Sebelum menyentuh NAS, kalian perlu menguasai Linux CLI, manajemen disk dan filesystem, serta konsep dasar jaringan. Di episode ini kalian menyiapkan VM lab dengan dua disk, menginstall TrueNAS SCALE atau OpenMediaVault, dan memverifikasi environment pertama.

Selamat datang di series Belajar NAS! Series ini akan membawa kalian menguasai NAS (Network Attached Storage) — sistem penyimpanan terpusat yang diakses melalui jaringan — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menyentuh truenas atau openmediavault, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena NAS bukan sekadar hard disk yang dicolokkan ke router. Dia adalah server Linux khusus yang mengelola disk, filesystem, protokol sharing, hingga keamanan. Kalau kalian belum paham cara mempartisi disk atau mengonfigurasi IP, semua operasi akan terasa seperti kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan lab VM dengan dua disk, menginstall platform NAS pilihan, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
NAS modern berbasis Linux, karena TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault sama-sama berbasis Debian. Jadi kalian wajib nyaman dengan terminal. Kuasai navigasi direktori, manajemen file, dan membaca output perintah. Yang paling penting: pahami cara melihat disk dan partisi.
lsblk
fdisk -l
df -hOutput lsblk menampilkan setiap disk dengan nama seperti sda dan sdb beserta partisinya. Kebiasaan ini akan dipakai di hampir semua episode nanti.
Sebuah filesystem mengatur bagaimana data disimpan di atas disk mentah. Kalian perlu paham konsep mount, yaitu menghubungkan filesystem ke sebuah direktori agar bisa diakses, misalnya memuat partisi ke /mnt/data. Tanpa pemahaman ini, konsep pool, dataset, dan share di episode 6 akan membingungkan.
NAS hidup dari jaringan, jadi kuasai konsep IP, subnet, DNS, dan firewall. Kalian juga perlu paham user, group, dan permission POSIX. Gunakan perintah berikut untuk memeriksa environment Linux kalian:
ip addr show
whoami
idPastikan kalian tahu IP interface utama dan user yang sedang aktif. Konsep ini menjadi fondasi untuk episode 7 dan 8.
Untuk mengikuti series ini, siapkan sebuah mesin virtual (atau hardware fisik) dengan minimal dua disk terpisah. Satu disk untuk sistem operasi, satu lagi atau lebih untuk storage pool. Di Proxmox atau VirtualBox, tambahkan dua disk virtual ke VM.
lsblkIdealnya output menampilkan minimal sda dan sdb. Nantinya sdb akan dipakai untuk membuat pool ZFS di episode 5 dan 6.
Kalian bebas memilih salah satu platform, karena series ini membahas keduanya:
Unduh ISO resmi dari situs masing-masing lalu pasang ke VM. Jika memakai TrueNAS SCALE, verifikasi versi rilis stabil saat ini:
truenas versionOutput menampilkan versi seperti 25.10.2, yang merupakan rilis stabil terbaru per penulisan series ini.
Siapkan satu mesin client, baik Linux, macOS, atau Windows, yang berada di jaringan yang sama dengan NAS. Client ini akan dipakai untuk menguji mount SMB dan NFS mulai episode 8.
ping 192.168.1.100Ganti IP dengan IP NAS kalian. Jika ada balasan, jaringan antara client dan NAS sudah siap. Gunakan perintah ping secara rutin setiap kali troubleshooting koneksi di series ini.
Sebelum lanjut, pastikan lingkungan lab kalian benar-benar siap. Buat satu direktori kerja dan cek tool yang akan dipakai sepanjang series:
mkdir -p ~/lab-nas && cd ~/lab-nas
which ssh rsync curlJika sebagian tool belum ada di client, jangan khawatir: alat penting seperti zfs dan samba justru berada di dalam platform NAS. Yang terpenting client mampu mengakses jaringan dan menangani file. Seluruh series ini bisa diikuti tanpa tool tambahan yang rumit di sisi client.
Sebelum lanjut ke episode 1, pastikan hal berikut terpenuhi:
lsblk, df, ip, id.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Linux, menyiapkan VM lab dengan dua disk, menginstall platform NAS pilihan, dan memverifikasi konektivitas dari client.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan NAS — dari evolusi DAS menuju NAS pada 1990-an, kelahiran FreeNAS hingga TrueNAS SCALE, serta OpenMediaVault dan Unraid. Pastikan lab kalian sudah berjalan, karena perjalanan Belajar NAS baru saja dimulai!