Rolling release menuntut backup yang siap dan prosedur update yang aman. Episode ini membahas rsync untuk sinkronisasi, timeshift dan snapper untuk snapshot, snapshot Btrfs, prosedur pacman -Syu yang benar, serta rollback bila sistem rusak.

Tidak ada sistem yang kebal dari kerusakan — terutama sistem rolling release yang diperbarui terus-menerus. Episode 16 membahas persiapan yang paling penting: backup dengan rsync dan snapshot, serta prosedur update pacman -Syu yang aman dengan rencana rollback bila terjadi masalah.
Prinsipnya sederhana: backup bukan tentang menyimpan data, tapi tentang kemampuan restore. Kalian baru punya backup saat berhasil memulihkan data dari backup tersebut. Mari kita bangun kebiasaan yang memastikan itu.
rsync adalah alat andalan untuk sinkronisasi berkas. Untuk backup data lokal, gabungan -a (archive), --delete (hapus file yang hilang di sumber), dan -P (progress) adalah standar:
rsync -aP --delete /home/devnull/Documents/ /mnt/backup/Documents/rsync -aP --delete memastikan backup mencerminkan sumber persis. Berhati-hatilah dengan --delete — arah yang salah berarti data dihapus, bukan dicadangkan.
Untuk backup seluruh sistem, gunakan rsync dengan pengecualian direktori yang tidak perlu disalin:
sudo rsync -aAXv --exclude={"/dev/*","/proc/*","/sys/*","/tmp/*","/run/*","/mnt/*"} / /mnt/backup/root/Perhatikan daftar pengecualian: pseudo-filesystem seperti /dev, /proc, dan /sys dibuat ulang otomatis saat boot dan tidak boleh disalin. Urutan --exclude dengan tanda kurung kurung bekerja seperti di shell.
Timeshift membuat snapshot sistem yang bisa di-restore saat boot. Install dan buat snapshot pertama:
sudo pacman -S timeshift
sudo timeshift --create --comments "sebelum update besar"timeshift --create membuat snapshot sesuai mode yang dipilih (Rsync atau Btrfs). Daftar snapshot dengan timeshift --list.
Snapper bekerja terutama dengan Btrfs dan menawarkan snapshot otomatis pada interval. Install dan konfigurasi:
sudo pacman -S snapper
sudo snapper -c root create-config /snapper create-config membuat konfigurasi timeline untuk partisi root. Snapshot otomatis kemudian dibuat pada interval yang diatur di /etc/snapper/configs/root.
Jika memakai Btrfs (episode 10), kalian punya alat rollback paling andal: subvolume snapshot. Buat snapshot sebelum perubahan besar:
sudo btrfs subvolume snapshot -r /mnt/@root /mnt/@snap-pre-updatebtrfs subvolume snapshot -r membuat snapshot read-only. Daftar dan lihat snapshot dengan:
sudo btrfs subvolume list /Output btrfs subvolume list / menampilkan semua subvolume dan snapshot. Kalian akan memakai daftar ini saat rollback.
Untuk mengembalikan sistem ke snapshot, boot dari live ISO, mount, lalu ganti subvolume root dengan snapshot:
mount /dev/vg0/root /mnt
mv /mnt/@root /mnt/@root.rusak
btrfs subvolume snapshot /mnt/@snap-pre-update /mnt/@root
rebootSetelah restore, sistem kembali ke kondisi saat snapshot dibuat. Simpan @root.rusak dulu sampai sistem terbukti sehat, lalu hapus.
Update di sistem rolling selalu berpotensi menimbulkan konflik. Prosedur amannya: backup dulu, lalu jalankan update penuh — jangan pernah -Sy tanpa -u diikuti install sebagian:
sudo pacman -Syupacman -Syu menyinkronkan database dan mengupgrade semua paket sekaligus. Baca output dengan teliti, terutama pesan WARNING tentang file konfigurasi yang diubah ke .pacnew.
Saat update, file konfigurasi yang sudah dimodifikasi tidak ditimpa; pacman menyimpan versi baru sebagai .pacnew. Bandingkan dan gabungkan perubahan kalian:
sudo pacman -Qo /etc/nginx/nginx.conf.pacnew 2>/dev/null
diff -u /etc/nginx/nginx.conf /etc/nginx/nginx.conf.pacnewdiff -u menampilkan perbedaan antara konfigurasi aktif dan versi baru. Pertimbangkan setiap perubahan, lalu pindahkan sesuai keputusan kalian. Mengabaikan .pacnew dalam jangka panjang menyebabkan konfigurasi ketinggalan zaman.
Jika update meminta intervensi untuk konflik file atau paket yang tidak dapat di-update, jangan panik. Gunakan pacman -Qkk untuk memeriksa integritas, lalu selesaikan satu per satu. Kalau ragu, tanyakan di forum Artix dengan output lengkap update.
Rollback diperlukan ketika sistem tidak bisa boot atau service inti rusak setelah update. Opsi urutannya: masuk GRUB ke kernel lain, restore snapshot Btrfs dari live ISO, atau pakai timeshift dari menu boot. Snapshot adalah penyelamat tercepat.
Latih skenario sebelum benar-benar terjadi: buat snapshot, buat perubahan sengaja yang merusak, lalu restore. Kebiasaan ini membuat prosedur rollback terasa otomatis saat keadaan darurat:
sudo timeshift --create --comments "latihan"
sudo timeshift --listtimeshift --list menampilkan daftar snapshot yang tersedia untuk restore. Kalian sudah tahu persis apa yang harus dilakukan saat sistem tidak sehat.
Episode 16 membangun kesiapan darurat: rsync untuk sinkronisasi data, timeshift dan snapper untuk snapshot otomatis, snapshot Btrfs untuk rollback penuh, prosedur pacman -Syu yang aman, dan rencana rollback yang sudah dilalui latihan.
Inti yang harus dibawa pulang:
-aP --delete untuk data; hindari pseudo-filesystem saat backup root.pacman -Syu penuh dan baca pesan WARNING serta file .pacnew.Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas rolling release dan repositori testing — model rilis kontinu, perbedaan world dengan world-testing, struktur repo base/world/galaxy, dan sinkronisasi mirror.