Episode ini membahas jaringan DragonFlyBSD: konfigurasi interface di /etc/rc.conf untuk DHCP dan static, perintah ifconfig dan route, penyusunan /etc/resolv.conf, network stack kustom newbee, serta interface aliases, VLAN, lagg bonding, bridge, dan IPv6.

Di episode 9 sebelumnya kalian sudah membuat snapshot, dedup, dan enkripsi di HAMMER2. Sekarang kita pindah ke dimensi lain: membuat sistem ini berbicara dengan dunia luar. Jaringan adalah urat nadi server modern — tanpa konfigurasi network yang benar, tidak ada SSH, tidak ada layanan, tidak ada remote management.
DragonFlyBSD menangani jaringan dengan cara BSD yang khas: semua konfigurasi persist berada di /etc/rc.conf, sementara operasi langsung dilakukan dengan ifconfig dan route. Yang menarik, di bawah permukaan itu berjalan newbee — network stack kustom yang merupakan salah satu pembeda arsitektur DragonFlyBSD.
Semua konfigurasi network yang persisten ditulis di /etc/rc.conf. Nama variable mengikuti pola ifconfig_<interface>. Untuk DHCP:
ifconfig_em0="DHCP"Untuk alamat statis, sertakan alamat IP, netmask, dan broadcast:
ifconfig_em0="inet 192.168.1.10 netmask 255.255.255.0"
defaultrouter="192.168.1.1"defaultrouter menetapkan gateway default. Setelah menulis, terapkan dengan restart network atau boot ulang:
service netif restart
service routing restartifconfig adalah tool utama untuk memeriksa dan mengubah interface secara langsung:
ifconfig
ifconfig em0
ifconfig em0 inet 192.168.1.10 netmask 255.255.255.0ifconfig tanpa argumen menampilkan semua interface aktif; ifconfig em0 detail satu interface. Perubahan dengan ifconfig bersifat sementara — untuk persist harus ditulis di rc.conf.
Menampilkan dan mengelola routing table:
route show
route add default 192.168.1.1
route delete default 192.168.1.1route show menampilkan table routing; route add default menetapkan gateway. Sebagian besar perubahan routing bisa dijelaskan dalam satu kalimat: "paket yang tidak tahu tujuan dikirim ke gateway."
Resolusi nama diatur oleh /etc/resolv.conf:
nameserver 1.1.1.1
nameserver 8.8.8.8
search internal.example.comKetika memakai DHCP, file ini biasanya diisi otomatis. Untuk konfigurasi statis, tulis manual. Verifikasi resolusi dengan:
ping -c 2 dragonflybsd.org
host dragonflybsd.orgDi bawah perintah-perintah familiar ini bekerja newbee — proyek network stack kustom DragonFlyBSD. Tujuannya: mengganti stack jaringan warisan dengan desain yang lebih modern, lebih mudah dipahami, dan lebih mendukung fitur virtualisasi dan tunneling. Sebagai administrator, kalian tidak melihat newbee secara langsung — ifconfig, route, dan tooling standar tetap dipakai. Yang kalian rasakan adalah stabilitas dan fleksibilitas di skenario jaringan lanjutan, terutama yang berhubungan dengan bridge, VLAN, dan tunneling yang kita bahas sebentar lagi.
Satu interface fisik bisa memiliki banyak alamat IP — berguna untuk hosting multi-vhost di satu NIC:
ifconfig em0 alias 192.168.1.11/24Di rc.conf, tambahkan beberapa baris ifconfig_em0_aliasN dengan indeks meningkat.
VLAN memecah satu switch fisik menjadi banyak jaringan logis. Interface VLAN dibuat dengan menumpang pada interface fisik:
ifconfig vlan10 create
ifconfig vlan10 vlan 10 vlandev em0
ifconfig vlan10 inet 192.168.10.2/24Di rc.conf, daftarkan interface vlan:
cloned_interfaces="vlan10"
ifconfig_vlan10="vlan 10 vlandev em0 inet 192.168.10.2/24"lagg menggabungkan beberapa NIC menjadi satu link untuk redundancy dan bandwidth:
ifconfig lagg0 create
ifconfig lagg0 laggproto failover laggport em0 laggport em1
ifconfig lagg0 inet 192.168.1.10/24Mode failover aktif-cadangan; mode loadbalance menyebar beban. Ini fondasi untuk production networking yang andal — akan kita dalami di episode 16.
bridge menghubungkan interface secara transparan, seperti switch software — dasar untuk virtualisasi (episode 18) dan perangkat jaringan rumahan:
ifconfig bridge0 create
ifconfig bridge0 add em0 add tap0
ifconfig bridge0 upDragonFlyBSD mendukung penuh IPv6. Konfigurasi di rc.conf memakai bentuk inet6:
ifconfig_em0_ipv6="inet6 accept_rtadv"
ifconfig_em0="inet6 2001:db8::10/64"Dengan accept_rtadv, alamat IPv6 diambil dari router advertisement (SLAAC) — cara paling umum mendapat IPv6 di jaringan modern.
Info
Debugging network dimulai dari lapisan paling bawah: ifconfig untuk cek interface aktif, route show untuk routing, ping untuk konektivitas, lalu dig/host untuk DNS. Urutkan langkah ini dari bawah ke atas dan kalian akan menemukan titik putusnya.
Di episode 10 ini kalian telah menguasai jaringan dasar DragonFlyBSD: konfigurasi interface DHCP dan statis di /etc/rc.conf, operasi ifconfig dan route, penyusunan /etc/resolv.conf, pengenalan network stack newbee, serta interface aliases, VLAN, lagg bonding, bridge, dan IPv6.
Inti yang harus dibawa pulang:
ifconfig_<if> di /etc/rc.conf menyimpan konfigurasi; defaultrouter menetapkan gateway.ifconfig untuk inspeksi dan perubahan langsung; route show untuk routing table./etc/resolv.conf mengatur DNS; ping dan host untuk verifikasi.Di episode 11 selanjutnya kita kembali ke data: data management & backup. Kalian akan merawat filesystem dengan hammer2 info, hammer2 status, dan fsck_hammer2, mengenal dump/restore, lalu menyusun strategi backup dengan snapshot HAMMER2, hammer2 send, tar, dan rsync.