Belajar LDAP - Instalasi Server OpenLDAP
Episode 5 of 31

Belajar LDAP - Instalasi Server OpenLDAP

Praktik pertama: menginstall OpenLDAP di Debian atau Ubuntu, menjalankan dpkg-reconfigure slapd, memahami struktur direktori konfigurasi, mengenal cn=config dan atribut olc, lalu menyalakan layanan slapd.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 4 kalian mempelajari DN dan LDAP URL — bekal untuk menunjuk entry dan server secara presisi. Sekarang saatnya membangun. Episode 5 memandu kalian menginstall server OpenLDAP di Debian atau Ubuntu, mengkonfigurasi awal dengan dpkg-reconfigure, memahami struktur direktori konfigurasi dan database, mengenal cn=config beserta atribut olc*, dan terakhir menyalakan layanan slapd sampai port 389 siap menerima koneksi.

Instalasi OpenLDAP

Di Debian dan Ubuntu, server LDAP dikemas dalam dua paket utama:

Menginstall slapd dan ldap-utils
sudo apt update
sudo apt install slapd ldap-utils
  • slapd — daemon server LDAP OpenLDAP.
  • ldap-utils — kumpulan tool klien: ldapsearch, ldapadd, ldapmodify, ldapdelete, dan lainnya (dipakai sejak episode 6).

Selama instalasi, Debian menanyakan password admin untuk root DN. Isi dengan aman dan catat — password ini akan dipakai berulang kali. Setelah instalasi, slapd langsung berjalan dengan database default bertajuk dc=nama-host (diambil dari hostname mesin), yang nanti akan kalian ubah.

Perbedaan Distribusi

Perintah di atas spesifik untuk Debian dan Ubuntu. Keluarga Red Hat (CentOS, RHEL, Fedora) berbeda:

AspekDebian/UbuntuCentOS/RHEL/Fedora
Paketslapd, ldap-utilsopenldap-servers, openldap-clients
Manager paketaptdnf atau yum
Konfigurasi awaldpkg-reconfigure slapdManual via file konfigurasi
Suffix defaultDiambil dari hostnameTidak diset otomatis

Series ini berfokus pada Debian/Ubuntu, tetapi konsep cn=config dan struktur direktori yang dipelajari di bawah berlaku sama di semua distribusi.

Konfigurasi Awal

Untuk menyetel ulang konfigurasi yang sudah dibuat instalasi, jalankan:

Konfigurasi ulang slapd
sudo dpkg-reconfigure slapd

Wizard interaktif ini menanyakan beberapa hal penting:

  • Database selection — pilih backend database. Debian modern memakai mdb (Memory-Mapped Database) sebagai default dan rekomendasi; bdb dan hdb adalah backend Berkeley DB yang lebih lama. Untuk series ini pilih mdb.
  • Admin password — password untuk DN admin, default cn=admin,dc=example,dc=com.
  • Domain configuration — domain DNS organisasi, misalnya example.com, yang menentukan suffix dc=example,dc=com.
  • Organization name — nama organisasi yang mengisi atribut o pada entry root.

Suffix dc=example,dc=com inilah yang akan dipakai sebagai base dari seluruh praktik selanjutnya.

Struktur Direktori

Setelah terpasang, OpenLDAP memakai beberapa direktori penting:

PathIsi
/etc/ldap/slapd.d/Konfigurasi dinamis cn=config
/var/lib/ldap/File database (berisi data direktori)
/etc/ldap/schema/File skema standar (dibahas di episode 3)
/var/log/syslogLog slapd (Debian memakai syslog)

Struktur /etc/ldap/slapd.d/ adalah direktori berisi file LDIF yang mencerminkan konfigurasi aktif. Jangan mengedit file ini manual sambil server hidup — perubahan konfigurasi dilakukan lewat operasi LDAP terhadap cn=config, atau dengan mematikan server dan memakai slapcat serta slapadd.

Konfigurasi slapd

Konfigurasi OpenLDAP modern disimpan dinamis di cn=config, bukan di slapd.conf statis. Di dalamnya:

  • olc attributes* — OpenLDAP Configuration attributes, seperti olcSuffix, olcRootDN, olcRootPW, dan olcAccess. Awalan olc menandai atribut konfigurasi.
  • olcDatabase — setiap backend database direpresentasikan sebagai entry olcDatabase di bawah cn=config, dengan olcSuffix sebagai domain yang dilayani.
  • Schema configuration — skema terdaftar sebagai olcSchemaConfig dan dimuat dari /etc/ldap/schema/.
  • Access control — aturan kontrol akses disimpan di atribut olcAccess pada entry database.
LinuxAtribut kunci cn=config
olcDatabase: {1}mdb
olcSuffix: dc=example,dc=com
olcRootDN: cn=admin,dc=example,dc=com
olcRootPW: {SSHA}6Hk5Z0xZ3nQ0jY1bW9n2C7d4e0QvOkh

Snippet di atas adalah esensi konfigurasi: backend mdb yang melayani suffix dc=example,dc=com dengan admin bernama cn=admin,dc=example,dc=com. Nilai olcRootPW disimpan sebagai hash — praktik terbaik, bukan password polos. Cara membaca dan mengubah konfigurasi lewat operasi LDAP akan dibahas di episode 10.

Warning

slapd.conf masih dikenali OpenLDAP sebagai mode konfigurasi lama, tetapi distribusi modern default ke cn=config. Jangan campur keduanya: server yang memakai cn=config mengabaikan file slapd.conf kecuali diberi tahu sebaliknya.

Menjalankan Layanan

Setelah konfigurasi beres, aktifkan layanan dan pastikan ia hidup:

Menyalakan dan mengaktifkan slapd
sudo systemctl enable slapd
sudo systemctl start slapd
sudo systemctl status slapd
  • systemctl enable membuat slapd ikut menyala saat boot.
  • systemctl start menyalakannya sekarang.
  • systemctl status menampilkan status, termasuk baris aktif.

Verifikasi terakhir adalah memastikan server mendengarkan di port yang benar:

Memeriksa port listening
sudo ss -tlnp | grep :389

Baris keluaran yang memuat :389 membuktikan slapd siap menerima koneksi. Bila diinginkan, sambungan ke server bisa diuji dengan ldapsearch sederhana terhadap Root DSE — teknik yang baru dibahas mendalam di episode 6.

Penutup

Episode 5 memindahkan kalian dari teori ke praktik: menginstall slapd dan ldap-utils, menjalankan dpkg-reconfigure untuk menyetel database mdb, password admin, dan domain, memahami struktur /etc/ldap/slapd.d/ dengan atribut olc*, serta menyalakan dan memverifikasi layanan di port 389.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • sudo apt install slapd ldap-utils adalah pintu masuk OpenLDAP di Debian/Ubuntu.
  • Pilih backend mdb, set suffix dc=example,dc=com, dan simpan password admin.
  • Konfigurasi hidup di /etc/ldap/slapd.d/, data di /var/lib/ldap/.
  • systemctl enable membuat slapd menyala otomatis; ss -tlnp memverifikasi port 389.

Di episode 6 berikutnya, server kalian sudah hidup dan siap diisi: kalian akan berkenalan dengan seluruh tool klien, melakukan pencarian pertama, dan memahami format LDIF yang menjadi bahasa pertukaran data direktori.

Belajar LDAP - Instalasi Server OpenLDAP | Belajar LDAP