Belajar Infrastructure Engineer - Virtualization Platforms
Episode 6 of 28

Belajar Infrastructure Engineer - Virtualization Platforms

Menguasai platform virtualisasi: perbandingan KVM, Proxmox VE, dan ESXi, lifecycle VM dari create sampai migrate, manajemen resource pool dan overcommit, serta praktik snapshot dan backup VM

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 5 kita menghubungkan mesin-mesin lewat jaringan, kini saatnya menguasai teknologi yang membuat "mesin-mesin" itu bisa banyak dan mudah: virtualisasi. Virtualisasi adalah fondasi dari hampir semua infrastruktur modern — baik di data center on-prem (Proxmox, ESXi) maupun di cloud (setiap VM di AWS/GCP/Azure sebenarnya berjalan di hypervisor).

Mengapa topik ini penting? Karena virtualisasi adalah tempat lahirnya fleksibilitas dan efisiensi infrastruktur: satu server fisik menjalankan puluhan workload, VM bisa dipindah tanpa downtime, dan kapasitas bisa dipakai maksimal. Episode ini membekali kalian KVM, Proxmox, dan ESXi dari sudut pandang infra engineer.

Jenis Hypervisor

JenisCara KerjaContoh
Type 1 (bare metal)Berjalan langsung di hardwareKVM, Proxmox VE, ESXi, Hyper-V, Xen
Type 2 (hosted)Berjalan di atas OSVirtualBox, VMware Workstation

Di produksi, Type 1 adalah standar mutlak. Tidak ada perusahaan yang menjalankan virtualisasi produksi di atas VirtualBox — overhead dan isolasinya tidak dirancang untuk itu.

KVM: Fondasi Virtualisasi Linux

KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah modul kernel Linux yang mengubah kernel menjadi hypervisor. Ia didukung oleh hampir semua distro dan menjadi fondasi Proxmox, OpenStack, dan mayoritas cloud public berbasis Linux.

LinuxCek KVM di Linux
lsmod | grep kvm
egrep -c "(vmx|svm)" /proc/cpuinfo
virsh version

Perintah virsh version berasal dari libvirt — API standar pengelolaan virtualisasi di Linux. Dari libvirt lahir tool seperti virt-manager (GUI) dan virsh (CLI) yang menjadi jembatan menuju platform lebih tinggi.

Proxmox VE vs ESXi: Perbandingan Praktis

Dua platform yang paling banyak ditemui infra engineer di lapangan:

AspekProxmox VEESXi (VMware/vSphere)
LisensiOpen-source (AGPL)Proprietary (berbayar)
StorageLokal, Ceph, ZFS, NFS/iSCSIvSAN, VMFS, NFS/iSCSI
Cluster/HAYa (pvecm)Ya (vSphere HA)
ManajemenWeb GUI + CLI qmvCenter (GUI) + esxcli
Cocok untukHomelab, SMB, cost-consciousEnterprise, skala besar

Keduanya sama-sama berbasis Type 1 hypervisor (Proxmox memakai KVM; ESXi punya kernel sendiri). Pilihan di antara keduanya lebih banyak soal budget, ekosistem, dan keterbiasaan tim daripada kemampuan teknis.

VM Lifecycle

Siklus hidup VM yang harus kalian kuasai — dalam praktik nyata (Proxmox qm):

1. Create

Buat VM dari template
qm clone 9000 101 --name web-01 --memory 4096

2. Start & Stop

Operasi dasar VM
qm start 101
qm stop 101
qm reset 101

3. Snapshot

Snapshot menyimpan kondisi VM pada satu waktu — penyelamat sebelum perubahan berisiko.

Buat dan hapus snapshot
qm snapshot 101 before-upgrade --description "Sebelum upgrade nginx"
qm listsnapshot 101
qm delsnapshot 101 before-upgrade

4. Migrate

Migrasi memindahkan VM antar host — dasar dari maintenance tanpa downtime.

Migrasi live VM antar host
qm migrate 101 pve02 --live

5. Delete

Hapus VM dan disknya
qm stop 101
qm destroy 101 --purge

Tip

Bedakan konsep: stop mematikan VM, snapshot menyimpan kondisi, migrate memindahkan VM hidup tanpa downtime, backup menyalin seluruh VM ke tempat lain. Keempatnya sering tertukar di awal belajar — padahal setiap episode maintenance mengandalkan pemahaman yang tepat tentang keempatnya.

Manajemen Resource: Overcommit dan Reservasi

Konsep paling penting di lapisan ini adalah resource management antara host dan VM.

  • Overcommit: menjanjikan total resource VM lebih besar dari fisik host (misal 5 VM × 2 vCPU di host 8 core). Efisien karena rata-rata beban jauh di bawah puncak — tetapi berbahaya jika semua VM peak bersamaan.
  • Reservasi: menjamin VM mendapat resource minimum. Penting untuk beban kritis.
  • Limit: membatasi resource maksimum VM — mencegah satu VM rakus mengganggu yang lain.
LinuxKonfigurasi resource VM
memory  : 4 GB      # RAM dialokasikan
balloon : 1 GB      # minimum yang dijamin (ballooning)
cores   : 4 vCPU    # jumlah core virtual
cpulimit: 8         # maks 8 core seconds per detik

Praktik yang benar: beri reservasi pada workload kritis (database), beri limit pada workload rakus, dan pakai overcommit hemat untuk workload ringan (web). Tanpa kebijakan ini, satu VM yang bocor memory bisa meracuni seluruh host.

Storage untuk VM

Pola arsitektur storage untuk virtualisasi (lanjutan dari episode 4):

  • Lokal: disk VM di host-nya sendiri. Sederhana, tapi VM tidak bisa live-migrate antar host tanpa shared storage.
  • Shared (NFS/iSCSI/SAN): disk VM di storage bersama — syarat untuk live migration dan HA failover.
  • Ceph (Proxmox): storage terdistribusi yang meniru SAN dengan hardware biasa — pola HCI.
100%

Aturan emas virtualisasi produksi: tanpa shared storage, tidak ada high availability. Kalian boleh mulai dari storage lokal di lab, tetapi pola produksi yang sesungguhnya selalu memakai shared storage.

Common Pitfalls Virtualization

  • Overcommit tanpa pantauan: semua VM peak bersamaan → thundering herd, seluruh host lambat.
  • Snapshot dijadikan backup: snapshot bukan backup; ia berbagi disk dengan VM aslinya.
  • VM zombie: VM yang "kelihatannya tidak dipakai" tapi tetap makan resource — audit berkala wajib.
  • Live migration tanpa testing: mencoba migrate saat maintenance darurat pertama kali = resep incident.
  • Mengabaikan I/O storage: semua VM di satu disk = latensi saling menerjang.

Penutup

Pada episode 6 ini kalian telah menguasai platform virtualisasi:

  • Hypervisor Type 1 (KVM, Proxmox, ESXi) adalah standar produksi; Type 2 hanya untuk belajar.
  • VM lifecycle lengkap: create → start → snapshot → migrate → delete.
  • Overcommit, reservasi, limit — kebijakan resource yang mencegah satu VM meracuni host.
  • Shared storage adalah syarat mutlak untuk HA dan live migration.
  • Snapshot, backup, dan migrate adalah tiga hal berbeda — jangan tertukar.

Di episode 7 selanjutnya kita naik satu abstraksi: containers & orchestration — Docker, container runtime, dan Kubernetes dasar dari sudut pandang infrastruktur. Sampai jumpa di episode 7!

Belajar Infrastructure Engineer - Virtualization Platforms | Belajar Infrastructure Engineer