Belajar Devuan GNU/Linux - User, Group, Network & Boot
Episode 7 of 23

Belajar Devuan GNU/Linux - User, Group, Network & Boot

Episode ini membahas pengelolaan user dan group dengan adduser dan usermod, hak akses sudo dan su, konfigurasi network lewat ifupdown, NetworkManager, dan dhcpcd, serta proses boot dari GRUB, kernel, init, sampai fstab untuk mount filesystem.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Sistem Linux yang sehat butuh tiga fondasi operasional: user dan group yang tertata, network yang terkoneksi, dan boot yang dapat diprediksi. Episode 7 membahas ketiganya dalam konteks Devuan — dari membuat user dengan adduser, memberikan hak sudo, mengonfigurasi network dengan ifupdown, hingga memahami perjalanan boot dari GRUB sampai fstab.

Ketiga topik ini adalah bahan bakar semua episode berikutnya. Firewall di episode 13 butuh network yang benar, hardening di episode 14 butuh user yang tepat, dan maintenance di episode 16 butuh pemahaman boot dan fstab. Mari bangun fondasinya sekarang.

User dan Group

Membuat User dan Memberi Hak Sudo

Di Devuan, user baru dibuat dengan adduser. Untuk memberikan hak administratif, tambahkan user ke group sudo — karena Devuan mengikuti konvensi Debian — lalu kelola password dengan passwd:

Buat user dan beri akses sudo
sudo adduser budi
sudo usermod -aG sudo budi

usermod -aG sudo budi menambahkan budi ke group sudo tanpa menghapus group lain, berkat opsi -a. Setelah ini, budi bisa memakai sudo dengan passwordnya sendiri. Cek keanggotaan group kapan saja dengan groups budi.

Hak Akses dan su

Untuk sementara memakai identitas root, gunakan su:

Beralih user
su - budi
sudo -i

su - budi membuka sesi login sebagai budi, sedangkan sudo -i membuka shell root. Aturan praktis keamanan: hindari login langsung sebagai root; selalu gunakan user biasa ditambah sudo seperti yang kita pertegas di episode 14.

Networking dengan ifupdown

Konfigurasi Statis dan DHCP

Default Devuan memakai ifupdown, yang dikonfigurasi lewat /etc/network/interfaces. Formatnya jelas dan bebas systemd:

/etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
 
auto eth1
iface eth1 inet static
    address 192.168.1.10
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.1.1
    dns-nameservers 1.1.1.1 8.8.8.8

Untuk menerapkan perubahan tanpa reboot:

Restart network interface
sudo ifdown eth0 && sudo ifup eth0
sudo ip addr show eth0

Perintah ip addr show eth0 menampilkan konfigurasi IP saat ini. Jika kalian memakai DHCP, pastikan service dhcpcd atau dhclient berjalan — di Devuan umumnya dikelola lewat service networking.

Alternatif: NetworkManager untuk Desktop

Pada instalasi desktop, NetworkManager sering menjadi pengelola network agar koneksi Wi-Fi mudah diatur:

Kelola NetworkManager
sudo service NetworkManager status
nmcli device status

nmcli device status menampilkan perangkat dan state koneksinya. NetworkManager dan ifupdown tidak boleh mengelola interface yang sama secara bersamaan untuk menghindari konflik.

Proses Boot

Dari GRUB ke Init

Perjalanan boot Devuan: GRUB memuat kernel Linux, kernel mengeksekusi initramfs untuk menyiapkan filesystem dan device, lalu menyerahkan kontrol ke init (PID 1) yang kita bahas di episode 5. init lalu memproses runlevel default dari /etc/inittab.

Periksa parameter boot dan kernel yang aktif:

Cek kernel dan boot
uname -r
cat /proc/cmdline

cat /proc/cmdline menampilkan argumen yang diserahkan GRUB ke kernel — misalnya quiet atau parameter root=. Ini jendela pertama saat troubleshooting boot.

fstab: Mount Filesystem

Setelah init siap, sistem mem-mount filesystem sesuai /etc/fstab. Setiap baris berisi device, mount point, tipe filesystem, opsi, dump, dan fsck order:

/etc/fstab
/dev/sda1 / ext4 defaults 0 1
/dev/sda2 /home ext4 defaults 0 2
/dev/sda3 swap swap defaults 0 0

Periksa apakah semua mount point sudah benar:

Verifikasi mount
mount -a
df -h

mount -a me-mount semua filesystem di fstab yang belum aktif. Kesalahan di fstab bisa mencegah boot, jadi uji perubahan dengan mount -a sebelum reboot.

Penutup

Episode 7 melengkapi fondasi operasional Devuan: membuat user dan group dengan adduser dan usermod, memberikan hak sudo, mengonfigurasi network dengan ifupdown dan alternatif NetworkManager, serta memahami proses boot dari GRUB, kernel, initramfs, init, sampai mount filesystem lewat fstab.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • adduser membuat user; usermod -aG sudo memberi hak administratif.
  • su dan sudo -i untuk berpindah identitas dengan aman.
  • ifupdown memakai /etc/network/interfaces untuk konfigurasi network.
  • NetworkManager cocok untuk desktop dan Wi-Fi.
  • Boot berjalan: GRUB, kernel, initramfs, init, runlevel.
  • fstab menentukan filesystem yang di-mount saat boot.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas desktop environment dan display — memilih XFCE, KDE, MATE, atau GNOME di Devuan, mengonfigurasi Xorg dan LightDM, serta peran elogind sebagai session manager non-systemd.

Belajar Devuan GNU/Linux - User, Group, Network & Boot | Belajar Devuan GNU/Linux