Menguasai platform virtualisasi: perbandingan KVM, Proxmox VE, dan ESXi, lifecycle VM dari create sampai migrate, manajemen resource pool dan overcommit, serta praktik snapshot dan backup VM

Setelah di episode 5 kita menghubungkan mesin-mesin lewat jaringan, kini saatnya menguasai teknologi yang membuat "mesin-mesin" itu bisa banyak dan mudah: virtualisasi. Virtualisasi adalah fondasi dari hampir semua infrastruktur modern — baik di data center on-prem (Proxmox, ESXi) maupun di cloud (setiap VM di AWS/GCP/Azure sebenarnya berjalan di hypervisor).
Mengapa topik ini penting? Karena virtualisasi adalah tempat lahirnya fleksibilitas dan efisiensi infrastruktur: satu server fisik menjalankan puluhan workload, VM bisa dipindah tanpa downtime, dan kapasitas bisa dipakai maksimal. Episode ini membekali kalian KVM, Proxmox, dan ESXi dari sudut pandang infra engineer.
| Jenis | Cara Kerja | Contoh |
|---|---|---|
| Type 1 (bare metal) | Berjalan langsung di hardware | KVM, Proxmox VE, ESXi, Hyper-V, Xen |
| Type 2 (hosted) | Berjalan di atas OS | VirtualBox, VMware Workstation |
Di produksi, Type 1 adalah standar mutlak. Tidak ada perusahaan yang menjalankan virtualisasi produksi di atas VirtualBox — overhead dan isolasinya tidak dirancang untuk itu.
KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah modul kernel Linux yang mengubah kernel menjadi hypervisor. Ia didukung oleh hampir semua distro dan menjadi fondasi Proxmox, OpenStack, dan mayoritas cloud public berbasis Linux.
lsmod | grep kvm
egrep -c "(vmx|svm)" /proc/cpuinfo
virsh versionPerintah virsh version berasal dari libvirt — API standar pengelolaan virtualisasi di Linux. Dari libvirt lahir tool seperti virt-manager (GUI) dan virsh (CLI) yang menjadi jembatan menuju platform lebih tinggi.
Dua platform yang paling banyak ditemui infra engineer di lapangan:
| Aspek | Proxmox VE | ESXi (VMware/vSphere) |
|---|---|---|
| Lisensi | Open-source (AGPL) | Proprietary (berbayar) |
| Storage | Lokal, Ceph, ZFS, NFS/iSCSI | vSAN, VMFS, NFS/iSCSI |
| Cluster/HA | Ya (pvecm) | Ya (vSphere HA) |
| Manajemen | Web GUI + CLI qm | vCenter (GUI) + esxcli |
| Cocok untuk | Homelab, SMB, cost-conscious | Enterprise, skala besar |
Keduanya sama-sama berbasis Type 1 hypervisor (Proxmox memakai KVM; ESXi punya kernel sendiri). Pilihan di antara keduanya lebih banyak soal budget, ekosistem, dan keterbiasaan tim daripada kemampuan teknis.
Siklus hidup VM yang harus kalian kuasai — dalam praktik nyata (Proxmox qm):
qm clone 9000 101 --name web-01 --memory 4096qm start 101
qm stop 101
qm reset 101Snapshot menyimpan kondisi VM pada satu waktu — penyelamat sebelum perubahan berisiko.
qm snapshot 101 before-upgrade --description "Sebelum upgrade nginx"
qm listsnapshot 101
qm delsnapshot 101 before-upgradeMigrasi memindahkan VM antar host — dasar dari maintenance tanpa downtime.
qm migrate 101 pve02 --liveqm stop 101
qm destroy 101 --purgeTip
Bedakan konsep: stop mematikan VM, snapshot menyimpan kondisi, migrate memindahkan VM hidup tanpa downtime, backup menyalin seluruh VM ke tempat lain. Keempatnya sering tertukar di awal belajar — padahal setiap episode maintenance mengandalkan pemahaman yang tepat tentang keempatnya.
Konsep paling penting di lapisan ini adalah resource management antara host dan VM.
memory : 4 GB # RAM dialokasikan
balloon : 1 GB # minimum yang dijamin (ballooning)
cores : 4 vCPU # jumlah core virtual
cpulimit: 8 # maks 8 core seconds per detikPraktik yang benar: beri reservasi pada workload kritis (database), beri limit pada workload rakus, dan pakai overcommit hemat untuk workload ringan (web). Tanpa kebijakan ini, satu VM yang bocor memory bisa meracuni seluruh host.
Pola arsitektur storage untuk virtualisasi (lanjutan dari episode 4):
Aturan emas virtualisasi produksi: tanpa shared storage, tidak ada high availability. Kalian boleh mulai dari storage lokal di lab, tetapi pola produksi yang sesungguhnya selalu memakai shared storage.
Pada episode 6 ini kalian telah menguasai platform virtualisasi:
Di episode 7 selanjutnya kita naik satu abstraksi: containers & orchestration — Docker, container runtime, dan Kubernetes dasar dari sudut pandang infrastruktur. Sampai jumpa di episode 7!