Episode ini membedah arsitektur Devuan: kernel dan paket dari Debian dengan lapisan init yang diganti sysvinit, OpenRC, atau runit, plus eudev dan elogind. Kalian juga memahami struktur repositori Devuan seperti excalibur, daedalus, testing, dan ceres.

Setelah memahami sejarah Devuan, kini saatnya membedah bagaimana sistem ini disusun. Episode 2 menjelaskan arsitektur utama Devuan: paket dan kernel yang diwarisi dari Debian, lapisan init yang diganti, device manager eudev, serta session manager elogind. Kalian juga akan berkenalan dengan repositori dan suite yang menjadi sumber semua paket.
Pemahaman arsitektur ini adalah fondasi untuk episode-episode berikutnya. Ketika kalian menjalankan apt install di episode 4, memulai service di episode 5, atau mengganti init di episode 6, kalian akan tahu persis komponen mana yang sedang kalian sentuh dan mengapa.
Kita akan memakai analogi sederhana sepanjang episode ini: Devuan seperti mobil Debian yang mesinnya diganti. Semua bagian lain — roda, kursi, mesin — tetap, tetapi yang mengendalikan kemudi dan kopling (init system) adalah komponen yang berbeda.
Devuan mengambil kernel dan hampir seluruh paket dari repositori Debian. Itulah mengapa binary compatibility dan kualitas paket Debian terjaga sepenuhnya. Perbedaannya ada pada lapisan pengelola sistem — init system, device manager, dan session manager — yang diganti dengan implementasi non-systemd.
Urutan boot klasik Devuan terlihat seperti ini:
GRUB -> kernel Linux -> initramfs -> sysvinit (PID 1) -> runlevel -> /etc/init.d/Lapisan init inilah yang membuat Devuan terasa berbeda: semua service dikelola lewat script shell di /etc/init.d/ yang dipanggil oleh runlevel di /etc/rcN.d/, bukan lewat unit file dengan dependensi tersembunyi.
Devuan menyediakan tiga pilihan init saat instalasi:
Ketiganya menempati peran yang sama — PID 1 dan pengelola service — dengan cara kerja berbeda. Kita akan mengelola sysvinit secara mendalam di episode 5 dan membandingkan ketiganya di episode 6. Yang perlu kalian catat sekarang: pilihan init menentukan bagaimana kalian berinteraksi dengan service setiap hari.
Mengganti init bukan sekadar pekerjaan kosmetik. Init menentukan bagaimana sistem boot, bagaimana service dimulai dan dihentikan, bagaimana log ditangani, dan bagaimana sesi pengguna dikelola. Dengan memisahkan tanggung jawab ini ke komponen yang lebih kecil — sysvinit, eudev, elogind — Devuan mengikuti filosofi Unix: setiap tool mengerjakan satu hal dengan baik.
eudev adalah fork dari udev yang dipelihara untuk berjalan tanpa systemd. Fungsinya sama: mengelola device node di /dev, mendeteksi perangkat yang terpasang (hotplug), dan menetapkan nama serta permission lewat rules di /etc/udev/rules.d/. Di balik layar, kalian berinteraksi dengannya lewat perintah udevadm.
Cek versi eudev yang berjalan:
udevadm --version
ls /lib/udev/rules.d/ | headKeluaran udevadm --version pada Devuan Excalibur menampilkan versi eudev (misalnya 3.2.14). Kita akan membedah eudev dan menulis rules sendiri di episode 15. Untuk sekarang, ingat bahwa eudev dan systemd-udev berbagi sintaks rules — sebagian besar knowledge kalian tetap bisa dipakai.
elogind adalah lapisan opsional yang menyediakan fungsionalitas logind untuk sistem non-systemd: mengelola login session, seat, dan akses device per pengguna. Tanpa elogind, sesi desktop di Xorg bisa berjalan tetapi beberapa fitur seperti shutdown sebagai user biasa atau power management lebih terbatas. Instalasi desktop Devuan umumnya menyertakan elogind secara otomatis.
elogind berjalan sebagai service yang dikelola init:
sudo service elogind status
loginctl list-sessionsloginctl list-sessions menampilkan sesi aktif. Jika elogind tidak berjalan, kalian mungkin tidak bisa me-shutdown sistem dari desktop GUI tanpa hak root.
Semua paket Devuan datang dari deb.devuan.org. Suite yang tersedia mengikuti siklus rilis:
Komponen paket mengikuti Debian: main, contrib, dan non-free. Berikut contoh sumber apt standar Devuan Excalibur:
Types: deb
URIs: https://deb.devuan.org/combined
Suites: excalibur excalibur-security
Components: main contrib non-free
Signed-By: /usr/share/keyrings/devuan-archive-keyring.gpgFormat di atas adalah deb822 yang didukung apt modern. Format klasik deb https://deb.devuan.org/combined excalibur main juga tetap diterima di file /etc/apt/sources.list.
Bagi pengguna yang menginginkan paket lebih baru, testing dan ceres adalah pilihan. Ceres setara Sid dan bergerak sangat cepat — cocok untuk pengembang yang mengetes versi terbaru, tetapi tidak untuk server production. Aturan praktisnya: gunakan stable untuk mesin yang tidak boleh rusak, testing untuk mesin eksperimen, dan ceres hanya jika kalian siap menghadapi perubahan besar setiap hari.
Selalu pastikan suite dan komponen konsisten antara baris satu dengan lainnya. Mencampur suite stable dan testing secara sembarangan bisa menyebabkan kegagalan dependensi saat apt update:
sudo apt update
apt-cache policyPerintah apt-cache policy menampilkan daftar suite yang dikonfigurasi beserta prioritasnya. Ini cara cepat memverifikasi bahwa repositori Devuan kalian benar sebelum instalasi paket apa pun.
Episode 2 menjelaskan arsitektur Devuan: kernel dan paket Debian dengan lapisan init yang diganti sysvinit, OpenRC, atau runit, ditambah eudev sebagai device manager dan elogind sebagai session manager. Kalian juga mengenal repositori deb.devuan.org dengan suite excalibur, daedalus, testing, dan ceres beserta format konfigurasi sumber apt.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3 selanjutnya kita akan membahas instalasi dan setup awal Devuan — menjalankan devuan-installer, memilih init saat instalasi, mengonfigurasi hostname, timezone, dan apt sources, hingga opsi tasksel untuk menambahkan perangkat lunak.