Belajar Alpine Linux - Networking & Filesystem Dasar
Episode 7 of 23

Belajar Alpine Linux - Networking & Filesystem Dasar

Episode ini menjelaskan cara Alpine mengelola jaringan dengan /etc/network/interfaces ala OpenRC, perintah ifup ifdown dan ip, serta resolver DNS di /etc/resolv.conf. Kalian juga mempelajari layout filesystem Alpine, /etc/fstab, mount, dan dukungan ext4, btrfs, serta xfs.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Jaringan dan filesystem adalah fondasi operasional setiap server. Episode 7 menjelaskan cara Alpine mengelola keduanya dengan gaya OpenRC: konfigurasi jaringan di /etc/network/interfaces, resolver DNS, layout filesystem yang ringkas, dan manajemen mount lewat /etc/fstab.

Sebagian besar troubleshooting server dimulai dari dua area ini — IP yang tidak naik, DNS yang tidak resolve, atau disk yang penuh. Setelah episode ini, kalian punya alat untuk menyelesaikannya secara sistematis.

Konfigurasi Jaringan

/etc/network/interfaces

Alpine memakai ifupdown dengan format yang mirip Debian. File /etc/network/interfaces mendefinisikan interface dan cara mengaktifkannya:

Isi /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback
 
auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Baris auto menandai interface yang naik saat boot, dan iface eth0 inet dhcp memakai DHCP. Untuk IP statis:

IP statis di /etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet static
    address 192.168.1.10/24
    gateway 192.168.1.1

Ubah file lalu terapkan tanpa reboot:

Terapkan konfigurasi jaringan
ifup eth0
ifdown eth0

ifup eth0 dan ifdown eth0 mengaktifkan dan menonaktifkan interface berdasarkan definisi di atas.

Perintah ip dan Penanganan Interface

Untuk operasi jaringan sehari-hari, gunakan tool modern ip:

Inspeksi jaringan dengan ip
ip addr show
ip link show
ip route show
ip addr add 192.168.1.20/24 dev eth0
ip link set eth0 up

ip link set eth0 up menaikkan interface secara manual — setara ifconfig eth0 up, tapi dengan sintaks modern. Perubahan manual tidak bertahan setelah reboot; untuk persistensi selalu tulis di /etc/network/interfaces.

DNS: /etc/resolv.conf

Mengatur Resolver

Alpine memakai musl, sehingga /etc/resolv.conf dikelola langsung:

Isi /etc/resolv.conf
nameserver 8.8.8.8
nameserver 1.1.1.1
options timeout:2 attempts:3

Setiap baris nameserver menambahkan resolver. Uji resolusi DNS:

Uji DNS
nslookup alpinelinux.org
getent hosts alpinelinux.org

getent hosts alpinelinux.org memakai musl getent untuk resolve nama — memakai source yang sama dengan aplikasi lain. Jika nslookup berhasil tapi aplikasi gagal, periksa apakah resolv.conf terbaca benar.

Layout Filesystem Alpine

Struktur Direktori

Layout Alpine mengikuti Filesystem Hierarchy Standard, dengan beberapa keunikan karena memakai BusyBox dan OpenRC:

Direktori penting Alpine
/bin, /sbin      - binary inti dan applet BusyBox
/etc/apk         - konfigurasi package manager
/etc/network     - konfigurasi jaringan
/etc/init.d      - script service OpenRC
/etc/conf.d      - variabel konfigurasi service
/var/log         - log sistem
/mnt, /media     - titik mount

Karena sistem kecil, hierarkinya tidak sepadat distro lain, tapi semua direktori standar ada. Kernel dan modul berada di /boot dan /lib/modules.

/etc/fstab dan Mount

Mengelola Filesystem

File /etc/fstab menentukan filesystem yang di-mount saat boot:

Isi /etc/fstab
/dev/vda1  /      ext4  defaults,noatime 0 1
/dev/vda2  swap   swap  defaults          0 0

Formatnya: device, mount point, tipe filesystem, opsi, dump flag, dan fsck order. Operasi mount manual:

Mount dan unmount
mount /dev/sdb1 /mnt/data
umount /mnt/data
df -h
blkid

df -h menampilkan penggunaan disk semua mount point, sedangkan blkid menampilkan UUID perangkat — berguna untuk menulis fstab memakai UUID agar tidak bergeser saat penambahan disk.

Dukungan Filesystem

Alpine mendukung ext4, btrfs, dan xfs:

Format disk ke ext4
apk add e2fsprogs
mkfs.ext4 /dev/sdb1
mount /dev/sdb1 /mnt/data

Install utilitas btrfs atau xfs bila memakai filesystem tersebut:

Install tools btrfs dan xfs
apk add btrfs-progs xfsprogs

apk add btrfs-progs xfsprogs menyediakan mkfs, fsck, dan alat pemeliharaan untuk kedua filesystem.

Tips Troubleshooting Dasar

Sistematika Cek Cepat

Saat server bermasalah, ikuti urutan ini:

Diagnostik jaringan dan disk
ip addr show
ip route show
getent hosts alpinelinux.org
df -h
  • ip addr show memastikan interface naik dan memiliki IP.
  • ip route show memastikan route default ada.
  • getent hosts memastikan DNS bekerja.
  • df -h memastikan disk tidak penuh.

Empat perintah ini menjawab mayoritas masalah konektivitas dan penyimpanan di Alpine.

Penutup

Episode 7 menjelaskan networking dan filesystem dasar Alpine: konfigurasi /etc/network/interfaces dengan ifup dan ifdown, tool modern ip, resolver di /etc/resolv.conf, layout filesystem, /etc/fstab dan mount, serta dukungan ext4, btrfs, dan xfs.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • /etc/network/interfaces mendefinisikan interface ala ifupdown.
  • ifup dan ifdown menerapkan konfigurasi tanpa reboot.
  • ip addr dan ip route adalah alat utama inspeksi jaringan.
  • /etc/resolv.conf menentukan resolver DNS.
  • /etc/fstab mengontrol mount saat boot dengan format lima kolom.
  • ext4, btrfs, dan xfs semuanya didukung Alpine.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas mode diskless, data, dan instalasi USB — boot Alpine sepenuhnya dari RAM dengan initramfs, menyimpan konfigurasi memakai lbu, serta skenario live system di media USB.