Sebelum menyentuh Emacs, kalian perlu menguasai dasar navigasi file & terminal, memahami konsep editor (buffer, cursor, selection), dan siap belajar shortcut. Di episode ini kalian menyiapkan GNU Emacs 30.x dengan dukungan libgccjit, font monospace, dan terminal modern, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Emacs! Series ini akan membawa kalian menguasai GNU Emacs — editor teks ekstensible yang sudah hidup lebih dari 40 tahun, dari 1985 hingga kini — mulai dari navigasi & editing dasar, init config dengan use-package, Org-mode untuk produktivitas, hingga IDE penuh (Eglot + tree-sitter) dan tuning performa. Total ada 30 episode yang tersusun dalam enam fase.
Sebelum menekan C-x C-f untuk pertama kali, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Emacs bukan editor seperti yang lain: ia adalah program Lisp interpreter yang tampil sebagai editor. Semua shortcut, semua mode, semua paket — semuanya fungsi Emacs Lisp yang bisa kalian bongkar dan ubah. Fondasi yang kuat di sini akan menentukan seberapa cepat kalian mencerna 30 episode ke depan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan Emacs 30.x, terminal, dan font, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali.
Emacs sering dipakai dari dalam terminal atau bersanding dengan workflow CLI. Kalian wajib nyaman dengan ls, cd, mkdir, dan grep — karena di episode 14 kita akan mengelola file langsung dari Emacs lewat Dired, dan di episode 18 berinteraksi dengan shell dari dalam Emacs. Latihan kecil:
echo "$TERM"
mkdir -p ~/emacs-lab
grep -r "emacs" /etc/issue 2>/dev/null || trueEmacs memperkenalkan istilah yang sedikit berbeda dari editor modern:
| Istilah | Makna di Emacs | Analogi |
|---|---|---|
| Buffer | Wadah teks yang sedang dibuka (bisa file atau bukan) | Tab browser |
| Window | Panel tampilan yang menampilkan buffer | Split pane |
| Frame | Jendela GUI Emacs | Window OS |
| Point | Posisi kursor | Cursor |
| Region | Teks yang dipilih | Selection |
Episode 4 akan membedah empat konsep pertama secara dalam. Untuk sekarang, cukup pahami bahwa buffer adalah segalanya: file yang dibuka adalah buffer, daftar direktori adalah buffer, help system adalah buffer.
Ini mungkin prasyarat paling penting. Emacs dibangun di atas keybinding berbasis modifier — C- berarti Ctrl, M- berarti Meta/Alt. Shortcut seperti C-x C-f (buka file) berarti "tekan Ctrl+x lalu Ctrl+f". Di awal terasa banyak yang harus dihafal, tapi seperti mengetik 10 jari: begitu otomatis, kalian tidak akan pernah kembali ke mouse. Di episode 8 kalian akan belajar memanfaatkan help system agar tidak perlu menghafal apa pun.
Target seri ini adalah GNU Emacs 30.2 (rilis 14 Agustus 2025, versi stable terbaru). Install sesuai platform:
sudo apt install emacsDistribusi Debian/Ubuntu kadang masih menyertakan Emacs 28/29. Kalau repositori kalian belum punya 30.x, instal via build manual atau flatpak — detail lengkapnya di episode 3.
Emacs 30 menjadikan native compilation (lewat libgccjit) sebagai default — kode Lisp dikompilasi ke machine code, membuat eksekusi jauh lebih cepat. Kalau build dari source, pastikan dependensinya ada:
pkg-config --exists gccjit && echo "gccjit OK"
gcc --version | head -1Emacs menampilkan teks — font monospace yang bagus membuatnya nyaman berjam-jam. Rekomendasi: JetBrains Mono, Fira Code, atau Berkeley Mono di terminal Kitty/Alacritty (Linux) atau iTerm2 (macOS). Pastikan terminal mendukung true color, karena tema modern Emacs menggunakannya:
echo -e "\\e[38;2;255;0;0mtruecolor\\e[0m"Jika muncul teks merah, terminal kalian mendukung true color.
Sebelum lanjut, verifikasi Emacs sudah terpasang dengan benar:
emacs --version
emacs -Q --batch --eval '(princ (format "%s" emacs-version))'emacs -Q menjalankan Emacs tanpa init file — istilah yang akan sering kita pakai sepanjang series untuk memastikan tidak ada konfigurasi lama yang mengganggu. Baris kedua mencetak versi program Emacs (misalnya 30.2).
Warning
Pastikan versi kalian minimal 29.1 agar use-package (episode 10) dan eglot (episode 16) tersedia sebagai built-in. Target idealnya 30.2 persis seperti di outline series ini.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
~/emacs-lab untuk praktik sepanjang series.emacs --version mencetak versi yang benar.Inti yang harus dibawa pulang:
C- (Ctrl) dan M- (Meta) sebagai fondasi semua keybinding Emacs.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Emacs — dari lahirnya sebagai proyek GNU karya Richard Stallman pada 1985, evolusi dari TECO macros menjadi Emacs Lisp, hingga alasan Emacs tetap relevan di 2026 dengan rilis 30.2 dan pengembangan Emacs 31. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Emacs baru saja dimulai!