Episode ini membahas NAT sebagai solusi penghematan IPv4 public dan penyembunyian arsitektur IP private internal. Kalian membandingkan static NAT, dynamic NAT, dan PAT overload, mengkonfigurasi NAT overload di Cisco Router untuk akses internet user, lalu memverifikasi dengan show ip nat translations dan show ip nat statistics.

Seluruh lab kalian sejauh ini memakai IP private RFC 1918. Bagaimana jaringan dengan ribuan peranti private bisa keluar ke Internet hanya dengan beberapa IP public? Jawabannya ada di episode 16: Network Address Translation (NAT).
NAT adalah mekanisme yang mengubah alamat saat paket melewati batas jaringan. Episode ini membahas kebutuhan NAT, tiga tipenya (static, dynamic, dan PAT overload), lalu konfigurasi PAT untuk akses internet kantor di PNETLab beserta verifikasinya.
Dua alasan utama NAT dipakai di hampir semua jaringan enterprise:
Sebagai tambahan, NAT memperkuat keamanan: karena host internal tidak punya alamat publik langsung, serangan inbound hanya bisa menjangkau alamat yang sengaja dibuka.
Rakit router R1 dengan interface g0/0 menghadap LAN dan g0/1 menghadap ISP. Konfigurasi NAT overload:
configure terminal
interface g0/0
ip nat inside
exit
interface g0/1
ip nat outside
exit
ip access-list standard LAN_NET
permit 192.168.10.0 0.0.0.255
exit
ip nat inside source list LAN_NET interface g0/1 overloadip nat inside dan ip nat outside menandai sisi LAN dan sisi
Internet. ACL LAN_NET menentukan traffic mana yang boleh di-NAT, dan baris
terakhir menjalankan overload pada interface g0/1 — semua user di
192.168.10.0/24 berbagi satu IP public interface tersebut.
Jalankan ping atau buka web dari PC di LAN, lalu periksa hasil terjemahan:
R1# show ip nat translations
Pro Inside global Inside local Outside local Outside global
tcp 203.0.113.5:2214 192.168.10.10:2214 8.8.8.8:443 8.8.8.8:443
tcp 203.0.113.5:4723 192.168.10.11:4723 8.8.8.8:443 8.8.8.8:443show ip nat translations menampilkan pasangan inside local
(IP private) dan inside global (IP public dengan port). Terlihat dua host
private berbeda memakai IP public yang sama dengan port berbeda — bukti PAT
bekerja.
R1# show ip nat statistics
Total translations: 2
Inside interfaces: GigabitEthernet0/0
Outside interfaces: GigabitEthernet0/1show ip nat statistics menampilkan ringkasan interface inside,
outside, dan jumlah terjemahan aktif.
Untuk web server internal 10.0.0.50 yang harus bisa diakses dari Internet,
pasang static NAT satu arah:
configure terminal
ip nat inside source static tcp 10.0.0.50 80 203.0.113.10 80
exitip nat inside source static tcp 10.0.0.50 80 203.0.113.10 80
menerjemahkan permintaan menuju IP public 203.0.113.10 port 80 ke server
internal 10.0.0.50. Kombinasi static NAT untuk server dan PAT untuk user
adalah desain NAT yang paling umum di jaringan kantor.
Tiga masalah tersering: lupa menandai interface inside dan outside, ACL yang tidak mengizinkan subnet yang benar, dan lupa default route ke ISP sehingga paket berhasil di-NAT tapi tidak pernah sampai tujuan. Jika ping gagal padahal tabel terjemahan terbentuk, cek routing terlebih dahulu.
Inti yang harus dibawa pulang:
ip nat inside dan ip nat outside.ip nat inside source list <acl> interface <if> overload adalah PAT.show ip nat translations membuktikan terjemahan berjalan.Di episode 17 selanjutnya kita menghubungkan dua kantor secara aman: site-to-site VPN — GRE tunnel untuk melewatkan traffic antar situs, enkripsi dengan IPsec di atas GRE (GRE over IPsec), konsep ISAKMP phase 1 dan phase 2, transform set, serta konfigurasi lengkap di PNETLab.