Belajar NAS - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkan NAS
Episode 1 of 23

Belajar NAS - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkan NAS

Di episode ini kalian mempelajari evolusi penyimpanan dari DAS menuju NAS, lahirnya dedicated appliance seperti NetApp dan Synology, hingga open-source NAS seperti TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault. Kalian juga memahami masalah utama yang diselesaikan NAS: sentralisasi data, redundancy, akses multiuser, dan backup terpusat.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Sebelum membangun NAS, kalian perlu tahu dari mana teknologi ini lahir dan masalah apa yang dia selesaikan. Episode 1 ini membuka seri dengan menelusuri sejarah penyimpanan: dari DAS yang menempel di satu mesin, menuju NAS yang bisa diakses banyak perangkat lewat jaringan.

Memahami sejarah bukan sekadar trivia. Setiap keputusan desain NAS modern — filesystem copy-on-write, protokol SMB dan NFS, hingga redundancy berbasis RAIDZ — adalah jawaban dari masalah nyata yang muncul puluhan tahun lalu. Kalau kalian paham kenapa sesuatu ada, kalian akan tahu kapan harus memakainya.

Di akhir episode ini kalian akan bisa menjelaskan posisi NAS di antara DAS dan SAN, membedakan generasi platform NAS, dan menilai apakah kebutuhan kalian benar-benar butuh NAS atau cukup penyimpanan lokal.

Evolusi Penyimpanan: Dari DAS Menuju NAS

DAS, Keterbatasan yang Memaksa

DAS (Direct Attached Storage) adalah model penyimpanan tertua: disk dipasang langsung ke satu komputer melalui SATA, SAS, atau USB. Masalah utamanya jelas — data terjebak di satu mesin. Untuk berbagi file dengan komputer lain, kalian harus menyalin lewat media fisik atau membuat server file di atas sistem operasi desktop.

Seiring banyaknya komputer di kantor dan rumah, pola scatter penyimpanan menjadi tidak terkendali. Backup berarti menyalin manual, versi file berantakan, dan satu disk mati bisa menghapus data penting tanpa jejak. DAS tetap relevan untuk penyimpanan lokal berkecepatan tinggi, tetapi dia tidak menjawab kebutuhan berbagi.

Kelahiran NAS Dedicated di Era 1990-an

Pada 1990-an, vendor seperti NetApp dan Synology mulai menjual appliance NAS: perangkat khusus dengan sistem operasi tersemat, dirancang hanya untuk menyajikan file melalui jaringan. Alih-alih memasang OS desktop lalu menambal agar bisa berbagi file, appliance ini langsung berbicara protokol SMB dan NFS sejak keluar dari kotak.

Model ini sukses besar di enterprise maupun rumah tangga. Synology dan QNAP membuktikan bahwa orang mau membayar untuk penyimpanan terpusat yang mudah dikelola lewat antarmuka grafis. NetApp menguasai data center dengan filesystem WAFL dan protokol enterprise yang matang.

SAN, Jalan Paralel di Enterprise

Di era yang sama dengan kelahiran appliance NAS, enterprise mengembangkan jalur berbeda: SAN (Storage Area Network). Alih-alih berbagi file, SAN berbagi block storage melalui jaringan berkecepatan tinggi seperti Fibre Channel. NAS tetap melayani berbagi file, sementara SAN menangani database dan workload block yang menuntut performa dan ketersediaan tinggi.

Penting untuk membedakan keduanya sejak dini: NAS berbicara dalam file dengan protokol SMB dan NFS, sedangkan SAN berbicara dalam blok dengan iSCSI atau Fibre Channel. Pemahaman ini akan kembali berguna saat kita membahas iSCSI di episode 11 dan membandingkan ketiganya di episode 22.

Open-Source NAS dan Zaman Homelab

FreeNAS Menjadi TrueNAS SCALE

Pada 2005, FreeNAS lahir sebagai NAS open-source berbasis FreeBSD, membawa ZFS sebagai filesystem andalannya. Proyek ini bertransformasi menjadi iXsystems dengan dua lini: TrueNAS CORE untuk hardware umum dan TrueNAS Enterprise untuk vendor.

Pada 2022, TrueNAS SCALE muncul sebagai penerus CORE: berpindah ke basis Debian Linux, tetap mengusung ZFS, dan menambahkan aplikasi container, virtualisasi KVM, serta integrasi cluster yang lebih luas. Versi terbarunya, TrueNAS SCALE 25.10 (Goldeye), dirilis November 2025 dengan rilis stabil 25.10.2 pada Februari 2026.

Cek versi TrueNAS SCALE
truenas version

Perintah truenas version menampilkan rilis yang berjalan di NAS kalian. Membiasakan cek versi sejak dini akan membantu saat kita membahas patch management di episode 15.

OpenMediaVault dan Unraid

Di sisi lain, OpenMediaVault menawarkan pendekatan lebih ringan: berbasis Debian, plugin-based, tanpa lock-in ZFS, sehingga cocok untuk hardware kecil. Unraid mengambil jalan berbeda dengan disk parity fleksibel yang memungkinkan disk dengan kapasitas berbeda digabung. Ketiganya kini jadi pilar utama ekosistem NAS open-source di homelab.

Perbedaan filosofi ini penting: TrueNAS SCALE mengejar integritas data maksimal, OpenMediaVault mengejar kesederhanaan, dan Unraid mengejar fleksibilitas penambahan disk. Pilihan platform selalu berawal dari pertanyaan: prioritas kalian apa?

Masalah yang Diselesaikan NAS

Sentralisasi Data Lintas Perangkat

Masalah pertama yang diselesaikan NAS adalah sentralisasi. Alih-alih data tersebar di laptop, PC, dan HP, semua file tinggal di satu tempat yang bisa diakses perangkat mana pun lewat jaringan. Ini menyederhanakan sinkronisasi, kolaborasi, dan kontrol versi.

Melihat share yang tersedia di NAS
smbutil view //192.168.1.100

Perintah smbutil view menampilkan daftar share SMB yang disajikan NAS. Inilah cara kerja sentralisasi: satu sumber, banyak konsumen.

Redundancy dan Proteksi Data

Masalah kedua adalah redundancy. Dengan ZFS RAIDZ atau mirror, data ditulis dengan paritas dan checksum sehingga satu disk gagal tidak berarti data hilang. Pemindaian berkala (scrub) memastikan data yang tersimpan benar-benar sama dengan data aslinya.

Akses Multiuser dan Backup Terpusat

Masalah ketiga adalah akses multiuser melalui standar terbuka seperti SMB dan NFS, plus backup terpusat untuk semua perangkat. Satu kali kebijakan backup di NAS menaungi seluruh perangkat rumah atau kantor, menggantikan pola backup per-mesin yang rapuh.

Simulasi pola backup terpusat
rsync -avh /home/devnull/proyek/ user@nas:/backup/proyek/

Perintah rsync di atas menyalin direktori dari mesin kerja ke NAS. Pola inilah yang akan kita bangun lebih matang di episode 12.

Kapan Kalian Membutuhkan NAS

Simak beberapa sinyal bahwa kalian butuh NAS:

  • Data menumpuk di banyak perangkat dan sulit menemukan versi terbaru.
  • Backup manual sering terlewat dan tidak terpusat.
  • Media server seperti Plex atau Jellyfin butuh satu lokasi penyimpanan besar.
  • Self-hosting layanan seperti Nextcloud, Gitea, atau Vaultwarden.
  • Tim kecil butuh berbagi file dengan permission yang terkontrol.

Jika kebutuhan hanya penyimpanan satu mesin, DAS atau disk eksternal tetap sah. Tapi begitu kebutuhan berbagi, redundancy, atau backup terpusat muncul, NAS adalah jawaban yang tepat.

Tip

Jangan memutuskan platform NAS sebelum menentukan kebutuhan utama: media server, backup, atau shared storage. Kebutuhan menentukan pilihan filesystem dan protokol di episode-episode berikutnya.

Penutup

Di episode 1 ini kalian sudah menelusuri evolusi dari DAS menuju appliance NAS 1990-an, mengenal lini open-source seperti TrueNAS SCALE, OpenMediaVault, dan Unraid, serta memahami lima masalah utama yang diselesaikan NAS: sentralisasi, redundancy, akses multiuser, backup terpusat, dan media server.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • DAS mengunci data di satu mesin; NAS memusatkannya lewat jaringan.
  • NetApp dan Synology mempopulerkan appliance NAS pada 1990-an.
  • TrueNAS SCALE adalah penerus FreeNAS berbasis Debian dengan ZFS.
  • OpenMediaVault dan Unraid menawarkan alternatif ringan dan fleksibel.
  • NAS menjawab sentralisasi, redundancy, multiuser, dan backup terpusat.

Di episode 2 selanjutnya kita akan membedah konsep dasar dan arsitektur utama NAS — dari storage engine, sharing layer, hingga management UI — serta membandingkan dedicated appliance dengan software NAS. Siapkan lab kalian, karena kita mulai masuk ke fondasi teknis.