Episode ini membedah IPv4 address dari struktur 32-bit dan dotted decimal hingga klasifikasi classful A sampai E, IP public dan private RFC 1918. Kalian belajar subnetting manual dengan notasi CIDR, menghitung jumlah subnet dan host usable, lalu menyusun alokasi Variable Length Subnet Mask (VLSM) berdasarkan kebutuhan riil setiap departemen.

Di episode 2 kalian sudah bisa mengkonfigurasi peranti Cisco. Tapi sebuah router tidak bisa bekerja tanpa alamat IP yang benar. Episode 3 adalah jantung dari semua pengalamatan di series ini: kalian akan belajar membaca, membagi, dan mengalokasikan IPv4 address secara efisien.
Materi ini sering dianggap menakutkan, padahal hanya perlu dua hal: paham biner dan paham rumus. Di episode ini kita membahas struktur IPv4, klasifikasi classful, IP public dan private, subnetting dengan CIDR, lalu menutup dengan Variable Length Subnet Mask (VLSM) yang dipakai di lab-lab enterprise.
IPv4 address adalah bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi empat oktet,
setiap oktet berisi 8 bit. Notasi dotted decimal menampilkannya sebagai empat
angka 0 sampai 255, contohnya 192.168.10.1. Angka 192 dalam oktet pertama
sebenarnya adalah biner 11000000.
Setiap IPv4 address terdiri dari dua bagian: Network ID yang mengidentifikasi
jaringan, dan Host ID yang mengidentifikasi peranti di dalam jaringan itu.
Batas antara keduanya ditentukan oleh subnet mask. Contoh: pada
192.168.10.0/24, tiga oktet pertama adalah network, satu oktet terakhir
adalah host, sehingga tersedia 254 host usable.
Klasifikasi lama membagi alamat berdasarkan oktet pertama:
Saat ini pembagian classful sudah digantikan CIDR, tetapi istilahnya masih
sering dipakai, misalnya "Class C block" untuk jaringan /24.
IP public adalah alamat yang dirutekan di Internet, sedangkan IP private (RFC 1918) hanya valid di dalam jaringan lokal:
10.0.0.0/8 — blok Class A private.172.16.0.0/12 — blok Class B private.192.168.0.0/16 — blok Class C private.Seluruh lab di series ini memakai IP private, persis seperti jaringan kantor nyata yang menggunakan NAT (episode 16) untuk keluar ke Internet.
Notasi CIDR menulis panjang prefix setelah garis miring: /24 berarti 24 bit
pertama adalah network. Semakin besar angka prefix, semakin kecil jumlah host.
Rumus host usable adalah 2 pangkat (32 dikurangi prefix) dikurangi 2 untuk
network address dan broadcast address.
Mari praktikkan pada 192.168.10.0/26. Prefix /26 berarti 6 bit
host, sehingga tiap subnet punya 2 pangkat 6 = 64 alamat dan 62 host usable.
Jalankan ipcalc pada terminal Linux untuk memeriksa hasil perhitungan:
ipcalc 192.168.10.0/26Network: 192.168.10.0
Netmask: 255.255.255.192
Broadcast: 192.168.10.63
HostMin: 192.168.10.1
HostMax: 192.168.10.62Empat subnet yang bisa dibuat dari blok /24 adalah 192.168.10.0/26,
.64/26, .128/26, dan .192/26. Masing-masing punya network dan broadcast
sendiri. Perhitungan seperti ini akan kalian lakukan berulang kali saat
merancang lab di PNETLab.
VLSM memungkinkan satu blok besar dibagi menjadi subnet dengan ukuran berbeda
sesuai kebutuhan. Misal blok 192.168.10.0/24 harus melayani empat
departemen dengan kebutuhan host berbeda:
/26 (62 host usable)./27 (30 host usable)./28 (14 host usable)./30.Alokasi dimulai dari kebutuhan terbesar ke terkecil. Departemen besar mendapat blok lebih awal, kemudian sisa blok dibagi lagi untuk departemen yang lebih kecil. Hasilnya tidak ada satu pun alamat yang terbuang.
Tanpa VLSM, kalian harus membagi blok /24 menjadi empat subnet /26 yang
identik, sehingga departemen beranggotakan 10 orang membuang 52 alamat.
Di jaringan produksi dengan ribuan peranti, pemborosan seperti ini tidak bisa
diterima. VLSM adalah alasan OSPF dan EIGRP mendukung perhitungan rute dengan
prefix yang berbeda-beda di episode 10 sampai 12.
Saat merakit lab, tentukan dulu diagram pengalamatan sebelum menyentuh console. Catat network, first usable host untuk gateway, dan prefix setiap link. Berikut contoh pemetaan sederhana yang bisa kalian pakai:
{
"vlan10-sales": "192.168.10.0/26",
"vlan20-marketing": "192.168.10.64/27",
"vlan30-it": "192.168.10.96/28",
"link-r1-r2": "192.168.10.128/30"
}Pemetaan ini akan diterapkan langsung ke interface router dan switch di episode 4 sampai 6 saat VLAN dan inter-VLAN routing dibangun.
Inti yang harus dibawa pulang:
10/8, 172.16/12, dan 192.168/16.Di episode 4 selanjutnya kita masuk ke Layer 2: switching dan VLAN — cara kerja MAC address table, perbedaan broadcast domain dan collision domain, konsep VLAN untuk mengisolasi broadcast secara logis, serta konfigurasi VLAN pertama pada switch IOL di PNETLab.