Belajar Infrastructure Engineer - Storage Architecture
Episode 4 of 28

Belajar Infrastructure Engineer - Storage Architecture

Menguasai arsitektur penyimpanan: block, file, dan object storage, level RAID dan trade-off-nya, protocol jaringan seperti iSCSI dan NFS, serta pola memilih storage yang tepat untuk tiap beban kerja

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 3 kita mengelola compute, sekarang lapisan berikutnya yang sama pentingnya: storage. Data adalah aset paling berharga yang dirawat infrastruktur — menghilangkan storage berarti menghilangkan bisnis. Ironisnya, storage juga lapisan yang paling sering disalahpahami: istilah block, file, dan object sering tertukar, dan RAID sering dianggap "backup" (padahal bukan).

Mengapa topik ini penting? Karena setiap keputusan storage adalah trade-off antara performa, kapasitas, biaya, dan ketahanan. Episode ini memberi kalian kerangka lengkap: tiga tipe storage, level RAID, protocol jaringan, dan cara memilih berdasarkan karakter beban kerja.

Tiga Tipe Storage

Block Storage

Storage paling primitif: data dipotong menjadi blok berukuran tetap (4 KB-64 KB) dan dialamatkan langsung oleh OS. Contoh: hard disk, SSD, SAN, EBS volume di AWS. Dipakai untuk sistem file, database, dan OS — karena OS membutuhkan akses blok mentah.

KelebihanKekurangan
Latensi paling rendahTidak bisa dibagikan mudah antar host
Cocok untuk databaseManajemen kapasitas manual
Dukungan sistem file penuhTidak punya metadata kaya

File Storage

Menambahkan lapisan sistem file dan hirarki direktori di atas blok. Contoh: NFS, SMB, HDFS. Cocok untuk berbagi file antar banyak server — misalnya home directory, shared workspace, atau config server.

LinuxPerbedaan blok vs file
Block storage : /dev/sdb1 → dipakai oleh 1 OS
File storage : /mnt/shared/ → dipakai banyak server via NFS/SMB

Object Storage

Menyimpan data sebagai objek (data + metadata) dalam bucket, tanpa hirarki folder. Contoh: S3, GCS, R2, MinIO. Cocok untuk backup, arsip, media, dan data yang jarang dimodifikasi — dengan skala hampir tak terbatas.

AspekBlockFileObject
UnitBlokFile/folderObjek + metadata
AksesOS langsungNFS/SMB/CIFSHTTP API (S3 API)
ModifikasiAcak, apa sajaAcakRead-replace (tulis ulang)
SkalaTerbatasSedangHampir tak terbatas
Biaya per GBTertinggiSedangTerendah
KasusDatabase, OSShared filesBackup, media, arsip

RAID: Redundancy di Level Disk

RAID (Redundant Array of Independent Disks) menggabungkan beberapa disk untuk performa dan/atau redundansi. Penting: RAID bukan backup — ia melindungi dari gagalnya satu disk, bukan dari penghapusan file, ransomware, atau kerusakan data logis.

LevelMin DiskKarakterPenggunaan Umum
RAID 02Striping, tanpa redundansiCepat tapi berisiko; jarang dipakai
RAID 12Mirroring, 50% kapasitas terpakaiOS disk, boot volume
RAID 53Striping + 1 parityStorage umum; butuh rebuild pasca disk rusak
RAID 64Striping + 2 parityStorage besar dengan disk banyak
RAID 104Mirror + stripe (RAID 1+0)Database, performa + redundansi
Lihat status RAID software
cat /proc/mdstat
mdadm --detail /dev/md0

Warning

Mitos paling mahal di dunia storage: "sudah RAID, jadi aman". RAID 5 dengan disk 10 TB punya waktu rebuild berhari-hari — selama rebuild, disk lain bisa ikut rusak dan data hilang total. Kombinasi yang benar: RAID untuk ketersediaan + backup untuk keamanan + testing restore (episode 10).

Storage Protocol: iSCSI dan NFS

Storage tidak selalu lokal — ia bisa diakses lewat jaringan. Dua protocol yang wajib dipahami infra engineer:

NFS (Network File System)

File storage lewat TCP/IP. Standar untuk berbagi direktori antar Linux server.

LinuxMount NFS share
sudo apt install nfs-common
sudo mkdir -p /mnt/shared
sudo mount -t nfs 192.168.10.10:/srv/shared /mnt/shared
df -h /mnt/shared

iSCSI

Mengirim blok storage lewat TCP/IP. Dari sisi OS, volume iSCSI terlihat seperti disk lokal — cocok untuk membuat shared block storage yang dipakai VM di beberapa host.

Cek target iSCSI yang tersedia
sudo apt install open-iscsi
iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 192.168.10.11
iscsiadm -m node --login -T iqn.2026.lab:storage1
lsblk
ProtocolLayerMiripUse Case
NFSFileSMB/CIFSBerbagi direktori antar server
iSCSIBlockFibre ChannelBlock storage untuk VM/database
SMBFileNFSInterop Windows-Linux

Pola Arsitektur Storage yang Umum

Server Lokal

Disk lokal langsung di server. Paling sederhana dan cepat, tetapi kapasitas dan redundansi terbatas oleh jumlah slot.

NAS (Network Attached Storage)

Appliance file storage yang dibagikan via NFS/SMB. Contoh nyata: Synology, TrueNAS, atau NFS server di VM. Cocok untuk shared storage ringan.

SAN (Storage Area Network)

Block storage terpusat via iSCSI/Fibre Channel. VM di beberapa host memakai volume bersama dari SAN — inilah fondasi banyak cluster virtualisasi produksi.

HCI (Hyperconverged)

Compute + storage + network menyatu per node (misal Proxmox VE dengan Ceph). Skala dengan menambah node.

100%

Ini pola khas virtualisasi produksi: beberapa host, satu pool storage bersama, VM bisa failover ke host mana pun karena datanya terpusat.

Memilih Storage untuk Beban Kerja

Beban KerjaTipeAlasan
Database PostgreSQL/MySQLBlock (SSD/NVMe)Butuh I/O acak & latensi rendah
Home directory penggunaFile (NFS)Dibagi banyak server
Backup & arsipObject storageMurah, skala besar, jarang diakses
Media streamingObject + CDNRead-heavy, cache di edge
VM diskBlock (SAN/iSCSI)Perlu migrasi VM antar host
Log & eventObject / hot-warm-coldUmur data pendek, akses menurun

Tip

Prinsip "tiering": tidak semua data butuh SSD mahal. Pisahkan data panas (hot, diakses tiap detik) ke NVMe, data hangat (warm) ke SSD, dan data dingin (cold, diakses bulanan) ke object storage murah. Pola ini menghemat biaya storage hingga 70% tanpa mengorbankan performa.

Common Pitfalls Storage

  • RAID ≠ backup — percaya sebaliknya adalah resep kehilangan data.
  • Menghitung kapasitas mentah: RAID 5 dengan 4×1 TB = 3 TB usable, bukan 4 TB. Selalu hitung usable space.
  • Mengabaikan I/O: kapasitas penuh tetapi IOPS habis — bottleneck kedua yang paling umum.
  • Satu storage untuk semua: mencampur database dan log dalam satu volume membuat tuning mustahil.
  • Tanpa monitoring disk: disk penuh atau SMART error yang diabaikan selalu jadi incident.

Penutup

Pada episode 4 ini kalian telah menguasai arsitektur storage:

  • Tiga tipe storage — block, file, object — dengan trade-off latensi, skala, dan biaya.
  • RAID melindungi dari gagal disk, bukan menggantikan backup.
  • Protocol jaringan: NFS (file) dan iSCSI (block) adalah fondasi shared storage.
  • Pola arsitektur: lokal, NAS, SAN, dan HCI.
  • Tiering dan perhitungan usable space mencegah pemborosan dan kejutan.

Di episode 5 selanjutnya kita masuk ke lapisan jaringan: networking infrastructure — LAN/WAN, routing dan switching dasar, serta load balancing yang menjadi tulang punggung distribusi traffic. Sampai jumpa di episode 5!

Belajar Infrastructure Engineer - Storage Architecture | Belajar Infrastructure Engineer