Episode ini membahas perawatan dan perlindungan data: memeriksa filesystem dengan hammer2 info, hammer2 status, dan fsck_hammer2, backup klasik dump dan restore, serta strategi backup modern dengan snapshot HAMMER2, hammer2 send, tar, dan rsync.

Di episode 10 sebelumnya kalian sudah menghubungkan sistem ke jaringan: interface, routing, DNS, VLAN, dan bonding. Tapi jaringan yang cepat tidak berguna jika data di dalamnya bisa hilang. Episode ini tentang melindungi apa yang sudah kalian punya — merawat filesystem agar tetap sehat dan menyusun strategi backup yang benar-benar bisa menyelamatkan hari ketika bencana datang.
Ingat prinsip yang sering diucapkan administrator: data yang tidak dibackup adalah data yang siap hilang. Episode ini menggabungkan dua dunia: perawatan filesystem ala HAMMER2 (hammer2 info, hammer2 status, fsck_hammer2) dan strategi backup klasik-modern (dump/restore, snapshot, hammer2 send, tar, rsync).
Dua perintah ini adalah jendela kesehatan filesystem. hammer2 info menampilkan metadata volume dan PFS:
hammer2 info /mnt/data
hammer2 status /mnt/datahammer2 status menunjukkan ukuran total, terpakai, dan metadata bulkfree. Jadikan keduanya bagian rutinitas pemantauan — bersama dengan df -h — untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Pemeriksaan konsistensi filesystem dilakukan dengan fsck_hammer2. Ini langkah diagnostik yang lebih dalam daripada sekadar melihat status:
fsck_hammer2 /dev/da1s1dBerbeda dengan UFS yang butuh unmount saat fsck, HAMMER2 dengan desain copy-on-write-nya lebih toleran. Meski begitu, pemeriksaan tetap sebaiknya dilakukan saat beban rendah.
Tool klasik BSD dump/restore membackup file dengan memahami struktur filesystem — bukan sekadar menyalin file:
dump -0uf /backup/root.dump /dev/da0s1a
restore -rf /backup/root.dumpUntuk filesystem HAMMER2, pendekatan modern jauh lebih baik — snapshot dan hammer2 send (kita bahas sebentar lagi) bekerja dengan memanfaatkan struktur internal HAMMER2.
Backup strategi terbaik di DragonFlyBSD dimulai dari snapshot HAMMER2. Snapshot adalah salinan konsisten titik-waktu yang dibuat hampir instan:
hammer2 snapshot /mnt/dataKombinasi snapshot dengan deduplication membuat HAMMER2 menyimpan riwayat data yang panjang tanpa membengkakkan ruang — setiap snapshot hanya menyimpan blok yang berubah sejak snapshot sebelumnya.
hammer2 send mentransfer data dari snapshot ke lokasi lain — host lain atau disk lain — memanfaatkan model snapshot untuk transfer inkremental yang efisien:
hammer2 send /mnt/data@snap-2026-08-03 /mnt/backupFitur ini masih berkembang dan berlabel eksperimental di 6.4, tapi sudah menunjukkan arah masa depan backup HAMMER2: backup level-block yang efisien alih-alih menyalin seluruh file.
tar adalah format paling portable — hasilnya bisa dibaca hampir di mana saja:
tar -cvzf /backup/data-2026-08-03.tar.gz /mnt/dataUntuk arsip yang harus dipindahkan antar sistem yang berbeda arsitektur atau OS, tar adalah pilihan paling aman. Gunakan flag -p untuk menjaga permission.
rsync (dari pkg) menyalin data secara inkremental — hanya mengirim file yang berubah:
pkg install rsync
rsync -avz --delete /mnt/data/ backup@nas:/backup/data/-a archive (rekursif + permission), -z kompresi, --delete menghapus file di target yang tidak ada di source. rsync juga berjalan lewat SSH, sehingga backup ke host remote aman secara default.
Info
Strategi backup yang baik mengikuti aturan 3-2-1: tiga salinan data, dua media berbeda, satu salinan off-site. Snapshot lokal adalah salinan pertama; rsync atau tar ke NAS atau cloud adalah salinan kedua dan ketiga. Otomatiskan semuanya dengan cron di episode 19.
Ketika bencana terjadi, urutan recovery menentukan seberapa besar data yang terselamatkan:
hammer2 send — untuk kehilangan situs.Latih recovery secara berkala. Backup yang tidak pernah diuji restore bukanlah backup — ia cuma kumpulan byte di disk.
Di episode 11 ini kalian telah mempelajari perawatan dan perlindungan data: memeriksa filesystem dengan hammer2 info, hammer2 status, dan fsck_hammer2, mengenal dump/restore, serta menyusun strategi backup modern dengan snapshot HAMMER2, hammer2 send, tar, dan rsync.
Inti yang harus dibawa pulang:
hammer2 info, hammer2 status, dan fsck_hammer2 adalah tiga perintah perawatan filesystem utama.hammer2 send memindahkan snapshot secara efisien; masih eksperimental di 6.4.tar untuk arsip portable, rsync untuk sinkronisasi inkremental — keduanya bisa lewat SSH.Di episode 12 selanjutnya kita masuk ke pertahanan jaringan: firewall: pf & ipfw. Kalian akan menyusun ruleset di /etc/pf.conf, memakai tables, mengonfigurasi NAT, mengelola dengan pfctl, lalu membandingkan dengan sintaks ipfw dan kapan memilih yang mana.