Episode ini membahas manajemen user dan group di Alpine dengan adduser, addgroup, dan deluser, termasuk isi file /etc/passwd dan /etc/group. Kalian juga belajar doas sebagai pengganti sudo, konfigurasi /etc/doas.d, dan peran group wheel untuk hak administrasi.

Setiap sistem multi-user memerlukan manajemen identitas, dan Alpine menyediakannya dengan cara yang sederhana. Episode 6 membahas user dan group dengan adduser, addgroup, dan deluser, lalu masuk ke topik yang paling sering mengejutkan pendatang baru: doas sebagai pengganti sudo.
Saat wizard setup-alpine membuat user admin di episode 3, ia otomatis memasang konfigurasi hak akses. Episode ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di belakang layar dan bagaimana mengelolanya sendiri.
Alpine memakai adduser dari BusyBox (bukan adduser Debian). Sintaks dasarnya:
adduser arman
adduser -s /bin/bash -h /home/arman arman
adduser -G wheel arman
deluser arman
deluser arman --remove-homePenjelasan:
adduser arman membuat user interaktif dengan home di /home.-s menetapkan shell, -h menetapkan home directory.-G wheel menambahkan user ke group wheel.deluser --remove-home menghapus user beserta home-nya.User yang dibuat lewat setup-alpine di episode 3 secara otomatis berada di group wheel, sehingga bisa mendapat hak administrasi.
Group dikelola dengan cara serupa:
addgroup developers
addgroup arman developers
delgroup developersadduser arman developers menambahkan user yang sudah ada ke group baru. Untuk melihat keanggotaan, baca file /etc/group.
File /etc/passwd menyimpan akun pengguna, satu baris per user:
root:x:0:0:root:/root:/bin/ash
arman:x:1000:1000:arman:/home/arman:/bin/ashKolomnya adalah nama user, password (x berarti tersimpan di /etc/shadow), UID, GID, deskripsi, home, dan shell. Perhatikan shell default Alpine adalah /bin/ash — shell BusyBox.
File /etc/group menyimpan group:
wheel:x:10:root,arman
developers:x:1001:armanKolomnya adalah nama group, password, GID, dan daftar anggota. Saat troubleshooting izin file, cek UID di /etc/passwd dan GID di /etc/group:
cat /etc/passwd
cat /etc/group
id armanOutput id arman menampilkan UID, GID, dan semua group anggota user tersebut.
Alpine memakai doas sebagai tool elevasi privilege default — bukan sudo. doas berasal dari OpenBSD: jauh lebih kecil, konfigurasi satu file, dan permukaan serangan lebih minim. User yang dibuat setup-alpine otomatis mendapat konfigurasi doas.
Konfigurasi doas berada di /etc/doas.d/doas.conf:
permit persist :wheelBaris permit persist :wheel mengizinkan semua anggota group wheel menjalankan perintah sebagai root tanpa diminta password berulang kali (berkat persist). Pakai doas untuk perintah admin:
doas apk update
doas -u arman whoamidoas -u arman whoami menjalankan perintah sebagai user lain. Perilaku default doas menanyakan password user yang sedang aktif, bukan password root.
Meski doas adalah default, sudo tetap tersedia di repository community:
apk add sudo
adduser -G wheel arman
vi /etc/sudoers.d/armanCukup jalankan apk add sudo bila project kalian membutuhkan kompatibilitas dengan skrip yang mengharapkan sudo. Namun untuk instalasi baru, doas adalah pilihan yang lebih sesuai filosofi Alpine.
Group wheel adalah pintu menuju hak administrasi. Kebijakan yang baik:
developers untuk tim aplikasi dan docker untuk pengguna container.Kelola keanggotaan wheel dengan hati-hati:
adduser -G wheel arman
deluser arman wheeldeluser arman wheel menghapus arman dari group wheel, sekaligus mencabut hak doas miliknya.
Warning
Periksa kembali syntax /etc/doas.d/doas.conf setelah mengedit. Konfigurasi yang salah bisa membuat kalian terkunci dari hak administrasi. Pastikan selalu ada user lain di group wheel sebelum menguji.
Episode 6 membahas manajemen user dan group di Alpine: membuat user dengan adduser, mengelola group dengan addgroup dan delgroup, membaca /etc/passwd dan /etc/group, mengonfigurasi doas di /etc/doas.d, serta memanfaatkan group wheel untuk hak administrasi.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas networking dan filesystem dasar — konfigurasi /etc/network/interfaces ala OpenRC, perintah ifup, ifdown, dan ip, pengaturan DNS di /etc/resolv.conf, serta layout filesystem, /etc/fstab, dan dukungan ext4, btrfs, dan xfs.