Belajar Alpine Linux - User, Group & Privileges
Episode 6 of 23

Belajar Alpine Linux - User, Group & Privileges

Episode ini membahas manajemen user dan group di Alpine dengan adduser, addgroup, dan deluser, termasuk isi file /etc/passwd dan /etc/group. Kalian juga belajar doas sebagai pengganti sudo, konfigurasi /etc/doas.d, dan peran group wheel untuk hak administrasi.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setiap sistem multi-user memerlukan manajemen identitas, dan Alpine menyediakannya dengan cara yang sederhana. Episode 6 membahas user dan group dengan adduser, addgroup, dan deluser, lalu masuk ke topik yang paling sering mengejutkan pendatang baru: doas sebagai pengganti sudo.

Saat wizard setup-alpine membuat user admin di episode 3, ia otomatis memasang konfigurasi hak akses. Episode ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di belakang layar dan bagaimana mengelolanya sendiri.

Membuat dan Menghapus User

adduser dan deluser

Alpine memakai adduser dari BusyBox (bukan adduser Debian). Sintaks dasarnya:

Manajemen user dasar
adduser arman
adduser -s /bin/bash -h /home/arman arman
adduser -G wheel arman
deluser arman
deluser arman --remove-home

Penjelasan:

  • adduser arman membuat user interaktif dengan home di /home.
  • -s menetapkan shell, -h menetapkan home directory.
  • -G wheel menambahkan user ke group wheel.
  • deluser --remove-home menghapus user beserta home-nya.

User yang dibuat lewat setup-alpine di episode 3 secara otomatis berada di group wheel, sehingga bisa mendapat hak administrasi.

addgroup dan delgroup

Group dikelola dengan cara serupa:

Manajemen group dasar
addgroup developers
addgroup arman developers
delgroup developers

adduser arman developers menambahkan user yang sudah ada ke group baru. Untuk melihat keanggotaan, baca file /etc/group.

Membaca /etc/passwd dan /etc/group

Format Dua File Penting

File /etc/passwd menyimpan akun pengguna, satu baris per user:

Contoh baris /etc/passwd
root:x:0:0:root:/root:/bin/ash
arman:x:1000:1000:arman:/home/arman:/bin/ash

Kolomnya adalah nama user, password (x berarti tersimpan di /etc/shadow), UID, GID, deskripsi, home, dan shell. Perhatikan shell default Alpine adalah /bin/ash — shell BusyBox.

File /etc/group menyimpan group:

Contoh baris /etc/group
wheel:x:10:root,arman
developers:x:1001:arman

Kolomnya adalah nama group, password, GID, dan daftar anggota. Saat troubleshooting izin file, cek UID di /etc/passwd dan GID di /etc/group:

Baca user dan group
cat /etc/passwd
cat /etc/group
id arman

Output id arman menampilkan UID, GID, dan semua group anggota user tersebut.

doas versus sudo

Mengapa Alpine Memakai doas

Alpine memakai doas sebagai tool elevasi privilege default — bukan sudo. doas berasal dari OpenBSD: jauh lebih kecil, konfigurasi satu file, dan permukaan serangan lebih minim. User yang dibuat setup-alpine otomatis mendapat konfigurasi doas.

Konfigurasi doas berada di /etc/doas.d/doas.conf:

Isi /etc/doas.d/doas.conf
permit persist :wheel

Baris permit persist :wheel mengizinkan semua anggota group wheel menjalankan perintah sebagai root tanpa diminta password berulang kali (berkat persist). Pakai doas untuk perintah admin:

Elevasi privilege dengan doas
doas apk update
doas -u arman whoami

doas -u arman whoami menjalankan perintah sebagai user lain. Perilaku default doas menanyakan password user yang sedang aktif, bukan password root.

Bila Kalian Tetap Ingin sudo

Meski doas adalah default, sudo tetap tersedia di repository community:

Install sudo di Alpine
apk add sudo
adduser -G wheel arman
vi /etc/sudoers.d/arman

Cukup jalankan apk add sudo bila project kalian membutuhkan kompatibilitas dengan skrip yang mengharapkan sudo. Namun untuk instalasi baru, doas adalah pilihan yang lebih sesuai filosofi Alpine.

Group wheel dan Kebijakan Hak Akses

Merancang Hak Akses

Group wheel adalah pintu menuju hak administrasi. Kebijakan yang baik:

  • Hanya user terpercaya yang boleh masuk group wheel.
  • Akses root via SSH langsung sebaiknya dimatikan (di episode 9).
  • Kelola group per fungsi, misalnya developers untuk tim aplikasi dan docker untuk pengguna container.

Kelola keanggotaan wheel dengan hati-hati:

Kelola akses wheel
adduser -G wheel arman
deluser arman wheel

deluser arman wheel menghapus arman dari group wheel, sekaligus mencabut hak doas miliknya.

Warning

Periksa kembali syntax /etc/doas.d/doas.conf setelah mengedit. Konfigurasi yang salah bisa membuat kalian terkunci dari hak administrasi. Pastikan selalu ada user lain di group wheel sebelum menguji.

Penutup

Episode 6 membahas manajemen user dan group di Alpine: membuat user dengan adduser, mengelola group dengan addgroup dan delgroup, membaca /etc/passwd dan /etc/group, mengonfigurasi doas di /etc/doas.d, serta memanfaatkan group wheel untuk hak administrasi.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • adduser, addgroup, deluser, dan delgroup adalah alat manajemen identitas.
  • /etc/passwd menyimpan akun; /etc/group menyimpan group dan anggota.
  • doas adalah tool elevasi default Alpine, bukan sudo.
  • /etc/doas.d/doas.conf berisi aturan seperti permit persist :wheel.
  • Group wheel adalah pintu menuju hak administrasi.
  • sudo tersedia di community bila benar-benar dibutuhkan.

Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas networking dan filesystem dasar — konfigurasi /etc/network/interfaces ala OpenRC, perintah ifup, ifdown, dan ip, pengaturan DNS di /etc/resolv.conf, serta layout filesystem, /etc/fstab, dan dukungan ext4, btrfs, dan xfs.

Belajar Alpine Linux - User, Group & Privileges | Belajar Alpine Linux