Belajar Artix Linux - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Artix Linux - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum memasang Artix Linux, kalian perlu menguasai Linux CLI, konsep package manager, partisi & bootloader, serta cara kerja layanan/servis. Di episode ini kalian menyiapkan ISO Artix, VM untuk mencoba, dan memverifikasi repositori base serta world.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Artix Linux! Series ini akan membawa kalian menguasai Artix — distro berbasis Arch Linux yang berjalan tanpa systemd — mulai dari instalasi, package management dengan pacman, sampai empat init system pilihan: OpenRC, runit, s6, dan dinit. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.

Tapi sebelum menyalakan mesin, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Artix bukan sekadar distro yang diinstall lalu dilupakan: filosofinya adalah kontrol penuh. Tanpa systemd, kalian yang memilih init, memilih layanan yang berjalan, dan memilih caranya. Itu berarti pemahaman tentang partisi, bootloader, dan konsep layanan menjadi modal utama.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan ISO dan VM, lalu memverifikasi lingkungan pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Linux CLI dan Package Manager

Artix memakai pacman sebagai package manager. Kalian wajib nyaman dengan terminal, navigasi file, hak akses sudo, dan konsep repository. Pelajari perintah dasar pacman sejak sekarang karena seluruh series ini berputar di sekitarnya:

Perintah dasar pacman
sudo pacman -Syu
pacman -Ss nama-paket
pacman -Q nama-paket
pacman -Q | wc -l

Kalian juga perlu memahami perbedaan sumber paket: paket biner dari repo resmi versus PKGBUILD dari AUR yang di-build sendiri. Konsep ini dibedah penuh di episode 15, lengkap dengan alat yay dan paru.

Partisi, Bootloader, dan Filesystem

Instalasi Artix di episode 3 bergantung pada kemampuan kalian mempartisi disk. Kuasai fdisk atau cfdisk, konsep tabel partisi GPT versus MBR, serta EFI System Partition untuk boot UEFI. Bootloader yang kita pakai adalah GRUB, jadi pahami bagaimana GRUB menemukan kernel dan initramfs.

Periksa keterampilan ini dengan melihat kondisi disk dan firmware kalian:

Cek disk, partisi, dan firmware
lsblk
blkid
ls /sys/firmware/efi

Jika folder /sys/firmware/efi ada, sistem kalian memakai UEFI. Kalau tidak ada, sistem kalian memakai BIOS legacy — tidak masalah, GRUB tetap bisa mengatasinya, hanya pemasangannya yang sedikit berbeda.

Konsep Layanan dan Init System

Di distro lain kalian mungkin terbiasa dengan systemctl start. Di Artix, perintahnya berbeda-beda tergantung init: rc-service untuk OpenRC, sv untuk runit, s6-svc untuk s6, dan dinitctl untuk dinit. Kalian tidak perlu menghafal semuanya sekarang, tapi harus paham bahwa sebuah service adalah proses yang didaftarkan untuk dijalankan sistem, lengkap dengan aturan urutan start dan stop-nya.

Tip

Salah satu sumber kebingungan terbesar saat pindah dari Arch ke Artix adalah perbedaan nama service. Sebagai contoh, NetworkManager di OpenRC diaktifkan dengan rc-update add NetworkManager default, sedangkan di runit cukup membuat symlink ke direktori runsvdir. Ingat baik-baik pola ini karena akan kita pakai terus.

Perangkat Software yang Disiapkan

ISO Artix Sesuai Pilihan Init

Unduh ISO resmi dari artixlinux.org/download.php. Pilih varian init yang paling ingin kalian pelajari; series ini membahas keempatnya secara seimbang:

Varian ISO Artix
artix-base-openrc.iso   -> PID 1 memakai OpenRC
artix-base-runit.iso    -> PID 1 memakai runit
artix-base-s6.iso       -> PID 1 memakai s6
artix-base-dinit.iso    -> PID 1 memakai dinit

Jika ragu, mulai dari varian OpenRC karena paling banyak dokumentasinya, lalu bandingkan dengan init lain di episode 6. ISO versi terbaru saat series ini ditulis adalah 2026-04-03 dengan kernel 6.19, X server XLibre, dan PipeWire sebagai default audio.

Verifikasi Checksum ISO

Sebelum boot, verifikasi keaslian ISO agar tidak memakai file yang rusak atau disusupi. Artix menyediakan checksum dan file signature di halaman download:

Verifikasi checksum ISO
sha256sum -c artix-base-openrc-2026.04.03-x86_64.iso.sha256
gpg --verify artix-base-openrc-2026.04.03-x86_64.iso.sig

Perintah sha256sum -c membaca daftar checksum dan melaporkan apakah ISO cocok. Baris kedua memakai tanda tangan GPG yang lebih kuat, asalkan kunci pengembang sudah diimport.

VM untuk Mencoba

Jangan langsung menginstall di mesin asli. Siapkan VM di VirtualBox, QEMU/KVM, atau Proxmox minimal 2 CPU dan 4 GB RAM. Alokasikan disk virtual 40 GB. Dengan VM, kalian bisa mencoba keempat varian init dan merusak sistem sepuasnya tanpa konsekuensi permanen.

Repositori Base, World, dan Galaxy

Artix memakai repositori base (pengganti core), world (pengganti extra), dan galaxy (pengganti community). Semua paket di dalamnya sudah di-build tanpa dependensi systemd. Paket service init disediakan lewat subpaket seperti artix-base-openrc untuk instalasi dasar dan service-scaffold per init.

Memverifikasi Lingkungan Pertama

Setelah VM berjalan dari ISO, pastikan lingkungannya sehat sebelum menginstall. Cek versi kernel dan identitas sistem:

Verifikasi identitas sistem
uname -r
cat /etc/os-release

Output cat /etc/os-release menampilkan ID=artix dan ID_LIKE=arch. Kalian juga bisa memastikan alat instalasi tersedia:

Cek pacman dan basestrap
pacman -V | head -n 1
which basestrap fstabgen

Dua binary terakhir — basestrap dan fstabgen — adalah alat kunci instalasi Artix yang akan kita pakai di episode 3. Kalau keduanya muncul, ISO kalian sehat dan siap melangkah.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: Linux CLI, pacman, partisi & bootloader, dan konsep layanan.
  • Perangkat: ISO Artix sesuai init pilihan, checksum terverifikasi, dan satu VM.
  • Repositori: base, world, dan galaxy yang bebas systemd.
  • Alat kunci: pacman, basestrap, dan fstabgen.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill CLI, partisi, dan konsep layanan, memilih varian init yang ingin dipelajari, menyiapkan VM, serta memverifikasi repositori dan identitas sistem.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Artix adalah Arch tanpa systemd dengan empat init pilihan: OpenRC, runit, s6, dan dinit.
  • Kuasai pacman, partisi, dan konsep service sebelum berlanjut.
  • Siapkan VM 2 CPU 4 GB RAM dengan disk 40 GB untuk eksperimen.
  • Pilih ISO sesuai init; mulai dari OpenRC jika ragu.
  • Repositori Artix adalah base, world, dan galaxy, semua bebas systemd.
  • Verifikasi uname -r dan cat /etc/os-release sebelum install.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa Artix Linux — dari kelanjutan Arch-OpenRC pada 2012, lahirnya sebagai Arch tanpa systemd, hingga dukungan empat init system yang membuatnya unik. Pastikan VM kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Artix Linux baru saja dimulai!

Belajar Artix Linux - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Artix Linux