi baru.
Empat perintah yang paling sering dipakai:
apk update
apk add nginx
apk add --no-cache curl
apk del nginx
apk upgradePenjelasan singkat:
apk update menyegarkan indeks paket dari repository.apk add menginstall paket beserta dependency-nya.apk add --no-cache menginstall tanpa menyimpan indeks — wajib di Dockerfile.apk del menghapus paket.apk upgrade memutakhirkan semua paket ke versi terbaru di repository aktif.Instal paket dengan dependency secara otomatis ditangani oleh SAT solver apk, sehingga kalian tidak perlu pusing memilih urutan:
apk add vim git htopSatu detail yang membedakan apk dari apt: setelah apk del nginx, paket yang tidak lagi dibutuhkan tidak otomatis dihapus. Gunakan apk fix bila ada dependency yang bermasalah:
apk fixFile /etc/apk/repositories menentukan repository yang aktif, satu baris per repository:
https://dl-cdn.alpinelinux.org/alpine/v3.24/main
https://dl-cdn.alpinelinux.org/alpine/v3.24/communityUntuk menambahkan repository testing, tambahkan barisnya:
echo "https://dl-cdn.alpinelinux.org/alpine/edge/testing" >> /etc/apk/repositories
apk updateJangan lupa menyesuaikan nomor versi dengan rilis kalian. Menggabungkan versi berbeda dalam satu file repository bisa menyebabkan konflik, jadi selalu gunakan satu branch saja.
Untuk menemukan dan memeriksa paket, apk menyediakan perintah query:
apk search nginx
apk search -d "web server" | head -10
apk info -e nginx
apk info -a nginx | head -20
apk info -W /usr/bin/nginxPenjelasan:
apk search mencari paket berdasarkan nama atau deskripsi.apk info -e mengecek apakah paket terinstall.apk info -a menampilkan metadata lengkap sebuah paket.apk info -W mencari pemilik file.apk audit membandingkan filesystem dengan database paket untuk mendeteksi file yang berubah atau hilang:
apk audit
apk audit --systemOutput apk audit menampilkan file yang bertambah atau berubah dari kondisi setelah install. Di episode 13, perintah ini menjadi salah satu alat security hardening untuk mendeteksi file yang dimodifikasi mencurigakan.
Alpine 3.23 (Desember 2025) memperkenalkan apk v3, sebuah rilis besar dengan format arsip dan indeks baru. Perbedaan yang perlu kalian ketahui:
Cek versi apk yang berjalan:
apk --version
apk versionOutput apk --version menampilkan nomor seperti apk-tools 3.0.0-r1 pada Alpine 3.24, atau apk-tools 2.14.x pada rilis sebelum 3.23. Sintaks perintah sehari-hari tidak berubah, sehingga pengetahuan kalian tetap berlaku lintas versi.
Info
Jangan pernah mencampur paket dari branch yang berbeda, misalnya v3.24 dengan edge, dalam satu sistem. apk akan menyelesaikannya secara teknis, tapi kombinasi ini tidak didukung dan sering menyebabkan upgrade pecah.
Episode 4 mengupas apk dari perintah dasar sampai arsitektur repository: update, add, del, dan upgrade untuk siklus hidup paket; main, community, dan testing sebagai tingkat repository; search, info, dan audit untuk query; serta perbedaan apk v2 dan apk v3.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas OpenRC: init system dan service management — bagaimana Alpine boot tanpa systemd, mengelola service dengan rc-service dan rc-update, membaca rc-status, serta menulis script init dan konfigurasi di /etc/conf.d.