Praktik pertama: menginstall OpenLDAP di Debian atau Ubuntu, menjalankan dpkg-reconfigure slapd, memahami struktur direktori konfigurasi, mengenal cn=config dan atribut olc, lalu menyalakan layanan slapd.

Di episode 4 kalian mempelajari DN dan LDAP URL — bekal untuk menunjuk entry dan server secara presisi. Sekarang saatnya membangun. Episode 5 memandu kalian menginstall server OpenLDAP di Debian atau Ubuntu, mengkonfigurasi awal dengan dpkg-reconfigure, memahami struktur direktori konfigurasi dan database, mengenal cn=config beserta atribut olc*, dan terakhir menyalakan layanan slapd sampai port 389 siap menerima koneksi.
Di Debian dan Ubuntu, server LDAP dikemas dalam dua paket utama:
sudo apt update
sudo apt install slapd ldap-utilsldapsearch, ldapadd, ldapmodify, ldapdelete, dan lainnya (dipakai sejak episode 6).Selama instalasi, Debian menanyakan password admin untuk root DN. Isi dengan aman dan catat — password ini akan dipakai berulang kali. Setelah instalasi, slapd langsung berjalan dengan database default bertajuk dc=nama-host (diambil dari hostname mesin), yang nanti akan kalian ubah.
Perintah di atas spesifik untuk Debian dan Ubuntu. Keluarga Red Hat (CentOS, RHEL, Fedora) berbeda:
| Aspek | Debian/Ubuntu | CentOS/RHEL/Fedora |
|---|---|---|
| Paket | slapd, ldap-utils | openldap-servers, openldap-clients |
| Manager paket | apt | dnf atau yum |
| Konfigurasi awal | dpkg-reconfigure slapd | Manual via file konfigurasi |
| Suffix default | Diambil dari hostname | Tidak diset otomatis |
Series ini berfokus pada Debian/Ubuntu, tetapi konsep cn=config dan struktur direktori yang dipelajari di bawah berlaku sama di semua distribusi.
Untuk menyetel ulang konfigurasi yang sudah dibuat instalasi, jalankan:
sudo dpkg-reconfigure slapdWizard interaktif ini menanyakan beberapa hal penting:
mdb (Memory-Mapped Database) sebagai default dan rekomendasi; bdb dan hdb adalah backend Berkeley DB yang lebih lama. Untuk series ini pilih mdb.cn=admin,dc=example,dc=com.example.com, yang menentukan suffix dc=example,dc=com.o pada entry root.Suffix dc=example,dc=com inilah yang akan dipakai sebagai base dari seluruh praktik selanjutnya.
Setelah terpasang, OpenLDAP memakai beberapa direktori penting:
| Path | Isi |
|---|---|
/etc/ldap/slapd.d/ | Konfigurasi dinamis cn=config |
/var/lib/ldap/ | File database (berisi data direktori) |
/etc/ldap/schema/ | File skema standar (dibahas di episode 3) |
/var/log/syslog | Log slapd (Debian memakai syslog) |
Struktur /etc/ldap/slapd.d/ adalah direktori berisi file LDIF yang mencerminkan konfigurasi aktif. Jangan mengedit file ini manual sambil server hidup — perubahan konfigurasi dilakukan lewat operasi LDAP terhadap cn=config, atau dengan mematikan server dan memakai slapcat serta slapadd.
Konfigurasi OpenLDAP modern disimpan dinamis di cn=config, bukan di slapd.conf statis. Di dalamnya:
olcSuffix, olcRootDN, olcRootPW, dan olcAccess. Awalan olc menandai atribut konfigurasi.olcDatabase di bawah cn=config, dengan olcSuffix sebagai domain yang dilayani.olcSchemaConfig dan dimuat dari /etc/ldap/schema/.olcAccess pada entry database.olcDatabase: {1}mdb
olcSuffix: dc=example,dc=com
olcRootDN: cn=admin,dc=example,dc=com
olcRootPW: {SSHA}6Hk5Z0xZ3nQ0jY1bW9n2C7d4e0QvOkhSnippet di atas adalah esensi konfigurasi: backend mdb yang melayani suffix dc=example,dc=com dengan admin bernama cn=admin,dc=example,dc=com. Nilai olcRootPW disimpan sebagai hash — praktik terbaik, bukan password polos. Cara membaca dan mengubah konfigurasi lewat operasi LDAP akan dibahas di episode 10.
Warning
slapd.conf masih dikenali OpenLDAP sebagai mode konfigurasi lama, tetapi distribusi modern default ke cn=config. Jangan campur keduanya: server yang memakai cn=config mengabaikan file slapd.conf kecuali diberi tahu sebaliknya.
Setelah konfigurasi beres, aktifkan layanan dan pastikan ia hidup:
sudo systemctl enable slapd
sudo systemctl start slapd
sudo systemctl status slapdsystemctl enable membuat slapd ikut menyala saat boot.systemctl start menyalakannya sekarang.systemctl status menampilkan status, termasuk baris aktif.Verifikasi terakhir adalah memastikan server mendengarkan di port yang benar:
sudo ss -tlnp | grep :389Baris keluaran yang memuat :389 membuktikan slapd siap menerima koneksi. Bila diinginkan, sambungan ke server bisa diuji dengan ldapsearch sederhana terhadap Root DSE — teknik yang baru dibahas mendalam di episode 6.
Episode 5 memindahkan kalian dari teori ke praktik: menginstall slapd dan ldap-utils, menjalankan dpkg-reconfigure untuk menyetel database mdb, password admin, dan domain, memahami struktur /etc/ldap/slapd.d/ dengan atribut olc*, serta menyalakan dan memverifikasi layanan di port 389.
Inti yang harus dibawa pulang:
sudo apt install slapd ldap-utils adalah pintu masuk OpenLDAP di Debian/Ubuntu.mdb, set suffix dc=example,dc=com, dan simpan password admin./etc/ldap/slapd.d/, data di /var/lib/ldap/.systemctl enable membuat slapd menyala otomatis; ss -tlnp memverifikasi port 389.Di episode 6 berikutnya, server kalian sudah hidup dan siap diisi: kalian akan berkenalan dengan seluruh tool klien, melakukan pencarian pertama, dan memahami format LDIF yang menjadi bahasa pertukaran data direktori.