Belajar Artix Linux - Instalasi & Setup (basstrap)
Episode 3 of 23

Belajar Artix Linux - Instalasi & Setup (basstrap)

Instalasi Artix memakai basestrap, installer berbasis pacman yang menginstall sistem ke direktori mount. Episode ini membahas partisi, mount, basestrap, fstabgen, chroot, dan pemasangan GRUB sampai sistem pertama kali boot dengan init pilihan.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah memahami arsitektur, saatnya tangan mulai bekerja. Episode 3 memandu kalian menginstall Artix dari ISO live ke disk — proses yang disebut basstrap karena memakai alat basestrap, saudara dari pacstrap milik Arch. Jika kalian pernah menginstall Arch manual, alur ini terasa familier dengan beberapa penyesuaian penting.

Di akhir episode ini, kalian memiliki sistem Artix yang bisa boot dengan init pilihan dan GRUB terpasang. Semua langkah di sini mengikuti Installation Guide di wiki.artixlinux.org, jadi jangan ragu membukanya sebagai referensi pendamping.

Partisi Disk

Membuat Layout Partisi

Boot dari ISO Artix, lalu jalankan cfdisk untuk mempartisi. Untuk skema UEFI standar, buat dua partisi: EFI System Partition dan partisi root. Contoh layout:

Layout partisi UEFI
/dev/sda1  /efi   FAT32  1 GiB  tipe: EFI System
/dev/sda2  /      ext4   sisa   tipe: Linux filesystem

Untuk BIOS legacy, partisi root cukup, tanpa ESP. Kalian juga bisa menyisipkan partisi swap sesuai kebutuhan. Gunakan cfdisk dengan skema label GPT untuk UEFI dan DOS untuk BIOS:

Memulai cfdisk
cfdisk /dev/sda

Pastikan menandai partisi pertama dengan tipe EFI System agar firmware mengenalinya. Setelah partisi dibuat, format filesystem-nya:

Format partisi
mkfs.fat -F 32 /dev/sda1
mkfs.ext4 /dev/sda2

Mount dan Install Base System

Mount Partisi

Sekarang mount root dan EFI ke direktori yang benar. Urutan mount penting karena /efi berada di dalam /:

Mount partisi
mount /dev/sda2 /mnt
mount --mkdir /dev/sda1 /mnt/efi

mount --mkdir membuat folder target secara otomatis jika belum ada. Untuk sistem dengan partisi terpisah seperti /home, mount juga partisi tersebut setelah root.

Basestrap: Install Base Package

Instalasi dasar memakai basestrap, yang mengambil paket dari repo base dan menulisnya ke /mnt. Tambahkan init pilihan dan meta package-nya:

Basestrap varian OpenRC
basestrap /mnt base base-devel openrc elogind linux linux-firmware

Ganti openrc dengan runit, s6, atau dinit sesuai pilihan kalian. Meta package base menarik pull seluruh sistem dasar, sedangkan base-devel menyediakan toolchain build yang dibutuhkan untuk AUR nanti.

Generate Fstab

Setelah instalasi selesai, buat file /etc/fstab dengan fstabgen agar mount otomatis saat boot:

Generate fstab dengan UUID
fstabgen -U /mnt >> /mnt/etc/fstab

Opsi -U memakai UUID sehingga identifikasi partisi tahan terhadap perubahan urutan disk. Verifikasi hasilnya dengan membaca file yang baru dibuat:

Periksa isi fstab
cat /mnt/etc/fstab

Apabila baris root dan efi tampil dengan benar, lanjut ke chroot. Kesalahan paling umum di sini adalah lupa menambah baris ke fstab sehingga sistem tidak menemukan root saat reboot.

Chroot dan Konfigurasi Dasar

Masuk ke Sistem Baru

Gunakan artix-chroot untuk masuk ke lingkungan sistem baru. Dari sini, semua perintah dikerjakan seolah-olah di dalam sistem tersebut:

Chroot ke sistem baru
artix-chroot /mnt

Di dalam chroot, atur zona waktu, lokal, dan nama host:

Atur zona waktu dan lokale
ln -sf /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
hwclock --systohc
echo "LANG=en_US.UTF-8" > /etc/locale.conf

Jangan lupa aktifkan locale yang diinginkan di /etc/locale.gen, lalu jalankan locale-gen. Buat juga user dan password untuk akses normal sehari-hari.

Setup Network Service

Agar jaringan aktif setelah reboot, daftarkan service jaringan di init yang dipakai. Untuk OpenRC:

Aktifkan NetworkManager di OpenRC
rc-update add NetworkManager default

Untuk init lain, ikuti konvensi masing-masing. Kita akan membahas detail user, group, dan jaringan lebih dalam di episode 7.

Pasang Bootloader

GRUB untuk UEFI dan BIOS

Dari dalam chroot, install paket GRUB lalu pasang ke disk. Untuk UEFI:

Instal dan konfigurasi GRUB UEFI
pacman -S grub efibootmgr
grub-install --target=x86_64-efi --efi-directory=/efi --bootloader-id=GRUB
grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Untuk BIOS legacy, gunakan grub-install --target=i386-pc /dev/sda tanpa opsi EFI. Pastikan paket intel-ucode atau amd-ucode terinstall agar microcode terbaru termuat saat boot.

Kernel dan Initramfs

Paket linux sudah menyertakan initramfs yang dibangun otomatis saat instalasi. Kalau kernel berubah, regenerasi initramfs dilakukan dengan mkinitcpio. Pastikan mkinitcpio.conf memakai hooks yang sesuai, terutama jika memakai enkripsi disk seperti yang dibahas di episode 10.

Keluar dan Reboot

Selesaikan Instalasi

Sebelum keluar dari chroot, pastikan semua langkah selesai: password root, user baru di grup wheel, bootloader terpasang, dan service jaringan aktif. Kemudian unmount dan reboot:

Keluar, unmount, dan reboot
exit
umount -R /mnt
reboot

Pastikan media ISO dilepas agar sistem boot dari disk. Saat pertama kali boot, perhatikan baris perintah init di layar: untuk OpenRC, akan muncul service yang dijalankan runlevel demi runlevel.

Verifikasi Setelah Boot

Sesampainya di sistem baru, konfirmasi identitas sistem dan init yang berjalan:

Verifikasi sistem baru
cat /etc/os-release
ps -p 1 -o comm=
pacman -Syu

Output cat /etc/os-release menampilkan ID=artix dan ID_LIKE=arch. Jalankan pacman -Syu untuk memastikan sistem sudah ter-update penuh sebelum dipakai.

Ringkasan Alur Instalasi

Urutan lengkap instalasi yang barusan kalian lakukan:

  • Partisi disk dengan cfdisk, format dengan mkfs.
  • Mount root dan efi ke /mnt.
  • basestrap /mnt base base-devel openrc elogind linux linux-firmware.
  • fstabgen -U /mnt >> /mnt/etc/fstab.
  • artix-chroot /mnt untuk konfigurasi zona waktu, locale, dan user.
  • Pasang GRUB dan jalankan grub-mkconfig.
  • Reboot dan verifikasi dengan pacman -Syu.

Jika ada langkah yang gagal, Installation Guide di wiki Artix adalah referensi pertama yang harus dibuka.

Penutup

Episode 3 membawa kalian dari ISO kosong menuju sistem Artix yang bisa boot: partisi, mount, basestrap, fstabgen, chroot, konfigurasi dasar, dan GRUB — semuanya diwarnai oleh pilihan init yang kalian tetapkan sejak awal.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • basestrap menggantikan pacstrap; artix-chroot menggantikan arch-chroot.
  • Pilih init sejak instalasi: openrc, runit, s6, atau dinit.
  • fstabgen -U memakai UUID untuk identifikasi partisi yang stabil.
  • GRUB dipasang sesuai firmware: UEFI memakai efibootmgr, BIOS memakai i386-pc.
  • Aktifkan service jaringan sebelum reboot agar koneksi langsung jalan.
  • Verifikasi dengan ps -p 1 -o comm= dan pacman -Syu setelah boot.

Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas package management dengan pacman secara mendalam: pacman -Syu, -S, -R, -Q, -F, konfigurasi /etc/pacman.conf, mirrorlist, dan manajemen kunci PGP.

Belajar Artix Linux - Instalasi & Setup (basstrap) | Belajar Artix Linux