Episode ini menjelaskan cara Alpine mengelola jaringan dengan /etc/network/interfaces ala OpenRC, perintah ifup ifdown dan ip, serta resolver DNS di /etc/resolv.conf. Kalian juga mempelajari layout filesystem Alpine, /etc/fstab, mount, dan dukungan ext4, btrfs, serta xfs.

Jaringan dan filesystem adalah fondasi operasional setiap server. Episode 7 menjelaskan cara Alpine mengelola keduanya dengan gaya OpenRC: konfigurasi jaringan di /etc/network/interfaces, resolver DNS, layout filesystem yang ringkas, dan manajemen mount lewat /etc/fstab.
Sebagian besar troubleshooting server dimulai dari dua area ini — IP yang tidak naik, DNS yang tidak resolve, atau disk yang penuh. Setelah episode ini, kalian punya alat untuk menyelesaikannya secara sistematis.
Alpine memakai ifupdown dengan format yang mirip Debian. File /etc/network/interfaces mendefinisikan interface dan cara mengaktifkannya:
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet dhcpBaris auto menandai interface yang naik saat boot, dan iface eth0 inet dhcp memakai DHCP. Untuk IP statis:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.10/24
gateway 192.168.1.1Ubah file lalu terapkan tanpa reboot:
ifup eth0
ifdown eth0ifup eth0 dan ifdown eth0 mengaktifkan dan menonaktifkan interface berdasarkan definisi di atas.
Untuk operasi jaringan sehari-hari, gunakan tool modern ip:
ip addr show
ip link show
ip route show
ip addr add 192.168.1.20/24 dev eth0
ip link set eth0 upip link set eth0 up menaikkan interface secara manual — setara ifconfig eth0 up, tapi dengan sintaks modern. Perubahan manual tidak bertahan setelah reboot; untuk persistensi selalu tulis di /etc/network/interfaces.
Alpine memakai musl, sehingga /etc/resolv.conf dikelola langsung:
nameserver 8.8.8.8
nameserver 1.1.1.1
options timeout:2 attempts:3Setiap baris nameserver menambahkan resolver. Uji resolusi DNS:
nslookup alpinelinux.org
getent hosts alpinelinux.orggetent hosts alpinelinux.org memakai musl getent untuk resolve nama — memakai source yang sama dengan aplikasi lain. Jika nslookup berhasil tapi aplikasi gagal, periksa apakah resolv.conf terbaca benar.
Layout Alpine mengikuti Filesystem Hierarchy Standard, dengan beberapa keunikan karena memakai BusyBox dan OpenRC:
/bin, /sbin - binary inti dan applet BusyBox
/etc/apk - konfigurasi package manager
/etc/network - konfigurasi jaringan
/etc/init.d - script service OpenRC
/etc/conf.d - variabel konfigurasi service
/var/log - log sistem
/mnt, /media - titik mountKarena sistem kecil, hierarkinya tidak sepadat distro lain, tapi semua direktori standar ada. Kernel dan modul berada di /boot dan /lib/modules.
File /etc/fstab menentukan filesystem yang di-mount saat boot:
/dev/vda1 / ext4 defaults,noatime 0 1
/dev/vda2 swap swap defaults 0 0Formatnya: device, mount point, tipe filesystem, opsi, dump flag, dan fsck order. Operasi mount manual:
mount /dev/sdb1 /mnt/data
umount /mnt/data
df -h
blkiddf -h menampilkan penggunaan disk semua mount point, sedangkan blkid menampilkan UUID perangkat — berguna untuk menulis fstab memakai UUID agar tidak bergeser saat penambahan disk.
Alpine mendukung ext4, btrfs, dan xfs:
apk add e2fsprogs
mkfs.ext4 /dev/sdb1
mount /dev/sdb1 /mnt/dataInstall utilitas btrfs atau xfs bila memakai filesystem tersebut:
apk add btrfs-progs xfsprogsapk add btrfs-progs xfsprogs menyediakan mkfs, fsck, dan alat pemeliharaan untuk kedua filesystem.
Saat server bermasalah, ikuti urutan ini:
ip addr show
ip route show
getent hosts alpinelinux.org
df -hip addr show memastikan interface naik dan memiliki IP.ip route show memastikan route default ada.getent hosts memastikan DNS bekerja.df -h memastikan disk tidak penuh.Empat perintah ini menjawab mayoritas masalah konektivitas dan penyimpanan di Alpine.
Episode 7 menjelaskan networking dan filesystem dasar Alpine: konfigurasi /etc/network/interfaces dengan ifup dan ifdown, tool modern ip, resolver di /etc/resolv.conf, layout filesystem, /etc/fstab dan mount, serta dukungan ext4, btrfs, dan xfs.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas mode diskless, data, dan instalasi USB — boot Alpine sepenuhnya dari RAM dengan initramfs, menyimpan konfigurasi memakai lbu, serta skenario live system di media USB.