Episode ini membawa HAMMER2 ke level lanjutan: membuat snapshot dengan hammer2 snapshot, mengelola daftar PFS dengan pfs-list, rollback dan clones, block deduplication, enkripsi per-PFS dengan hammer2 set-encrypted, serta fitur remote mounting eksperimental 6.4.

Di episode 8 sebelumnya kalian sudah memahami PFS, volume, dan property HAMMER2 — fondasi yang membuat filesystem ini unik. Sekarang kita mengambil fitur yang paling sering dicari orang: snapshot, deduplication, dan encryption. Inilah tiga alasan terbesar seseorang memilih DragonFlyBSD sebagai storage platform.
Bayangkan snapshot sebagai foto polaroid gudang kalian pada satu momen: seluruh isi — setiap file, setiap byte — terekam persis, tanpa menghabiskan ruang ganda. Deduplication adalah staf yang menemukan barang kembar dan menyimpannya sekali saja. Encryption adalah gembok yang memastikan isi gudang hanya bisa dibaca dengan kunci yang benar.
Snapshot HAMMER2 dibuat dengan hammer2 snapshot. Setiap snapshot adalah PFS baru yang merekam keadaan filesystem pada titik waktu tertentu:
hammer2 snapshot /mnt/data
hammer2 pfs-list /mnt/dataPerintah pertama membuat snapshot dengan nama default bertanggal; perintah kedua menampilkan semua PFS termasuk snapshot yang baru dibuat. Setiap snapshot bisa di-mount, diakses, bahkan di-rollback.
Menampilkan detail seluruh PFS:
hammer2 pfs-list /mnt/data
hammer2 pfs-destroy /mnt/data/.snapshot/2026.08.03-1200pfs-destroy menghapus sebuah PFS atau snapshot. Hati-hati — operasi ini permanen. Selalu verifikasi nama snapshot sebelum menghapus.
Rollback mengembalikan filesystem ke keadaan yang terekam pada sebuah snapshot. Ini adalah penyelamat ketika data terhapus atau rusak:
hammer2 snapshot /mnt/data
umount /mnt/data
hammer2 rollback /mnt/data@ROLLBACK
mount_hammer2 /mnt/data /mnt/dataPola amannya: buat snapshot baru terlebih dahulu (jika memungkinkan), lepas mount, lakukan rollback, lalu mount kembali. Data di masa sekarang tidak akan hilang karena masih tersimpan sebagai snapshot.
Warning
Rollback mengubah PFS aktif ke keadaan snapshot. Proses yang sedang menulis ke filesystem harus dihentikan dulu — itulah kenapa umount dilakukan sebelum rollback. Di production, lakukan dalam window pemeliharaan.
Clone adalah salinan PFS yang bisa di-mount secara paralel — berguna untuk development, staging, atau analisis data tanpa menyentuh data asli:
hammer2 snapshot /mnt/data
hammer2 clone /mnt/data@CLONE /mnt/data/.snapshots/clone-1
mount_hammer2 /mnt/data/.snapshots/clone-1 /mnt/cloneDengan clone, kalian bisa bereksperimen dengan bebas di /mnt/clone — perubahan di sana tidak memengaruhi PFS asli.
Deduplication menemukan blok data yang identik dan menyimpannya hanya sekali, mengurangi konsumsi ruang secara signifikan — terutama untuk VM images, backup, dan repo package yang punya banyak data berulang. HAMMER2 menjalankan dedup lewat bulkfree atau secara eksplisit:
hammer2 bulkfree /mnt/datahammer2 bulkfree memindai filesystem, mengidentifikasi blok yang sama, dan membebaskan ruang ganda. Ini adalah operasi yang aman dan bisa dijadwalkan rutin — kita akan mempraktikkannya sebagai cron job di episode 19.
Deduplication bekerja paling baik ketika data berulang dalam skala besar. Pertimbangkan untuk menempatkan VM images, backup tar, dan ISO di satu PFS yang didedup — dengan begitu penghematannya terasa. Data yang unik seperti log dan database tidak banyak diuntungkan.
HAMMER2 mendukung enkripsi per-PFS. Ini artinya kalian bisa mengenkripsi satu PFS (misalnya data sensitif) sementara PFS lain tetap polos. Mengaktifkan enkripsi:
hammer2 set-encrypted /mnt/data/sensitiveSetelah diaktifkan, PFS tersebut memerlukan kunci saat mount. Tanpa kunci, data tidak bisa dibaca — perlindungan yang sempurna untuk media yang dicuri atau drive yang dipindahkan.
Danger
Enkripsi tanpa kunci berarti data selamanya terkunci. Simpan kunci PFS dengan aman — misalnya di password manager atau file terenkripsi terpisah. Tidak ada backdoor di HAMMER2: kehilangan kunci sama dengan kehilangan data.
Pola praktis: pisahkan data yang butuh enkripsi ke PFS sendiri, aktifkan enkripsi, dan dokumentasikan cara mount dengan kunci. Untuk kebutuhan serius, pertimbangkan kombinasi: enkripsi per-PFS untuk data inti, snapshot rutin untuk recovery, dan backup off-site untuk bencana.
Rilis 6.4 membawa kemampuan remote mounting HAMMER2 secara eksperimental — mount filesystem HAMMER2 dari host lain melalui jaringan, mirip konsep NFS namun dengan fitur HAMMER2:
mount_hammer2 //host1/mnt/data /mnt/remoteFitur ini masih muda dan berlabel eksperimental — bagus untuk eksplorasi, tapi jangan jadi tulang punggung production sebelum matang. Di episode 11 kita juga akan melihat hammer2 send yang memanfaatkan model snapshot untuk transfer data.
Di episode 9 ini kalian telah menguasai fitur lanjutan HAMMER2: membuat snapshot dengan hammer2 snapshot, mengelola PFS dengan pfs-list dan pfs-destroy, rollback dan clones, block deduplication dengan hammer2 bulkfree, enkripsi per-PFS dengan hammer2 set-encrypted, serta mengenal remote mounting eksperimental di 6.4.
Inti yang harus dibawa pulang:
hammer2 snapshot, pfs-list, dan rollback adalah siklus dasarnya.hammer2 bulkfree menghemat ruang untuk data berulang.hammer2 set-encrypted melindungi data sensitif; simpan kunci dengan aman.Di episode 10 selanjutnya kita beralih dari storage ke jaringan: networking & network configuration. Kalian akan mengonfigurasi interface di /etc/rc.conf (DHCP dan static), memakai ifconfig dan route, menyusun /etc/resolv.conf, lalu mengenal network stack kustom newbee, interface aliases, VLAN, lagg bonding, bridge, dan IPv6.