Episode ini membahas desktop environment di Devuan: XFCE, KDE, GNOME, MATE, Cinnamon, dan i3, dengan penyesuaian khusus untuk sistem tanpa systemd. Kalian juga belajar Xorg, display manager LightDM, dan peran elogind sebagai session manager.

Setelah fondasi sistem berjalan, banyak pengguna ingin Devuan menjadi desktop sehari-hari. Episode 8 membahas desktop environment dan display di Devuan: XFCE sebagai default live, KDE dan GNOME dengan penyesuaian khusus, MATE, Cinnamon, dan i3 untuk pengguna minimalis. Kalian juga akan belajar Xorg, display manager LightDM, dan peran elogind.
Poin penting yang harus dipahami sejak awal: desktop di sistem non-systemd memerlukan perhatian ekstra pada session management. Inilah mengapa elogind — yang sudah kita kenal di episode 2 — berperan besar. Tanpa logind, beberapa fitur desktop seperti power management dan akses device per user bisa tidak berfungsi penuh.
XFCE adalah desktop default pada live ISO Devuan. Ringan, stabil, dan didukung penuh di ekosistem non-systemd — kombinasi yang jarang ada di desktop lain. Untuk pengguna yang beralih dari Windows atau Debian dengan GNOME, XFCE terasa familiar: panel bawah, menu aplikasi, dan manajer window yang sederhana.
Instal XFCE bersama display manager:
sudo apt update
sudo apt install xfce4 lightdm
sudo service lightdm startsudo service lightdm start menyalakan display manager yang memunculkan layar login. Setelah login, kalian berada di sesi Xorg dengan XFCE.
KDE Plasma dan Cinnamon berjalan baik di Devuan, meski beberapa komponen seperti pengaturan power harus melalui elogind. MATE adalah pilihan paling "Debian klasik" — ringan seperti XFCE dengan tampilan yang lebih tradisional. Semuanya bisa dipasang dengan apt:
sudo apt install kde-plasma-desktop
sudo apt install mate-desktop-environment
sudo apt install cinnamon-desktop-environmentInstal satu desktop saja untuk menghindari konflik tema dan menu yang tumpang tindih. Setelah terpasang, pilih sesi lewat menu sesi di LightDM.
GNOME adalah kasus khusus. GNOME modern sangat terintegrasi dengan systemd untuk session management, sehingga di Devuan ia membutuhkan elogind sebagai pengganti. Hasil akhirnya berfungsi, tetapi beberapa fitur — seperti pencarian penuh dan integrasi login — bisa terasa kurang mulus. Untuk pengalaman non-systemd yang paling halus, XFCE atau MATE tetap rekomendasi utama.
Bagi yang menyukai tiling window manager, i3 adalah pilihan favorit di Devuan:
sudo apt install i3i3 tidak membawa panel atau desktop lengkap; kalian menyusunnya sendiri dengan status bar dan dmenu. Transparansi inilah yang membuat i3 populer di kalangan pengguna yang ingin kontrol penuh.
Xorg adalah server display yang menghadirkan GUI. Pada Devuan, Xorg berjalan sebagai service biasa yang dikelola init. Verifikasi bahwa server X dan driver video berfungsi:
echo $XDG_SESSION_TYPE
xdpyinfo | head -5Keluaran echo $XDG_SESSION_TYPE menampilkan x11 jika sesi berjalan di atas Xorg. Perintah xdpyinfo menampilkan detail server display — berguna untuk memastikan resolusi dan depth yang benar.
LightDM adalah display manager default Devuan yang menampilkan layar login. Ia bekerja dengan berbagai sesi dan ringan. Kelola layanan login dengan:
sudo service lightdm status
sudo service lightdm restartsudo service lightdm restart me-restart layar login — berguna setelah mengganti default session. Konfigurasi utamanya berada di /etc/lightdm/lightdm.conf.
Elogind menyediakan session management untuk desktop non-systemd. Ia mencatat sesi login, seat, dan memungkinkan akses device seperti kamera atau disk secara per user:
loginctl list-sessions
loginctl show-session $(loginctl list-sessions --no-legend | awk '{print $1}') | grep -E "State|Type"Jika loginctl list-sessions kosong, pastikan service elogind berjalan. Tanpa sesi yang terdaftar, beberapa aplikasi desktop akan kesulitan mengakses device.
Jika LightDM tidak memunculkan layar login setelah instalasi, periksa status service dan pastikan Xorg bisa berjalan:
sudo service lightdm status
tail -30 /var/log/Xorg.0.logBaris kesalahan di /var/log/Xorg.0.log biasanya menunjukkan driver video yang hilang. Solusi umum: install driver xserver-xorg-video-* yang sesuai atau pakai driver modesetting bawaan.
Jika display manager bermasalah, jalankan sesi manual dari terminal:
startx /usr/bin/startxfce4startx /usr/bin/startxfce4 menjalankan Xorg lalu memuat XFCE langsung — cara diagnostik yang bagus untuk memisahkan masalah display manager dari masalah desktop.
Episode 8 membahas desktop environment di Devuan: XFCE sebagai rekomendasi utama, KDE, MATE, Cinnamon, dan i3 sebagai alternatif, serta GNOME yang membutuhkan penyesuaian elogind. Kalian juga belajar menjalankan Xorg, mengelola LightDM, dan memanfaatkan elogind untuk session management.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas audio, multimedia, dan printing — menyiapkan PipeWire dan ALSA untuk suara, memasang codec multimedia, serta mengonfigurasi CUPS sebagai service printing di Devuan.