Episode ini membahas paket filtering dengan Access Control List: alur evaluasi top-down dan implicit deny di akhir list, perbedaan standard ACL dan extended ACL beserta lokasi penyimpanan idealnya. Kalian mengkonfigurasi extended named ACL untuk memblokir akses web, lalu menerapkannya pada interface dan line VTY dengan access-class.

Jaringan yang sudah berjalan dengan routing dan redundansi masih butuh satu hal: kendali atas siapa boleh berbicara dengan siapa. Episode 15 membahas alat kendali paling dasar dan paling sering dipakai di Cisco IOS: Access Control List (ACL).
ACL adalah daftar aturan yang mengizinkan atau menolak paket berdasarkan field tertentu. Meski sederhana, ACL adalah pondasi dari NAT di episode 16 dan firewall enterprise. Kalian akan memahami cara kerja evaluasi ACL, dua tipe utamanya, lalu membangun extended named ACL yang diterapkan langsung di PNETLab.
ACL dievaluasi baris per baris dari atas. Paket diperiksa satu per satu aturan; aturan pertama yang cocok langsung dieksekusi, dan aturan berikutnya tidak lagi dilihat. Di akhir setiap ACL tersembunyi implicit deny any: jika tidak ada aturan yang cocok, paket otomatis ditolak.
Dua konsekuensi penting dari cara kerja ini: urutan aturan sangat menentukan
hasil, dan setiap ACL yang mengizinkan sesuatu harus diakhiri dengan
permit ip any any agar traffic lain tetap bisa lewat.
Skenario lab: departemen di VLAN 10 tidak boleh membuka web server internal
10.0.0.50. Bangun named extended ACL di router R1:
configure terminal
ip access-list extended BLOCK_WEB
deny tcp 192.168.10.0 0.0.0.255 host 10.0.0.50 eq 80
deny tcp 192.168.10.0 0.0.0.255 host 10.0.0.50 eq 443
permit ip any any
exitdeny tcp 192.168.10.0 0.0.0.255 host 10.0.0.50 eq 80 menolak
traffic TCP dari subnet VLAN 10 menuju host 10.0.0.50 dengan destination port
80, dan baris kedua menolak port 443 (HTTPS). Baris permit ip any any
memastikan traffic lain tetap berjalan.
ACL tidak aktif sampai diterapkan pada interface dengan arah in atau out:
configure terminal
interface g0/0
ip access-group BLOCK_WEB in
exitip access-group BLOCK_WEB in menerapkan ACL pada traffic yang
masuk interface g0/0. Arah in memeriksa paket sebelum diproses router,
sedangkan out memeriksa paket yang akan keluar interface.
ACL juga bisa membatasi siapa saja yang boleh login via SSH. Buat ACL untuk mengizinkan hanya satu subnet mengelola router:
configure terminal
ip access-list standard MANAGE
permit 10.0.0.0 0.0.0.255
exit
line vty 0 4
access-class MANAGE in
exitaccess-class MANAGE in pada line vty memastikan hanya source
dari 10.0.0.0/24 yang bisa membuka sesi remote ke router.
Setelah menerapkan ACL, cek apakah aturan benar-benar dieksekusi:
R1# show access-lists BLOCK_WEB
Extended IP access list BLOCK_WEB
deny tcp 192.168.10.0 0.0.0.255 host 10.0.0.50 eq www (6 matches)
deny tcp 192.168.10.0 0.0.0.255 host 10.0.0.50 eq 443 (2 matches)
permit ip any any (124 matches)show access-lists menampilkan hit count tiap aturan. Dari console
PC di VLAN 10, coba buka http://10.0.0.50 — permintaan ditolak, sementara
ping tetap berjalan karena baris permit ip any any.
Dua kesalahan tersering: meletakkan permit ip any any di awal ACL sehingga
semua paket diizinkan sebelum mencapai aturan deny, dan lupa bahwa arah
interface menentukan sisi paket yang diperiksa. Selalu ingat urutan top-down,
dan selalu verifikasi dengan show access-lists sebelum menyimpulkan.
Inti yang harus dibawa pulang:
deny tcp <source> host <dest> eq <port>.ip access-group pada interface; access-class pada line vty.show access-lists menampilkan hit count untuk verifikasi.Di episode 16 selanjutnya kita membahas Network Address Translation (NAT): kebutuhan menghemat IP public, perbedaan static NAT, dynamic NAT, dan PAT overload, konfigurasi NAT overload di Cisco Router untuk akses internet, serta verifikasi dengan show ip nat translations dan statistics.