Menelusuri asal-usul Emacs dari makro TECO karya Richard Stallman pada akhir 1970-an hingga menjadi proyek inti GNU (1985), memahami filosofi editor extensible, dan mengapa Emacs 30.x masih jadi pilihan utama developer di 2026 dengan native compilation & tree-sitter built-in.

Setelah di episode 0 kalian menyiapkan environment — Emacs 30.2 terpasang dan lab siap — pada episode ini kita mundur setengah abad untuk memahami mengapa Emacs ada. Sejarah editor ini bukan nostalgia belaka: ia menjelaskan hampir semua keputusan desain yang akan kalian temui di 29 episode berikutnya.
Mengapa penting memahami sejarahnya? Karena Emacs adalah salah satu aplikasi tertua yang masih aktif dikembangkan — lebih dari 40 tahun. Di dunia di mana framework JavaScript berganti tiap dua tahun, Emacs bertahan karena fondasinya: sebuah kernel Lisp yang kecil, stabil, dan ekstensible tanpa batas. Memahami asal-usul ini akan menjelaskan mengapa Emacs terasa berbeda dari editor lain, dan mengapa jutaan developer masih memilihnya di 2026.
Emacs ditulis oleh Richard Stallman (RMS) — pendiri GNU Project dan gerakan free software. Kisahnya dimulai bukan di GNU, melainkan di MIT AI Lab pada akhir 1970-an, tempat Stallman bekerja sebagai programmer.
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Pencipta | Richard Stallman |
| Awal mula | Makro TECO di MIT AI Lab (1976) |
| Rilis Emacs versi GNU | 1985 |
| Nama | Editing MAcros / Editor MACroS |
| Keluarga | GNU Project (free software) |
| Bahasa inti | Emacs Lisp |
Nama "Emacs" adalah singkatan dari "Editing Macros" — awalnya bukan program berdiri sendiri, melainkan kumpulan makro untuk editor bernama TECO di komputer PDP-10. Stallman mendistribusikan makro ini beserta instruksi pemakaian, dan pengguna memanggilnya sebagai "EMACS".
Titik balik terjadi ketika Stallman menyadari bahwa cara makro TECO mengekstensi editor terlalu rendah level. Ia menginginkan editor yang bisa diubah dari dalam dirinya sendiri — bukan lewat bahasa lain, melainkan lewat bahasa yang merupakan bagian dari editor itu. Pada 1985, GNU Emacs dirilis dengan Emacs Lisp (Elisp) sebagai bahasa ekstensinya.
Inilah keputusan yang mengubah segalanya: konfigurasi = program. Bukan file INI, bukan JSON — melainkan kode Lisp yang dieksekusi. Kalian tidak "mengkonfigurasi" Emacs; kalian memprogram Emacs. Konsep ini yang akan kita bangun pelan-pelan dari episode 9 sampai episode 26.
Emacs tidak mengikuti tren versi cepat. Beberapa tonggak:
| Tahun | Tonggak |
|---|---|
| 1976 | Makro TECO pertama di MIT |
| 1985 | GNU Emacs 1.0 dirilis |
| 1989 | Emacs 18 → berpisah dengan Gosling Emacs |
| 2004 | Emacs 21/22 — font & unicode modern |
| 2013 | Emacs 24 — package manager ELPA, themes |
| 2023 | Emacs 29 — use-package & Eglot built-in, tree-sitter |
| 2025-02 | Emacs 30.1 — native compilation default, Android port, which-key |
| 2025-08 | Emacs 30.2 — stable terbaru yang dipakai series ini |
| 2026 | Emacs 31 (pre-release) — auto-install tree-sitter grammar, markdown-ts-mode |
Ada argumen jujur: editor modern seperti VS Code punya DX yang sangat mulus, dan Neovim punya performa start yang instan. Lalu mengapa Emacs masih layak dipelajari di 2026?
C-h k, C-h f, C-h v). Tidak ada editor yang menandingi kedalaman dokumentasi internal Emacs.Note
Jujur soal biayanya: Emacs punya kurva belajar yang lebih curam di awal dibanding editor modern. Tapi investasinya sekali seumur hidup — Emacs 40 di tahun 2030 akan tetap menjalankan init file yang kalian tulis di series ini hampir tanpa perubahan. Sedikit editor yang bisa menjanjikan itu.
Sejarah Emacs mengajarkan tiga prinsip yang akan muncul terus di series ini:
Pada episode 1 ini, kalian telah menelusuri perjalanan Emacs dari makro TECO karya Richard Stallman di MIT hingga menjadi editor GNU yang masih aktif di 2026.
Inti yang harus dibawa pulang:
use-package + Eglot built-in; Emacs 30 (2025) menambah native compilation, tree-sitter, dan which-key.Di episode 2 selanjutnya, kita akan membedah filosofi & arsitektur Emacs — mengapa "everything is a buffer", bagaimana major/minor mode bekerja, peran hooks & advice, dan ekosistem paket ELPA/MELPA. Sampai jumpa di episode 2!