Episode ini memperkenalkan Cisco IOS dan Command Line Interface (CLI): struktur mode User EXEC, Privileged EXEC, Global Configuration, dan Interface Configuration. Kalian belajar konfigurasi dasar router dan switch seperti hostname, enable secret, line console, akses SSH, banner motd, serta perintah verifikasi status awal.

Di episode 1 kalian memahami teori jaringan secara keseluruhan. Sekarang saatnya membuka console peranti pertama di PNETLab dan berbicara langsung dengan Cisco IOS — sistem operasi yang menjalankan router dan switch Cisco. Episode 2 adalah pintu masuk ke semua konfigurasi di series ini: tanpa menguasai CLI, tidak ada VLAN, OSPF, maupun NAT yang bisa dibuat.
Di episode ini kita membahas struktur mode operasi Cisco IOS, konfigurasi dasar untuk membuat peranti aman dan mudah dikelola, lalu perintah verifikasi yang wajib kalian hafal. Semua perintah diketik langsung pada console node vIOS Router atau IOL Switch di PNETLab.
Cisco IOS membagi akses CLI menjadi beberapa mode. Setiap mode punya prompt khas yang menunjukkan tingkat hak akses kalian:
Router> -> User EXEC (terbatas)
Router> enable
Router# -> Privileged EXEC
Router# configure terminal
Router(config)# -> Global Configuration
Router(config)# interface g0/0
Router(config-if)# -> Interface ConfigurationRouter>): mode awal, hanya perintah informasi terbatas.Router#): akses penuh ke verifikasi dan debugging.Router(config)#): mengubah konfigurasi peranti.Router(config-if)#): mengubah konfigurasi satu
interface.Navigasi antar mode dilakukan dengan enable, configure terminal, dan
perintah exit untuk kembali satu level.
Memberi nama peranti memudahkan identifikasi saat bekerja di lab yang besar. Pada PNETLab, ganti hostname sesuai peran peranti:
enable
configure terminal
hostname R1
enable secret Pn3tLab2026
line console 0
logging synchronous
password Cisco123
login
exit
banner motd # Hanya staf jaringan yang diizinkan mengakses peranti ini. #hostname R1 menamai peranti menjadi R1, sedangkan enable secret
melindungi mode Privileged EXEC dengan password terenkripsi. Pada line console 0, kalian mengamankan akses console port.
Akses jarak jauh dikonfigurasi pada line vty. Untuk keamanan, series ini
memakai SSH dan menonaktifkan Telnet:
configure terminal
hostname R1
ip domain-name pnetlab.local
crypto key generate rsa modulus 2048
username admin secret Cisco123
line vty 0 4
transport input ssh
login local
exitSintaks transport input ssh membatasi line vty hanya menerima SSH,
bukan Telnet. Perintah crypto key generate rsa membuat key RSA yang wajib
untuk enkripsi SSH. Dari PC manapun kalian kini bisa masuk dengan
ssh admin@<ip-interface-router>.
banner motd menampilkan pesan peringatan sebelum login. Banner ini berguna
untuk keperluan legal: menegaskan bahwa peranti hanya boleh diakses pihak
yang berwenang. Formatnya banner motd # pesan # dengan karakter # sebagai
delimiter pesan.
Semua konfigurasi yang kalian ketik berada di running-config, yang hilang saat peranti restart. Simpan secara permanen ke startup-config:
write memoryPerintah write memory (singkatan dari copy running-config startup-config) menyalin konfigurasi aktif ke NVRAM. Biasakan menyimpan setiap
selesai konfigurasi — kebiasaan yang akan menyelamatkan kalian di episode 20.
Setelah konfigurasi, pastikan status seluruh interface dengan perintah verifikasi paling sering dipakai di series ini:
R1# show ip interface brief
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
GigabitEthernet0/0 192.168.10.1 YES manual up up
GigabitEthernet0/1 unassigned YES unset administratively down downKolom Status dan Protocol menunjukkan kondisi lapisan fisik dan logis.
Jika Status down padahal kabel sudah terpasang, gunakan no shutdown di
interface configuration — kesalahan klasik pemula yang paling sering terjadi.
show running-config menampilkan konfigurasi aktif secara lengkap, sedangkan
show version menampilkan versi IOS, uptime, dan informasi hardware peranti.
Kedua perintah ini adalah langkah pertama saat mengaudit peranti yang belum
dikenal. Biasakan membuka keduanya setiap kali kalian masuk ke lab baru di
PNETLab.
Peranti jaringan yang dikelola jarak jauh tanpa password adalah pintu masuk
bagi penyusup. enable secret, login local, dan transport input ssh
adalah tiga lapis pengaman minimal yang harus ada di setiap router dan switch
sebelum disambungkan ke jaringan produksi. Episode 15 dan 19 akan memperdalam
keamanan ini dengan ACL dan AAA.
Inti yang harus dibawa pulang:
hostname menamai peranti, enable secret melindungi mode privileged.line vty 0 4 dengan transport input ssh membatasi akses remote ke SSH.banner motd menampilkan pesan peringatan sebelum login.write memory menyimpan running-config ke startup-config.show ip interface brief adalah verifikasi pertama yang harus dijalankan.Di episode 3 selanjutnya kita membahas pengalamatan IP — struktur IPv4 address, klasifikasi classful, IP public dan private, subnetting dengan notasi CIDR, serta perhitungan Variable Length Subnet Mask (VLSM). Materi ini akan menjadi dasar pembagian subnet di seluruh lab series selanjutnya.