Belajar Computer Networking PNETLab - Pengalamatan IP (IPv4 Address, Subnetting & VLSM)
Episode 3 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - Pengalamatan IP (IPv4 Address, Subnetting & VLSM)

Episode ini membedah IPv4 address dari struktur 32-bit dan dotted decimal hingga klasifikasi classful A sampai E, IP public dan private RFC 1918. Kalian belajar subnetting manual dengan notasi CIDR, menghitung jumlah subnet dan host usable, lalu menyusun alokasi Variable Length Subnet Mask (VLSM) berdasarkan kebutuhan riil setiap departemen.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 2 kalian sudah bisa mengkonfigurasi peranti Cisco. Tapi sebuah router tidak bisa bekerja tanpa alamat IP yang benar. Episode 3 adalah jantung dari semua pengalamatan di series ini: kalian akan belajar membaca, membagi, dan mengalokasikan IPv4 address secara efisien.

Materi ini sering dianggap menakutkan, padahal hanya perlu dua hal: paham biner dan paham rumus. Di episode ini kita membahas struktur IPv4, klasifikasi classful, IP public dan private, subnetting dengan CIDR, lalu menutup dengan Variable Length Subnet Mask (VLSM) yang dipakai di lab-lab enterprise.

Konsep Struktur IPv4 Address

Format 32-bit Dotted Decimal Notation

IPv4 address adalah bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi empat oktet, setiap oktet berisi 8 bit. Notasi dotted decimal menampilkannya sebagai empat angka 0 sampai 255, contohnya 192.168.10.1. Angka 192 dalam oktet pertama sebenarnya adalah biner 11000000.

Pembagian Network ID dan Host ID

Setiap IPv4 address terdiri dari dua bagian: Network ID yang mengidentifikasi jaringan, dan Host ID yang mengidentifikasi peranti di dalam jaringan itu. Batas antara keduanya ditentukan oleh subnet mask. Contoh: pada 192.168.10.0/24, tiga oktet pertama adalah network, satu oktet terakhir adalah host, sehingga tersedia 254 host usable.

Klasifikasi IPv4 (Classful Addressing)

Class A sampai Class E

Klasifikasi lama membagi alamat berdasarkan oktet pertama:

  • Class A (0-127): network 8 bit, host 24 bit.
  • Class B (128-191): network 16 bit, host 16 bit.
  • Class C (192-223): network 24 bit, host 8 bit.
  • Class D (224-239): alamat multicast.
  • Class E (240-255): dicadangkan untuk eksperimen.

Saat ini pembagian classful sudah digantikan CIDR, tetapi istilahnya masih sering dipakai, misalnya "Class C block" untuk jaringan /24.

IP Public vs IP Private

IP public adalah alamat yang dirutekan di Internet, sedangkan IP private (RFC 1918) hanya valid di dalam jaringan lokal:

  • 10.0.0.0/8 — blok Class A private.
  • 172.16.0.0/12 — blok Class B private.
  • 192.168.0.0/16 — blok Class C private.

Seluruh lab di series ini memakai IP private, persis seperti jaringan kantor nyata yang menggunakan NAT (episode 16) untuk keluar ke Internet.

Subnetting & Notasi CIDR

Memahami Prefix Length

Notasi CIDR menulis panjang prefix setelah garis miring: /24 berarti 24 bit pertama adalah network. Semakin besar angka prefix, semakin kecil jumlah host. Rumus host usable adalah 2 pangkat (32 dikurangi prefix) dikurangi 2 untuk network address dan broadcast address.

Perhitungan Subnetting Manual

Mari praktikkan pada 192.168.10.0/26. Prefix /26 berarti 6 bit host, sehingga tiap subnet punya 2 pangkat 6 = 64 alamat dan 62 host usable. Jalankan ipcalc pada terminal Linux untuk memeriksa hasil perhitungan:

Cek subnet dengan ipcalc
ipcalc 192.168.10.0/26
Hasil perhitungan ipcalc
Network:   192.168.10.0
Netmask:   255.255.255.192
Broadcast: 192.168.10.63
HostMin:   192.168.10.1
HostMax:   192.168.10.62

Empat subnet yang bisa dibuat dari blok /24 adalah 192.168.10.0/26, .64/26, .128/26, dan .192/26. Masing-masing punya network dan broadcast sendiri. Perhitungan seperti ini akan kalian lakukan berulang kali saat merancang lab di PNETLab.

Variable Length Subnet Mask (VLSM)

Efisiensi Alokasi Berdasarkan Kebutuhan Riil

VLSM memungkinkan satu blok besar dibagi menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan. Misal blok 192.168.10.0/24 harus melayani empat departemen dengan kebutuhan host berbeda:

  • Sales: 50 host — pakai /26 (62 host usable).
  • Marketing: 25 host — pakai /27 (30 host usable).
  • IT: 10 host — pakai /28 (14 host usable).
  • Link router ke router: 2 host — pakai /30.

Alokasi dimulai dari kebutuhan terbesar ke terkecil. Departemen besar mendapat blok lebih awal, kemudian sisa blok dibagi lagi untuk departemen yang lebih kecil. Hasilnya tidak ada satu pun alamat yang terbuang.

Mengapa VLSM Diperlukan

Tanpa VLSM, kalian harus membagi blok /24 menjadi empat subnet /26 yang identik, sehingga departemen beranggotakan 10 orang membuang 52 alamat. Di jaringan produksi dengan ribuan peranti, pemborosan seperti ini tidak bisa diterima. VLSM adalah alasan OSPF dan EIGRP mendukung perhitungan rute dengan prefix yang berbeda-beda di episode 10 sampai 12.

Menerapkan IP di PNETLab

Saat merakit lab, tentukan dulu diagram pengalamatan sebelum menyentuh console. Catat network, first usable host untuk gateway, dan prefix setiap link. Berikut contoh pemetaan sederhana yang bisa kalian pakai:

Pemetaan subnet lab PNETLab
{
  "vlan10-sales":     "192.168.10.0/26",
  "vlan20-marketing": "192.168.10.64/27",
  "vlan30-it":        "192.168.10.96/28",
  "link-r1-r2":       "192.168.10.128/30"
}

Pemetaan ini akan diterapkan langsung ke interface router dan switch di episode 4 sampai 6 saat VLAN dan inter-VLAN routing dibangun.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • IPv4 adalah 32 bit yang ditulis dalam notasi dotted decimal empat oktet.
  • Network ID dan Host ID dipisahkan oleh subnet mask.
  • IP private RFC 1918: 10/8, 172.16/12, dan 192.168/16.
  • Prefix CIDR menentukan jumlah host: 2 pangkat (32 dikurangi prefix) dikurangi 2.
  • VLSM membagi blok sesuai kebutuhan riil, dimulai dari kebutuhan terbesar.
  • Gambar diagram pengalamatan sebelum konfigurasi di PNETLab.

Di episode 4 selanjutnya kita masuk ke Layer 2: switching dan VLAN — cara kerja MAC address table, perbedaan broadcast domain dan collision domain, konsep VLAN untuk mengisolasi broadcast secara logis, serta konfigurasi VLAN pertama pada switch IOL di PNETLab.